**/ Cerita Ida : Tiger Temple yang Penuh Tantangan

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

8 Des 2017

Tiger Temple yang Penuh Tantangan

Tiger Temple yang Penuh Tantangan   Sesampainya di kawasan Tiger Temple, kami berpamitan dengan Mr. Dams (kisahnya ada di sini)  dan memintanya untuk menunggu kami di mobil.  Dengan santai kami pun berjalan menuju area Tiger Temple.  Kebingungan, sempat salah masuk, malah  menuju dapur para biksu, tapi kemudian ada yang menunjukkan  arah yang sebenarnya.  Tempatnya mirip pesantren, jadi kayak komplek gitu deh, dimana-mana terlihat anjing bebas berkeliaran.  Sempat takut juga, tapi melihat yang lain berjalan santai dan si gogog pun cuek beibeh.. akhirnya saya pun tidak lagi memperdulikan keberadaan anjing-anjing itu.



Hari masih pagi, kawasan Tiger Temple masih sepi terlihat beberapa biksu sibuk dengan kesibukan masing-masing,  Ada yang sedang menyapu halaman ada yang sibuk mengangkat barang.  Di beberapa tempat terlihat ada pengumuman agar berpakaian sopan.  Berpakaian terbuka terlihat paha dan dada bagian depan dilarang.  Tapi kenyataannya larangan itu sepertinya tidak terlalu ketat, karena beberapa kali kami memegoki bule yang berpakaian seksih..hehe..


Berjalan beriringan sambil memotret objek menarik, akhirnya sampailah kami di sebuah tangga menuju Tiger Temple.  Sempat menolak naik, karena jengah, melihat dari bawah sama sekali tak terlihat ada patung atau apa.  pun yang menunjukkan keberadaan Tiger Temple.  Hanya batuan karst yang menjulang seperti bukit.  Tapi Andri dan Milah bersikeras ingin naik, dan saya tak mau dong duduk sendiri di bawah ditemani anjing-anjing yang banyak berkeliaran di sana sini.

Jujur saja awalnya, kukira ini bukan tempat wisata terkenal, karena awalnya turis yang terlihat hanya kami bertiga.  Tiba-tiba timbul ketakutan dalam benak saya, kalau nanti kami diapa-apain, karena kami bertiga berjilbab, kami muslim, takutnya benar kalau mereka benci muslim.  Ingatan saya melambung jauh pada kekejaman para bikshu di Ronghya yang membantai kaum muslim...heuheu... dasar emak-emak ya..


Tapi ternyata kemudian saya melihat di sini banyak turis lainnya, dan ini memang tempat wisata..hahaha..maaf yaa tapi peristiwa pembantaian muslim Rohingya memang cukup membekas dalam ingatan.  Terlepas apa motif di balik semua itu..yang jelas saya melihatnya mereka membantai dan korbannya kaum muslim.bukan kaum dari agama lain. 

Akhirnya saya pun memaksakan diri menaiki tangga, sampai tiga ratusan tangga sudah mulai terasa capek, ingin rasanya menyerah saja tapi Andri dan Milah terus menyemangati.  Menyapa beberapa bule yang baru turun, menanyakan masih lama enggak nya..hehe..  Pada umumnya bilang masih jauh sih.  Tapi ada yang menyemangati, katanya pemandangan di atas indah sekali, jadi semangat lagi akhirnya.  Karena tau itu memberi semangat, saat pulangnya saya sapa para bule yang sedang memanjat, saya bilang pemandangan dari atas indah sekali..... dan umumnya mereka terlihat jadi lebih bersemangat.

Ternyata tangga di atas semakin lebih tinggi tangganya jadi semakin sulit mendakinya, tingkat kemiringan saya perkirakan nyaris 80 derajat.  Memang pendakian ini penuh filosofi sih, semakin kita berada di atas semakin banyak rintangannya, itu sepertinya pelajaran yang bisa diambil oleh para pendaki.  Di  tanggal kesekian ratus tersedia toilet bagi yang membutuhkan, ada juga kursi untuk beristirahat.  Oya di sepanjang perjalanan banyak sekali monyet, terlebih lagi saat pulang karena mungkin sudah semakin siang monyet pun semakin banyak yang berkeliaran.  Satu hal yang harus diingat kita tidak boleh memberi makanan pada monyet itu, karena akibatnya fatal, barang-barang kita bisa direbutnya.


Tiang terakhir bertuliskan angka 1200 menunjukkan kita sudah mendaki 1200 tangga.  Berarti sebentar lagi, karena sebetulnya di bawah ada plang yang mengatakan bahwa Tiger Temple ini mendaki 1237 anak tangga.  Untungnya saya tidak membaca itu, karena kalau baca saya sudah mundur teratur..hahaha...

Alhamdulillah, walau memakai wages 5 cm, bergamis pula dengan perbekalan minim karena tertinggal di mobil Mr Dams akhirnya kami sampai juga.  Luar biasa gembira hati ini karena berhasil mendaki sampai ke puncak.  Terlebih lagi ketika melihat pemandangan yang luar biasa indahnya.  Sejauh mata memandang terhampar kepulauan Phi Phi Island yang indah.  Udara yang sejuk, sepi namun tidak mencekam membuat rasa lelah pun hilang.  Terbayar sudah semua kelelahan selama dalam perjalanan tadi.


Kagum juga di tempat yang demikian tinggi ternyata ada patung Budha raksasa, keren banget bisa membuat patung sebesar itu di ketinggian pula.  Ada beberapa patung-patung kecil lainnya di sekelilingnya.  Spot-spot yang menarik untuk berfoto ria, Andri, saya dan Milah asyik berfoto bersama-sama maupun sendiri-sendiri.

Tiger Temple ini mulai didirikan pada tahun 1975, ketika itu seorang Bikshu Vipassana bernama Jumnean Seelasettho  (Ajahn Jumnean) pergi bermeditasi di dalam gua, selama meditasi ia melihat harimau berkeliaran di sekitar gua hingga akhirnya kuil itu diberi nama Wat Tham Suea atau Tiger Temple.  Penamaan kuil juga didasarkan pada penemuan cetakan kaki harimau di dinding gua dan tonjolan gua yang menyerupai kaki harimau.

Sebetulnya di Kraby terdapat banyak paket-paket tour, salah satu diantaranya adalah paket tour ke Tiger  Temple ini.  Sebenarnya kalau kita bisa sendiri, gak usah ikut paket tour juga, karena ke Tiger Temple bedanya cuman kita didampingi pemandu saja hehe.. Buktinya tiga emak petualang ini bisa sampai juga ke Tiger Temple tanpa pemandu.  



Tiger Temple ini atau orang Thailand sendiri menyebutnya Wat Tham Suea terletak kurang lebih tiga kilo meter dari Kota Krabi.  Kita bisa menyewa taksi, mini bus, tuktuk atau motor sewaan.  Ada juga bis umum yang bisa kita naiki dari Ao Nang atau Krabi.  Bis ini akan berhenti jalan sebelah Tiger Temple, kemudian kita jalan kaki menuju area Tiger Temple sekitar 20 menit, tapi saya sendiri lebih mengusulkan naik motor sewaan aja sih, bisa sampai di tempat tujuan tanpa berjalan kaki lagi dan tentu saja menghemat waktu.

Setelah puas berfoto ria, dan menghirup kesegaran udara pegunungan kami pun memutuskan untuk segera turun.  Mungkin Mr. Dams sudah lelah menunggu kami, mungkin dia sudah pergi karena kami terlalu lama.  Setalah ini petualangan lain menanti kami.  Kami harus segera berkumpul di suatu tempat yang telah ditentukan, karena kali ini kami mengikuti sebuah paket tour.  Yang jelas petualang selanjutnya jauh lebih menarik dan mengasyikan.  Semoga tulisan Tiger Temple yang Penuh Tantangan ini bermanfaat ya teman-teman.

12 komentar :

  1. Seru banget sih, teteh... kujadi pengen jalan-jalan ke LN hehehe (ketahuan belum pernah)

    BalasHapus
  2. Pengeeennn.. moga lancar rezeki bisa jalan-jalan keluar negeri.

    BalasHapus
  3. Seruuu banget, tapi kalau saya bakalan takut deh kalau ada monyet dan anjing berkeliaran hehehe

    BalasHapus
  4. Wah, jadi mupeeeennnggggg.....pingin kesana ������

    BalasHapus
  5. Woah ke Curug Cimahi saja ku belum naik turun tangganya hehe

    BalasHapus
  6. Huah nggak kebayang naik segitu tingginya pakai wedges �� hebat emak emak ini *two thumbs

    BalasHapus
  7. Wah hebring teh ida nih 😄👍👍👍 mengapa yah keindahan alam itu identik dg naik2 ? 😊😀

    BalasHapus
  8. Euleuh teteh pake wedges naik 1237 anak tangga, ngebayangainnya aja cangkeul :D

    BalasHapus
  9. Jadi makin pengen ke Thailand, tiger temple masuk bucket list. Semoga kesampaian tahun depan kesana. Aamiin 😇

    BalasHapus
  10. Seru ya teh, Thailand emang banyak kawasan bersejarahnya. Btw, ngga di sini ngga di sana, yg namanya monyet mah sok nakal ya ahahhaha

    BalasHapus
  11. Omg, tangganya 1237 dan mba naik pake wedges 5 cm, dan kemiringan tangga 80 derajat??? Wkwkwkwkwk aku pingsan mungkin. Sbnrnya kalo tangga 1200an gitu aku prnh naik, di grojogan sewu kan anak tangganya segitu jg. Tp dibuat ga terlalu curam jd ga berasa capek. G kebayang aku kalo curam begitu wkkwkwk

    BalasHapus
  12. Seruuu aku ikut bayangin mbaa... Jauh amat ya. Jaman blm nikah sih mungkin aku kuat karena suka. Tapi blm wisata macam gini setelah nikah.. ��

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^