**/ Cerita Ida : Ada Bejong di Rumahku

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

9 Apr 2016

Ada Bejong di Rumahku



Alhamdulillah saya bersyukur sekali selama hidup saya yang sudah puluhan tahun ini tidak pernah melihat sesuatu yang mengerikan. Sempat bingung juga saat harus menulis tentang sesuatu yang mengandung hal-hal horor seperti itu.  Tapi saya ingat pernah juga mengalami sesuatu yang membuat saya merasa horor juga walau saya tidak pernah melihat langsung.

Sepengetahuan saya sih, yang bisa melihat makhluk halus selain anak-anak di bawah dua tahun, adalah orang yang memiliki kelainan karena orang normal tidak mungkin bisa melihat sesuatu di luar yang seharusnya.  Ada juga yang menyebutkan kalau ada orang yang bisa melihat sesuatu itu, berarti dalam dirinya ada jin hingga orang itu harus di rukyah biar terbebas dari 'kelebihan' nya itu.

Ada yang lain dari anak saya yang keempat, selain cadel, kidal dia juga berbeda dengan kakak adiknya, hingga sempat membuat saya meriding juga.  Sempat didiagnosa indigo, tetapi seiring dengan seringnya saya beri 'jampi' alias do'a-do'a yang dicontohkan Rasulullah SAW 'kemampuan'nya itu akhirnya menghilang juga.  Saya sering membacakan surat An Nas, Al Ikhlas dan Al Falaq masing masing tiga kali kemudian saya tiupkan ke kepala dan diusapkan ke seluruh tubuhnya.  Selain saya merasa horor, kasian juga anaknya sering menjerit-jerit ketakutan kalau sudah melihat makhluk dari dunia lain itu.


Pernah suatu saat bermain sendiri dan membuka lemari di paviliun yang jarang kami huni, ia menjerit ketakutan.  Terburu saya berlari menghampiri, walau saat itu bulu kuduk saya serasa berdiri, saya pura-pura melihat apa yang Mushab lihat supaya dia merasa tidak berbeda dengan yang lain.  "Oh ada Si Bejong... " Ujarku spontan seraya buru-buru menutup pintu lemari.  Entah dari mana tiba-tiba nama itu keluar dari mulutku.

Beberapa kali memang Mushab kecil sering menjerit, dan bilang dengan 'bahasa planetnya' bahwa ada Om Ari adik abinya sedang berdiri di tangga.  Padahal saat itu hanya kami berdua yang ada di rumah. Saya sering merasa horor juga akhirnya, kemudian yang saya lakukan buru-buru mengajaknya main ke luar rumah. Sampai beberapa lama Si Bejong sering saya katakan kalau dia sedang melihat makhluk itu... "Oh.. itu Si Bejong..., Yu ah main di sana saja.."  Begitu kira-kira yang saya ucapkan saat itu.

Kemampuan melihat makhluk lain berlangsung juga sampai di TK Kecil.  Pulang sekolah ia sering cerita bahwa ia suka ngobrol sama Haji Riani.  Katanya Haji Riani itu sudah meninggal karena sakit di perutnya, Haji Riani itu orang Cihideung katanya.  Sempat menyangka itu adalah teman khayalannya saja.  Tetapi selidik demi selidik ternyata yang punya bangunan sekolah itu leluhurnya adalah orang Cihideung.  Hiiiy... langsung mendengar itu bulu kuduk saya pun berdiri..

Alhamdulillah akhirnya 'kemampuan' yang sering membuat saya deg-deg plas itu hilang juga.  Sesekali memang suka timbul juga kalau ia sedang sakit terutama sakit panas.  Ia suka menjerit-jerit dan menunjuk-nunjuk ke suatu tempat sambil teriak "Takuuut.."  Kalau sudah seperti itu saya suka melafalkal tiga surat di atas keras-keras, alhamdulillah akhirnya Mushab pun kembali tenang.

Hal ini hanya terjadi pada Mushab saja, anak-anak lain tidak ada yang mengalami hal seperti ini, walau saat sebelum usia dua tahun.  Semoga saja 'kemampuannya' itu benar-benar hilang karena kasian juga kalau dia sampai ketakutan melihat hal-hal seperti itu.

Saya pun benar-benar bersyukur karena sampai puluhan tahun hidup di dunia tidak pernah melihat makhluk lain, dan selalu berdo'a agar tidak diberi kesempatan melihat hal-hal seperti itu....karena pada dasarnya saya itu penakut sekali ....hahaha... 

11 komentar :

  1. Aih, kirain si bejong tuh yang gemulai si tv, bilangnya cucok, hehe...

    Ternyata si bejong itu kawan dari dunia lain ya Teh ��

    BalasHapus
  2. Haha iya... cucok malah saya tak tau...
    Bejong nama yang tiba-tiba terlintas begitu saja :)

    BalasHapus
  3. Aduh.. Serem. Kasian de Mushab. Semoga gak gitu-gitu lagi. Kasian umminya bisi katakutan. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah sudah tidak kecuali kalau sakit.. masih sesekali untungnya alhamdulillah jarang sakitnya :)

      Hapus
  4. Kasihan kalo masih kecil harus lihat makhluk" alam lain yg biasanya berwajah tidak biasa

    BalasHapus
  5. Anaknya temenku jg gitu mbak. Sering nangis klo liat si "bejong".

    BalasHapus
  6. waahhh baca postingan ini aja saya merinding hahaha.... *penakut sejati
    Kemampuan seperti itu memang berat ya, apalagi buat anak kecil. Semoga si adek bisa me-manage lebih baik kelebihan2 yg dia punya untuk hal2 yg lebih baik saat gedenya ya teh :D
    Adik saya juga kidal, katanya orang kidal itu lebih cerdas dan kreatif hihihihi amiinn

    BalasHapus
  7. Kalau nggak sampai teriak-teriak ketakutan seharusnya nggak masalah ya, Mbak? Cuma ya repot aja kalau bisa lihat makhluk halus, karena mereka kan ada di mana-mana kaya orang juga. Di sini ada saudara yang begitu, cuma dia udah gede jadi udah bisa nahan rasa takut. Nggak sampe teriak-teriak kalo pas ketemu atau lihat makhluk lain.

    BalasHapus
  8. Ada temanku yang biasa liaht dari kecil. Eh lama kelamaan udah gede mlah nggak takut lagi, mba. Tapi aku juga kasian kalo masih kecil udah bisa lihat kayak gitu :(

    BalasHapus
  9. Aku pernah nulis novel yang tokohnya indigo, Mbak. Ide itu gara-gara anakku Khalid dulu bisa melihat makhluk-makhluk lain juga. Tapi sudah lama nggak, sejak SMP deh sudah nggak lagi.

    BalasHapus
  10. Dulu waktu anak masih kecil, tinggal dirumah kontrakkan
    pas si kecil nangis suka liat di sudut kamar terus
    istri langsung bilang, "Jangan Gunggu yaaa" kita baik-baikan saja
    hehehe
    salam sehat dan semangat

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^