**/ Cerita Ida : Tips Mengoptimalkan Manfaat Internet dalam Keluarga

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

14 Agu 2016

Tips Mengoptimalkan Manfaat Internet dalam Keluarga

Tips Mengoptimalkan Manfaat Internet dalam Keluarga

Pertama kali saya banyak berinteraksi dengan internet sekitar tahun 2005-2006 an.  Saat itu saya seperti Si Iteung dalam Si Kabayan Saba Kota.  Terbengong-bengong melihat keramaian kota yang begitu menggoda.  Saya terpukau dan akhirnya sangat menikmati interaksi yang memang begitu banyak manfaatnya. Interaksi yang membuat hidup saya menjadi penuh warna.

Saat itu saya merasa dunia begitu terbuka lebar, saya bisa tergabung dengan berbagai komunitas yang bermanfaat karena internet. Saya bisa banyak belajar tentang apa pun via internet, mulai dari berbisnis, memasak ngeblog dan sebagainya.  Padahal sebelumnya saya sangat menolak rencana suami untuk langganan kuota internet karena waktu itu biayanya cukup mahal.  Beruntung akhirnya saya menyetujuinya.






Seperti dua sisi mata uang, saya setuju dengan pendapat Mak Indah  Juliani di sini.  Keberadaan internet memang banyak manfaatnya, tetapi kita pun  tentu harus berhati-hati, sangat banyak kejahatan yang dilakukan akibat dampak buruk dari internet.  Sebagai ibu dari lima anak yang belum dewasa tentu saja saya merasa khawatir pengaruh itu menimpa anak-anak saya.  Terlebih di rumah ada wifi yang membuat anak bebas mengakses internet.

Tetapi tak adil rasanya kalau saya melarang mereka untuk berinteraksi dengan internet sementara saya sendiri menikmati manfaatnya yang cukup besar.  Akhirnya saya berfikir bahwa anak-anak saya harus imun bukan steril, karena saya sebagai orang tua memiliki keterbatasan yang sangat untuk selalu memantaunya.  Kalau mereka imun atau kebal dimana pun, kapan pun walaupun tidak ada saya didekatnya anak-anak kebal terhadap godaan karena mereka tahu dampak negatifnya dan selalu ada Allah SWT yang mengawasinya.

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan agar  anak-anak kita aman berinternet.

Pondasi Agama yang Kokoh

Pondasi awal yang saya tanamkan kepada anak-anak adalah pondasi agama yang kokoh, karena dunia di luar sana penuh dengan godaan.  Tanpa pondasi agama yang kokoh mereka akan mudah terbawa arus lingkungannya.  Alhamdulillah berkat pondasi ini mereka memiliki filter yang cukup bagus.

Pernah saat si sulung SMP diajak nonton bareng di kelasnya saat pelajaran bebas, karena waktu itu masih ada RSBI sehingga kelasnya support untuk dipakai nonton bersama,  Karena tahu apa yang ditonton itu tidak baik, anak saya memilih menghindar.  "Menonton yang seperti itu bisa merusak lima titik di otak kita kan ya Mi..." Begitu cerita si sulung waktu itu, alhamdulillah.

Kenali Minat dan Hobi Mereka

Selain pondasi yang kokoh, kita pun harus mengarahkan penggunaan internet untuk hal-hal yang positif pada anak-anak.  Lihat dan perhatikan hobi mereka apa, ajak untuk mengeksplor hobinya itu via internet.  Insya Allah dengan cara seperti itu waktu anak-anak untuk berinteraksi dengan internet akan digunakan untuk hal-hal yang positif mengembangkan hobi mereka.  

Waktu Maghfira senang dengan TIK saya ajak dia membuat video yang mendukung tulisan saya, alhamdulillah Maghfira semangat, video di bawah adalah video dengan konten bahaya game.  Entahlah anak usia delapan tahun mengerti atau tidak isinya hehe...Video ini buatan Maghfira dengan sedikit dibantu kakaknya.  Demikian juga anak-anak lain mereka bisa memanfaatkan internet untuk hobinya.



Aa Miqdad sekarang menggunakan fasilitas internet ini untuk mengutak-atik hobinya yang berkaitan dengan video.  Sementara Mushab senang sekali menggunakan internet untuk eksplor hobinya utak atik rubik.  Dengan cara ini alhamdulillah mereka sudah sangat jarang bermain game tanpa saya larang.  

Dulu ada waktu bagi mereka untuk bermain games dalam seminggu satu jam di hari sabtu dan minggu.  Setelah mereka asyik dengan hobinya kebiasan bermain game lambat laun menghilang. Alhamdulillah..

Beri Mereka Rambu-Rambu

Jangan membiarkan begitu saja mereka menggunakan gadget beserta fasilitas internetnya.  Saya tidak pernah membelikan Hp kepada anak-anak.  Hp abinya dan sayalah yang mereka gunakan, dengan demikian pemakaian mereka terbatas. Kecuali untuk anak-anak yang sudah bisa membeli dengan uangnya sendiri, itu pun terbatas karena saya tidak memberikan mereka paket kuota, jadi pemakaiannya hanya di rumah karena ada fasilitas wifi nya.  Alhamdulillah selama ini mereka bertanggung jawab.

Penggunaan tablet, laptop semuanya di ruang terbuka, dengan waktu yang dibatasi pula.  Secara umum untuk menghindari dampak negatif dari internet ada beberapa tips yang dapat kita terapkan, :


  1. Orang tua harus melek internet
  2. Gunakan perangkat lunat yang bisa menyaring konten negatif (lebih bagus lagi produk lokal selain bisa menyaring hal-hal negatif berbahasa Inggris juga bisa menyaring yang berbahasa Indonesia)
  3. Siapkan fasilitas internet di rumah kita daripada mereka ke warnet yang susah kita pantau.  Tempatkan fasilitas internet di tempat terbuka agar mudah mengawasi aktivitas anak.
  4. Batasi anak dalam mengguanakan internet, buat jadual yang kita sepakati bersama
  5. Beri rambu-rambu situs yang boleh diakses anak.  Kalau saya sih yang mendukung hobi mereka saja.
  6. Melarang mereka untuk melakukan komunikasi online dengan orang yang tidak dikenal.  Jangan mengekspos informasi bersifat pribadi bersifat publik
  7. Hukuman yang tegas saat mereka melanggar aturan
  8. Hal yang penting adalah komunikasi yang baik dengan anak dan tauladan yang baik dari kita orang tua.
Itulah sedikit tips agar penggunaan internet di rumah kita bisa memberikan dampak yang baik untuk keluarga kita, semoga bermanfaat ya... :)

29 komentar :

  1. saya setuju dengan tidak membelikan hape anak2, meskipun ibu saya sudah bolak balik maksa saya beliin anak saya hp, alasannya sekarang banyak hape murah. tapi efeknya itu lo...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup... ngeri juga kalau anak2 belum disiapkan :)

      Hapus
  2. Alhamdulillah anak anakku di rumah baru pegang gadget dll di hari jumat pulang sekolah sampai hari minggu jam 12 siang. Awalnya berat buat mereka , alhamdulillah skrg sudah ringan dan tertib. Nice share mbak. Bisa nambah ide juga buat moms lain menerapkannya di rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah... iya mba saya juga dulu sabtu minggu masing2 dua jam saja. Sekarang mah hampir tiap hari tapi sebentar dan ngepoin hobi mereka aja :) No games anymore alhamdulillah :)

      Hapus
  3. Disini biaya dan terbatasnya jaringan masih menjadi kendala untuk menyediakan fasilitas internet di rumah. Sehingga banyak anak yang menghabiskan waktu di warnet maupun warung yang ada wifinya, mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh ngenes mba kalau saya ke warnet liat anak2 berinternet ria tanpa pengawasan... ngeri mereka jadi gaul di sana :(

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Aku kuatir juga jika menggunakan internet tapi tidak terkontrol oleh orangtua, mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup... harus diperkuat dasar agamanya dulu, bukan sekedar mengerjakan kewajiban tapi makna hidupnya juga...

      Hapus
  6. hhh, terkadang ada hikmahnya juga saya tinggal di daerah yang belum begitu banyak dijangkai intenet, setidaknyamengurangi kekhawatiran saya untuk sekarang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya mak harus dipersiapkan dulu anak2nya :)

      Hapus
  7. Iya setuju. Pondasi akhlaknya harus dikuatkan dulu sebelum memperkenalkan anak pada internet

    BalasHapus
  8. Keren. Teh Ida memang patut jadi teladan ibu-ibu. Anaknya banyak, tapi tetep terdidik dengan baik. Anak-ananknya berprestasi dan saroleh. Sesama ibu dengan anak yang banyak, ajarin aku dong teeeeh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Whuaaaa apaan sih teh Nia....
      Teh Nia sendiri yg bilang dunia maiya mah menipu hahaha.... yg keliatan yg bagus2nya doang Mak :)

      Hapus
  9. Saya pasang internet di rumah biar gak repot cari wifi atau ke warnet terus. Efeknya, anak-anak ikut kenal dengan internet meski sebatas nonton video-video di YouTube. Tapi senangnya mereka nonton yang memang tontonan mereka sih, channel khusus anak-anak begitu. Anak-anak saya masih TK dan kelas 1 SD. Cuma memang harus dibatasi jangan sampai terlalu lama mereka menonton video di gadget.

    BalasHapus
  10. Setuju mbak, meski inet jg menguntungkan tapi ortu jg harus tetap menegakkan rambu2nya spy anak bisa bertanggungjawab. Kembali lg bekl agama emang penting ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... kita mah ortu manusia biasa yg sangat terbatas daya pantaunya. Saya juga takut karena anak2 saya sekarang baik2 karena mereka anak rumahan, susah diajak main hehe.. gak tau kalau sudah pada gaul makanya harus diperkuat basicnya dulu yaitu pemahaman pada agama

      Hapus
  11. setuju teh..
    tetep yaa mesti ada aturannya dalam berinternet ria.
    dan yang terpenting sebagai ortunya wajib n kudu MELEK internet

    BalasHapus
  12. Iya Mak Nchie kalau emaknya engga ngerti ga tau bahayanya dan bisa dibohongi anak ya Mak :)

    BalasHapus
  13. harus di waspadai jika anak2 menggunakan internet, sekarang ini banyak negatifnya di bandingkan positifnya... harus extra di pantau tuh anak2nya.

    BalasHapus
  14. Wah, makasih tipsnya. Memang harus dibatasi bukan dijauhkan dari internet.

    BalasHapus
  15. Wah, makasih tipsnya. Memang harus dibatasi bukan dijauhkan dari internet.

    BalasHapus
  16. Setuju banget mba memang seperti dua sisi mata uang, dan untuk anak2 bisa jadi banyak manfaatnya asalkan kita selalu mengawasi & melek internet.

    BalasHapus
  17. Thanks blogpostnya, Teh Ida, jadi kepikiran buat anak-anakku juga :)

    BalasHapus
  18. Saya masih harus belajar banyak dari Teh Ida nih, semacam dari tulisan-tulisan ini. Si Akmal sudah mulai senang nonton YouTube terutama yang berkaitan dengan mobil-mobilan dan robot, kayaknya itu kesenangan dia.

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^