**/ Cerita Ida : Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa Menjawab Panggilan Zaman

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

11 Agu 2018

Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa Menjawab Panggilan Zaman

idatahmidah.com    Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa Menjawab Panggilan Zaman

Pagi itu, Selasa 7 Agustus 2018 adalah pagi yang istimewa bagiku.  Bagaimana tidak?  Baru saja beberapa hari tiba di rumah setelah melakukan petualangan 8 hari di Bali dan Labuan Bajo NTT sebuah undangan jalan-jalan asyik pun datang kembali.  Kali ini undangan SocioTrip Kurbanesia di Subang Jawa Barat membuat pagiku ceria sekali.

Pagiku tetap sibuk, memasak untuk persiapan sarapan dan bekal anak-anak, kemudian mengantar anak ke sekolah.  Namun kali ini tidak langsung pulang, tapi langsung menuju Masjid Al Ukhuwah Bandung.  Di sana lah kami sepakat untuk bertemu untuk kemudian bersama-sama menuju Subang, tepatnya Kebun Indonesia Berdaya yang berlokasi di Kampung Banjaran Girang Tiga Desa Cirangkong Kecamatan Cijambe Kabupaten Subang Jawa Barat.

Dompet Dhuafa
Tulisan Selamat Datang menyambut kami


Perjalanan dua jam tak begitu terasa, karena teman-teman asyik bercanda, hingga kami lupa untuk sekedar merasa jenuh di perjalanan.  Memasuki sebuah jalan setapak, tak menyangka kalau setelahnya kami akan menemukan hamparan kebun naga dan kebun nanas dengan beberapa bangunan vila yang terbuat dari kayu yang terlihat eksotik.  Vila yang ternyata untuk disewakan itu memang jadi spot yang instagenic bagi para wisatawan yang datang ke tempat itu.

Dompet Dhuafa
Berfoto bersama dengan teman2 yang berangkat dari Bandung  (kredit: Afrizal)


Sekilas tentang Dompet Dhuafa


Ada istilah tak kenal maka ta'aruf, eh maka tak sayang...hehe nah sedikit mengulas sejarah Dompet Dhuafa ya...

Dompet Duafa Republika merupakan sebuah lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shodaqoh Wakaf serta dana lainnya yang halal  dan legal dari perorangan, kelompok, perusahaan atau lembaga. 

Berawal dari penggalangan dana internal Republika lalu mengajak segenap masyarakat untuk ikut menyisihkan sebagian penghasilannya.  Tanggal 2 Juli 1983 ditandai sebagai hari berdirinya Dompet Dhuafa melalui diterbitkannya sebuah rubrik di halaman muka Harian Umum Republika dengan tajuk Dompet Dhuafa.

Kebun Indonesia Berdaya


Kebun Indonesia Berdaya yang kami tuju ini merupakan salah satu program yang dimiliki Dompet Dhuafa.  Melalui pengelolaan 10 hektar tanah wakaf yang memberdayakan masyarakat sekitar berdirilah Kebun Indonesia Berdaya dengan konsep pertanian terpadu atau integrated farming.  Dengan model pertanian yang dipadu dengan peternakan maka tidak ada limbah yang terbuang.  Pola pertanian akan terjadi dalam satu siklus biologi.  Limbah pertanian dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan kompos sementara kotoran ternak dapat digunakan sebagai pupuk tanaman,

Dompet Dhuafa
Penampakan guest house / vila kayu


Tanah yang sebelumnya tidak menghasilkan dibeli oleh Dompet Dhuafa dengan dana wakaf untuk kemudian dirintis menjadi kebun yang produktif.  Program inilah yang kemudian diberi nama Indonesia Berdaya.  Sebelumnya kebun itu lama tidak terawat sejak sebuah perusahaan yang memproduksi buah nanas kalengan pada tahun 1983 bangkrut.  Hal ini membuat petani kehilangan bapak angkatnya untuk menjual hasil panen.  Melalui sebuah business plan yang baik tempat ini akhirnya disulap menjadi sebuah agrowisata yang menarik.

Pohon Buah Nanas dari dekat

Kini setelah lahan ini dibeli oleh Dompet Dhuafa, para petaninya yang merupakan warga sekitar diajak mengelola bersama-sama, nasib mereka pun menemui  perbaikan.  Tanah itu kini menjadi sebuah tempat bernama Kebun Indonesia Berdaya dengan berbagai fasilitas yang dimilikinya seperti:

Kebun Buah Naga
Kebun Buah Pepaya
Kebun Buah Nanas
Kawasan Ternak
Guest House (Vila Kayu)
Tempat Pertemuan
Fasilitas Mushola, toilet dan lainnya.

Dompet Dhuafa
Hamparan kebun Buah Naga

Sentra Pertanian di Kebun Indonesia Berdaya


Para petani dibantu permodalan, pembibitan, pemupukan hingga perawatan.  Dengan invertansi program yang diterapkan terlihat hasilnya lebih banyak.  Dengan menggunakan teknik forsing yang mengatur tumbuh bunga nanas bisa dipanen tanpa mengenal musim.  Hanya membutuhkan total waktu 7 bulan untuk panen.  Tak heran saat kami datang  hamparan pohon buah nanas terlihat dengan buahnya yang sangat cantik.  Dalam sekali panen mampu menghasilkan 1 hingga 1,5 kg nanas per buahnya.  Satu hektar bisa ditanami 40 ribu buah.  Kalau ditotal bisa 40 ton per hektarnya.  Luar biasa ya... :)

Sayangnya untuk buah naga panennya selama November hingga April, jadi saat kami datang hamparan buah naga itu tak terlihat berbuah.  Terbayang kalau sedang panen, menurut Teh Ima teman saya yang pernah melihat panen buah naga hamparan kebun naga itu terlihat indah dengan buah naga bewarna merah menghiasinya.

Selain kedua tanaman buah tersebut di Kebun Indonesia Berdaya ini ditanami pula dengan Pepaya California dan Buah Jambu Crystal.

Sentra Peternakan di Kebun Indonesia Berdaya


Selain perkebunan di Kebun Indonesia Berdaya terdapat juga peternakan kambing, kali ini Dompet Dhuafa bekerja sama dengan penduduk setempat yang memiliki keahlian di dalam beternak kambing.  Dompet Dhuafa memiliki  55 mitra ternak binaan di seluruh Indonesia, sentra ternak di Desa Cirangkong ini merupakan salah satunya.  Masing-masing mitra ternak ini memiliki sub mitra di bawahnya.  Untuk di wilayah Subang ini ada 30 peternak yang berada di bawah binaan Dompet Dhuafa.

Dompet Dhuafa
Penulis berfoto di kandang pembibitan


Sentra ternak kambing Indonesia berdaya ini memililki dua jenis program yaitu kandang rakyat dan kandang koloni.  Untuk program kandang rakyat sistemnya adalah peternakan kambing dititipkan ke tempat ternak milik warga yang biasanya tiap kandang berisi 5 kambing.  Biasanya kandang kambing ini tidak jauh dari rumah mereka masing-masing.

Sementara itu untuk program koloni Dompet Dhuafa membangun tiga buah kandang kambing/ domba berukuran besar yang memiliki kapasitas 80 ekor kambing/domba.  Satu kandang pertama digunakan sebagai kandang pembibitan, kandang  ini dihuni oleh 74 ekor kambing/domba betina dan 6 kambing/domba jantan.  Kambing/domba betina yang sudah dewasa dan siap kawin dimasukkan ke kandang ini untuk dikawinkan dengan kambing/domba jantan.


Dua kandang selanjutnya merupakan kandang penggemukan, di sini setelah di kandang pembibitan anak kambing/domba dilahirkan dibesarkan dan disapih, maka anak kambing/domba  itu dimasukkan ke dalam kandang penggemukan.  Dua kandang penggemukan ini dikelola oleh dua kelompok warga binaan yang berbeda.  Kandang penggemukan yang pertama dikelola warga kelompok ternak sementara kandang penggemukan yang kedua dikelola oleh mitra dari kelompok petani nanas.

Untuk pakan selain dari rumput dan daun hijau juga digunakan pakan dari jerami dan limbah kulit nanas.  Proses pembuatan pakan ini dilakukan oleh tim Dompet Dhuafa dengan memberdayakan masyarakat sekitar.  Untuk dijadikan pakan, jerami dan kulit nanas diolah secara khusus dengan cara digiling sampai halus.  Setelah itu dicampur dengan pemanis dan ditambahkan sedikit bakteri untuk kemudian dipermentasi,  Hasil olahan dari jerami dan limbah kulit nanas ini menjadi pakan ternak yang sangat baik untuk mempercepat penggemukan domba/kambing.

Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa


Ibadah kurban merupakan prosesi ibadah yang dilakukan umat Islam di seluruh dunia yang dilaksanakan pada hari raya Idul Adha.  Ibadah ini berawal dari pengorbanan Nabi Ibrahim yang diperintahkan untuk menyemblih anaknya yang bernama Ismail.  Setelah ikhlas menerima perintah itu Allah SWT pun mengganti Ismail dengan domba jantan dari surga.  Peristiwa itulah yang mengawali penyemblihan hewan kurban di hari raya Idul Adha tanggal 10 Dzulhijah dan beberapa hari setelahnya yang dikenal dengan hari tasyrik 11, 12 dan 13 Dzulhijah.

Ibadah kurban memiliki dua dimensi, dimensi spiritual dan dimensi sosial.  Dimensi spiritual diharapkan dengan ibadah kurban ini seorang mukmin mampu berkorban dengan apa yang dia miliki untuk Allah SWT dan agama Nya.

Sementara dimensi sosial, ibadah kurban diharapkan mampu memberikan manfaat kepada orang-orang yang selama ini sangat jarang mendapatkan dan merasakan daging yang  hanya bisa dirasakan dan dinikmati oleh orang-orang tertentu saja.



Dalam konteks dimensi sosial inilah Dompet Dhuafa membantu kaum muslimin di Indonesia untuk bisa mengoptimalkan manfaat dari hewan kurbannya.  Karena selama ini ternyata penyebaran hewan kurban tidak merata.  Ada daerah - daerah tertentu di pelosok yang penduduknya tidak bisa merasakan atau menikmati daging kurban ini.

Mengatasi permasalahan distribusi yang tidak merata inilah Dompet Dhuafa membentuk program Tebar Hewan Kurban (THK) yang siap mendistribusikan hewan ke 33 provinsi di Indonesia dan beberapa negara sahabat seperti Somalia, Palestina, Suriah, Timor Leste, Myanmar, Kamboja, Vietnam, Thailand, Philipina, Kenya dan Bangladesh.

Seluruh hewan kurban yang didistribusikan oleh THK Dompet Dhuafa dibeli dari mitra binaan Indonesia Berdaya.  Hal ini tentu saja akan memberikan keuntungan bagi para peternak mitra dari Dompet Dhuafa.

Memberikan pelayanan optimal kepada para pengurban bukan saja dari penyebarannya saja, tapi dari penyediaan hewan kurbannya pun memiliki SOP yang harus sesuai dengan persyaratan yang ada dalam fikih kurban.  Persyaratan itu antara lain  meliputi usia minimal hewan kurban dan tidak cacat.  Dompet Dhuafa sendiri mensyaratkan hewan kurban kambing/domba  memiliki berat minimal 23 sampai 28 kilogram untuk  jenis kurban standar dan untuk premium minimal 29 kilo gram. Sementara untuk sapi harus memiliki bobot 250 kilo gram sampai dengan 300 kilo gram.   Untuk itulah Dompet Dhuafa menerapkan standar khusus melalui quality control yang ketat.

Jumlah kurban yang berhasil didistribusikan oleh Dompet Dhuafa dari tahun 1994 - 2017 adalah 237.520 ekor setara kambing, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 4.911.208 KK.  Tahun ini Dompet Dhuafa menargetkan 25 ribu ekor hewan kurban yang terdiri dari kambing dan sapi yang akan disebar ke seluruh pelosok di 33 provinsi di Indonesia dan luar negeri yang meliputi negara minoritas muslim dan wilayah konflik.  Sementara di Subang sendiri Dompet Dhuafa akan menyebarkan  hewan kurban sebanyak 246 ekor.

So buat teman-teman tidak usah ragu lagi untuk berkurban melalui Dompet Dhuafa ya.  Setidaknya ada lima alasan kenapa kita memilih kurban di Dompet Dhuafa untuk tahun ini, yaitu:

1. Layanan Kemudahan Berkurban

Dompet Dhuafa telah menghadirkan kanal-kanal layanan kemudahan berkurban baik online maupun offline yang hadir melalui konter-konter yang tersebar di sejumlah pusat pembelanjaan.

2.  Edukasi Kurban untuk Anak

Berkah dari program Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa ini diraskan selain oleh saudara kita yang jarang menikmati daging dirasakan juga oleh para peternak pemberdayaan Dompet Dhuafa

3.  Distribusi Hewan Kurban Hingga Pelosok Negeri, Wilayah Konflik dan Minoritas Muslim

4.  Pengadaan Hewan Kurban THK Memenuhi Standar dan Mutu Kualitas

5.  Pengendalian dan Pengontrolan Mutu Hewan Kurban THK oleh Tim QC Dompet Dhuafa

Keseruan Acara SocioTrip Kurbanesia Menjawab Panggilan Zaman


Alhamdulillah bisa mengikuti acara ini, terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang sudah mengundang kami para blogger dan media dari Bandung, Subang, Karawang, Bekasi dan Jakarta.  Sangat berharap bisa ikut meliput acara pendistribusiannya di Hari Raya Idul Adha nanti ... hahaha... ngarep dot com judulnya.

Dompet Dhuafa
Dari pihak Dompet Dhuafa sedang memberikan penjelasan

Sungguh sebuah acara keren kerena di sini  kami bisa langsung melihat bagaimana perkebunan Indonesia Berdaya, baik sentra pertanian atau pun sentra peternakannya hingga bisa yakin kalau Dompet Dhuafa itu begitu profesional dalam menjalankan program-programnya.  Quality Control yang baik telah dilakukan untuk dapat memuaskan kaum muslimin yang telah menitipkan kurbannya di program Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa.  Jempol deh untuk Dompet Dhuafa.

Berfoto bersama usai acara

Senang sekali bisa banyak menimba ilmu pengetahuan tentang Kebun Indoesia Berdaya, juga tentang hewan kurban dan penyebarannya.  Senang juga bisa menikmati jamuan welcome drink berupa jus nanas simadu yang luar biasa segarnya..hahaha...  Juga senang sekali bisa berkumpul dengan para blogger dan media dari berbagai daerah, semoga next kita bisa berkumpul lagi, jangan bosan mengundang kami ya...Dompet Dhuafa... :)


40 komentar :

  1. Waaah jalan-jalan yang bermakna. Hanjakal tinggaleun inpohπŸ˜„
    Seneng yang pengelolaannya profesional. Mg bisa semakin berkembang naik di masa mendatang

    BalasHapus
  2. Wah seru tuh teh abis dr bali sm NTT.
    Semoga dgn program Tebar Hewan Kurban bisa membantu saudara kita yg blm pernah merasakan daging kurban

    BalasHapus
  3. Ya ampun mba ida teh abis dr NTT. Enak bht bisa langsunh jalan2 lagi ke Subang. Btw, program tebar hewan kurban dd keren nih. Memjanhkau semua wilayah pelosok ya mba. Salut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih jadi lebih merata pendistribusiannya :)

      Hapus
  4. Wah seru banget ya teh kunjungannya ke Kebun Indonesia Berdaya di Subang. Berfaedah banget jalan-jalannya apalagi setelah tahu seperti apa dan bagaimana pengelolaan hewan ternak Dompet Dhuafa di sana. Keren!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup jadi tahu keprofesionalan Dompet Dhuafa :)

      Hapus
  5. Sy orang Bandung tapi baru ketemu sama blogger Bandung di Subang hehehe,,, mudah mudahan ada event bareng lagi ya teh sama blogger Bandung, di Lombok atau di Bali misalnya hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha..Aamiin Allohumma Aamiin... awalnya saya pikir Fawaz ternyata ini kakanya ya :)

      Hapus
  6. Serunya ikutan bareng program Dompet Dhuafa ini..semoga selalu bisa menebar manfaat untuk banyak orang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba.. seru.. Aamiin Allohumma Aamiin :)

      Hapus
  7. Masya Allah acaranya keren banget :')

    BalasHapus
  8. Huhuhuh acaranya seru banget siih jadi mupeng aku nya. Semoga menang ya teh jadi bisa ikut meliput acara pendistribusian nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahauha... blogger mah tau aja apa yg tersirat dalam tulisan, meski tak tertulis :)
      Aamiin Allohumma Aamiin

      Hapus
  9. menarik ya mbak.. Kebun Indonesia Berdayanya.. mau juga nih kalau diundang Dompet Dhuafa. Salut dengan program-programnya yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba programnya bagus-bagus dan saling bersinegris :)

      Hapus
  10. Kebahagian dengan berbagi kambing dan kebahagian dengan mudahnya melakukan transaksi pembelian hewan kurban

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mpo Dompet Dhuafa mempermudah yang mau berkurban dengan program-programnya :)

      Hapus
  11. aku juga pernah ikut event dompet duafa, program2nya memang keren banget, mereka donasi modal usaha juga selin bagi2 qurban .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah pernah ya Mba.. Asyik banget ya Mba :)

      Hapus
  12. Seru ya Teh main ke perkebunan buah dan peternakan punya Dompet Dhuafa ini.

    Ooh ternyata itu ternaknya dikasih makan dari limbah kulit nanas dan jerami yang difermentasi ya, kreatif juga ya.

    BalasHapus
  13. Serunya program Dompet Dhuafa ini, banyak ilmu yang didapat, semoga bermanfaat selalu programnya untuk banyak orang πŸ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya teh seruuu.. Aamiin Allohumma Aamiin... :D

      Hapus
  14. Wuih Peternakan indonesia berdaya ini 1 lokasi gtu ya? Luas banget nih pasti!

    BalasHapus
  15. Saya baru tau teh kalau Dompet Dhuafa ini punya peternakan loh, insya allah ini memudahkan banget untuk yang mau kurban yah

    BalasHapus
  16. Wah seru jalan2 ke kebun buah dan melihat hewan qurban. Gak kerasa bentar lagi qurban lagi ya? Emang kalau menyalurkan lewat Dompet Dhuafa tu lbh pasti insyaAllah amanah penyalurannya

    BalasHapus
  17. Seru banget nih mbak acaranya, sayangnya wkt itu belum terpilih utk ikutan acara ini.
    Moga next bisa ikutan

    BalasHapus
  18. Bagus programnya Dompet Dhuafa ya teh, bisa sampai ke pelosok distribusinya.

    BalasHapus
  19. Seru banget lihat teh ida jalan-jalan, hehehe...keren nih program Dompet Dhuafa, salut banget, semoga semakin maju dan programnya makin terasa oleh masyarakat luas

    BalasHapus
  20. Emang ya rezeki itu gak kemana ya bu, abis dari NTB dan Bali langsung dapet rezeki refreshsing lagi ke subang..

    BalasHapus
  21. seru yah mba jalan-jalannya kemarin, walaupun perjalanannya jauh tapi terbayarkan setelah sampai di kebun ternak subang. Tempatnya sejuk dan bikin betah berlama-lama, sayangnya kita cuma sebentar disana.

    BalasHapus
  22. Keren program dompet duafa. Semoga bisa berkurban dari sini. Semoga masyarakat lebih tau dan mau ikut berpartisipasi sama program2 kerennya. Aamiin.

    BalasHapus
  23. Keren banget program2 dari Dompet Dhuafa. Bener2 memberdayakan ummat, semoga ada rezeki nya buat berkurban lewat program tebar hewan kurban dari Dompet Dhuafa

    BalasHapus
  24. Seru banget Mbak pengalaman yang nggak Terlupakan ya walaupun pulangnya malem banget sampai rumah

    BalasHapus
  25. Sinerginya keren, ya. Aku baru tau kalau ternyata dulunya kebun nanas ini punya pabrik yang udah bangkrut. Seneng deh, ekonomi warganya bisa berdaya lagi

    BalasHapus
  26. Wah, banyak dan keren ya programnya dompet dhuafa

    BalasHapus
  27. Wah berarti Dompet Dhuafa udah lama banget ya teh di Indonesia, sejak 1983. Saya belum lahir euy. πŸ˜…

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^