**/ Cerita Ida : Kesulitan Hidup karena Ulah Sendiri

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

13 Jul 2016

Kesulitan Hidup karena Ulah Sendiri



Percaya enggak kalau saya bilang Kesulitan Hidup  karena Ulah Sendiri ?  Kalau saya yakin sekali.  Karena Allah SWT itu Maha Penyayang tidak mungkin mencelakakan hambaNya.  Ibarat seorang ibu yang sangat sayang pada anaknya tentu saja ia ingin yang terbaik untuk anaknya.  Ingin anaknya selalu sehat, bahagia dan memiliki masa depan yang baik dan sejahtera.  Apalagi Allah SWT zat yang Maha Penyayang yang kasih sayangNya beribu kali lipat dari kita pasti Dia ingin yang terbaik untuk kita.

Tidak ingin menyindir siapa-siapa, ini fenomena umum saja, bahkan mungkin pengalaman pribadi juga.  Puluhan tahun hidup di dunia jadi mulai paham sebab akibat yang terjadi dalam kehidupan.  Bagi orang yang beriman apa pun yang terjadi dalam hidupnya harus memberikan pembelajaran yang berharga yang menjadikan dirinya jauh lebih baik. Luka, derita, adalah obat yang harus membuat kita kembali pada Nya. Rugi sekali kalau itu tidak membuat kita lebih baik.

Kalau hidup kita terpuruk, tidak bahagia harus banyak intropeksi dulu dalam diri.  Mungkin saja selama ini kita sudah mempermainkan hukum dan aturanNya.  Bukan malah berbagi derita di fesbuk, kasihan saja sama orang seperti itu,  luka batin tak akan sembuh dengan berbagi di fesbuk.  Paling orang akan komen yang membesarkan hati, mungkin saja itu sedikit mengobati luka tetapi tidak akan menghilangkan derita hidupnya. Kekanak-kanakan saya pikir.... semua yang terjadi tidak menjadi pembelajaran bagi kehidupanya, berkali terjatuh dan jatuh lagi.  

Orang yang jauh dari aturan hidup agama Allah SWT itu kekanak-kanakan.  Tidak bisa menahan hawa nafsunya, tidak ada perjuangan dalam dirinya untuk menjadi lebih baik.  Memperturutkan hawa nafsu untuk kesenangan sesaat.  Mencari pengetahuan bukan dari sumber yang memiliki alam ini.  Sibuk berfikir filsafat, kitab petunjuk hidupnya kita acuhkan, pantas saja hidup tidak pernah bahagia...Jumawa dan songong saat bahagia, berkeluh kala penuh derita. Berkicau merasa diri pintar aturan Allah kita injak-injak.  Padahal orang cerdas itu adalah orang yang mempersiapkan kehidupannya untuk hidup setelah kematian.


Di QS Yasin diceritakan bahwa kelak manusia akan menjerit meminta kepada Allah SWT dikembalikan ke dunia agar bisa berbuat lebih baik untuk mempersiapkan bekal hidup di akhirat.  Tapi itu sudah terlambat, makanya orang cerdas itu orang yang yang banyak mempersiapkan kehidupan setelah kematian, karena ia sangat peduli pada masa depannya, ia tahu bahwa kelak ia harus mempertanggung jawabkan setiap perbuatannya.

Ada orang yang patah hati hatinya pasti luka, salah Allah SWT kah ?  Tentu saja tidak, itu karena perbuatan diri kita yang sok tahu berpacaran dengan bukan jodoh kita.  Harusnya sebelum menentukan kita istikharoh dulu, jangan ikut perasaan karena suka, karena cinta, kalau jodoh pasti dipermudah Allah SWT.  Kalau kita mengikuti perasaan mungkin hati kita akan melambung bahagia, tapi semu, karena kita tidak tahu pada akhirnya kita akan luka dan terjatuh.  Sedangkan kalau minta sama Allah, Dia maha tahu yang terbaik untuk kita, endingnya akan bahagia karena Dia menginginkan yang terbaik untuk kita.

Itu hanya salah satu contoh saja, banyak hal dalam hidup ini diakibatkan oleh perbuatan kita sendiri.  Ada hubungan sebab akibat di sana.  Mungkin saja selama ini kita injak-injak aturanNya, namun Allah SWT masih sayang sama kita hingga kita dibuat menderita.  Mungkin ada sisi baik dari kita sehingga Allah SWT memberikan derita untuk menjadi obat agar kembali padaNya. Lain lagi kalau Allah SWT tidak sayang, dibiarkannya kita hidup sukses tanpa derita hingga semakin terlupa padanya.

Mungkin selama ini kita menginjak-injak aturanNya.  Buka tutup jilbab semaunya, melanggar aturan dengan gaya hidup bebas tanpa aturan, hidup sama sekali tidak mempersiapkan untuk kehidupan di akhirat....mengumbar dengan jumawa saat bahagia.."Aing tea atuh..." berkeluh kesah kala terluka.  Merasa berjasa saat berada, terhina saat tiada...Membuang waktu untuk sesuatu yang tidak berguna.... Ah sungguh sangat kekanak-kanakan.... :((

Bahagia, kesuksesan, kehinaan indikatornya bukan kekayaan.... Masih ingat terompah siapa yang terdengar suaranya di surga ?  Ya suara terompah Bilal, budak hina dina berkulit hitam legam, tetapi namanya harum dikenang sampai sekarang....  

Jadi tujuan hidup kita bukan ingin banyak uang dan kemudian merasa bisa tegak kembali  kalau kita sudah sukses...bukan ... itu kekanak-kanakan.... Bahagia akan kita raih kalau kita kembali mendekat padaNya, hidup dengan aturanNya... Orang di sekitar kita pun akan respect dan menghargai kita.... ^_^

Susah ya jadi orang baik?  Itulah perjuangan, puncak akan diraih setelah perjuangan mendakinya bukan?  




Cimahi, 13 Juli 2016
Teruntuk dirimu yang kusayang karena Allah SWT..

17 komentar :

  1. Jadi banyak berkaca diri untuk bisa mensyukuri dan berterima kasih atas nikmat kasih sayangnya.
    Jadi org baik seperti itu rintangannya. Tapi hasilnya sungguh indah hhee

    BalasHapus
  2. setiap peristiwa pasti ada hikmahnya ya mbak
    salam sehat dan semangat

    BalasHapus
  3. Sedihnya, kalau yang melakukan itu saudara kita dan sudah diingatkan berulangkali belum jua mau menyadarinya.
    Jadi akunya yang kebawa sedih.

    BalasHapus
  4. Aku merasakan seperti Mba Ety ...
    Tapi sebagai keluarga ya mau tak mau ya kita harus selaling mengingatkan. Makasih buat mba IDa yang telah menulis ini untuk pengingat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ini juga ngingetin diri mba Alida ...sama2 :)

      Hapus
  5. mba, tulisan ini juga yang membuat saya berkaca ketika mendapati arti dari QS Asyyuro ayat 30, kemudian berpikir selama Ramadan kemarin, betapa saya masih sering zolim.

    Semoga Allah senantiasa menyayangimu dan keluargamu ya Mba Ida. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Allohumma Aamiiin... Blognya mba Ipeh kok ga bisa diakses ya...loading terus di G+

      Hapus
  6. Hhhmmm... harus sering-sering intropeksi diri nih kalau begini dan tentunya mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Allah SWT.

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah baca tulisa ini serasa ditampar, makasih telah diingatkan mbak. Salam dari Jogja

    BalasHapus
  8. makasih teteh... saya jd diingatkan utk slalu introspeksi diri...
    smoga kita smua bisa selalu dekat dengan-Nya :)

    BalasHapus
  9. Memang demikian tabiat manusia ya Mbak. Saat susah merapat kepada Tuhan agar diberi. Saat diberi kemudahan, dia jumawa dan justru pelit. Hidup jadi harus penuh kewaspadaan, jangan sampai menyesal saat semua tak bisa lagi diperbaiki. Introspeksi, evaluasi diri, dan terus menilai diri sendiri. Semoga saya mampu bertindak bijak walau memang berat, apalagi dalam hidup modern yang kebanyakan diukur dari materi belaka. Kadang berbuat baik malah dicibir. Terima kasih, Mbak.

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^