blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

7 Mei 2020

Ciri Orang yang Diampuni Dosanya.





Ciri Orang yang Diampuni Dosanya


مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ


"Barangsiapa berpuasa Ramadhan  atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya yang telah lalu akan diampuni"  (HR Bukhari no 38 dan Muslim no 760)

Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat iman, nikmat Islam serta nikmat kesehatan hingga kita bisa melaksanakan puasa di bulan Ramadhan ini sampai hari keempat belas ini.

Membaca hadist di atas kita tentu sangat bersyukur dan berbahagia karena janji Allah SWT itu benar adanya.  Kita akan diampuni semua dosa dari semenjak kita baligh sampai detik ini, bila kita menjalankan puasa dengan sempurna sesuai petunjuk Allah SWT dan rasul Nya.


Puasa yang Seperti Apa yang Membuat Kita Mendapat Ampunan ?


Tapi apakah kita berpuasa ini sudah sesuai dengan hadist tersebut di atas ? Kita sudah berpuasa dengan dasar keimanan (imanan) dan mengharap pahala dari Allah SWT (wa ihtisaban) sesuai dengan hadist di atas?

Kalau kita telaah lebih dalam hadist di atas maka kita bisa menemukan jawaban dari pertanyaan di atas. kita akan memahami apakah kita sudah sesuai atau belum.

Kata man mengandung makna bahwa man siapa pun baik tua muda, miskin, kaya, laki-laki atau pun perempuan siapa pun tanpa ada sekat batas-batas dunia.   Siapa saja sepanjang dia beriman dan memenuhi  kualifikasi untuk menjalankan puasa.

ShoomaRomadhona  ini maknanya hanya shaum di bulan Ramadhan, bukan di bulan-bulan yang lainnya.

Imanan melakukan shaum dengan penuh kekuatan imanan  yg diwujudkan dengan meningkatkan dan memperbanyak kualitas amalan sholihnya.  Meningkatkan seluruh amal sholehnya baik secara  kuantintas maupun kualitasnya.

Seperti sholat tidak hanya ditambah sholat-sholat sunnah tapi ditingkatkan kualitasnya dengan  memahami artinya.  Direnungi maknanya hingga ibadah sholatnya semakin  mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.

Demikian juga ibadah lainnya seperti membaca al qur'an tidak hanya dibaca saja (qiroah) tapi ditilawahi (ditadaburi maknanya), dihapalkan (tahfidz) dan diamalkan isinya.

Wahtisaban (wa + ihtisaban), ia mengukur-ukur amal ibadahnya, dijaga dievaluasi terus supaya ikhlas karena Allah SWT bukan karena motif tertentu baik riya (ingin dilihat manusia) atau sum'ah (ingin didengar manusia) atau motif lainnya selain Allah SWT.

Dengan melakukan ibadah dengan kriteria sudah seperti di atas itu artinya kita semua berpeluang diampuni seluruh dosa-dosa yang pernah dilakukan di masa lalunya.

Masya Allah, tak terlukiskan berapa banyak dosa yang telah kita lakukan dari semenjak baligh sampai saat ini.  Dosa penglihatan, pendengaran, hati, lisan dan seluruh panca indera kita, kadang kita gunakan bukan untuk kebaikan.

Mata melihat sesuatu yang tidak semestinya kita lihat menonton sesuatu yang tidak baik atau tidak ada manfaatnya.  Pendengaran, mendengarkan sesuatu yang buruk seperti pembicaraan buruk mengenai orang lain, mendengarkan musik dan nyanyian yang melalaikan hingga kita begitu mencintai dunia dan melupakan akhirat.

Dosa-dosa yang demikian menumpuk lalu ada waktu seketika Allah berkenan mengampuni seluruh dosa kita. Masya Allah..tentu diskon dari Allah SWT ini tidak akan dan tidak boleh kita sia-siakan.

ilustrasi dari freepic

Ciri Orang yang Dosanya Diampuni.


Lalu bagaimana cara mengukurnya atau ciri orang yang mendapatkan ampunan dari Allah SWT sehingga dia bisa melihat keadaan dirinya sudah terbebas dari dosa-dosanya?

Kita bisa melihat semua itu melalui petunjuk hidup kita.  Kembali pada ketentuan di dalam Al Qur'an, orang-orang yang diampuni dosanya disifati dengan  kalimat yang singkat tapi padat yaitu taaba, yatubu, taubatan dan diserap dalam bahasa Indonesia dengan nama taubat.

Secara sederhana taubat artinya kembali.  Misalnya orang mau dari Jakarta mau ke Bogor tapi salah jalan, hingga tidak mungkin sampai ke Bogor.  Maka ia harus kembali dan mencari jalan yang benar agar sampai ke Bogor.

Seperti itu lah ketika seseorang bertaubat, ia kembali menuju pada jalan yang benar dan mengikuti petunjuk jalan benar

Telinga, mata, lisan salah bertutur maka saat kita taubat kembalikan kepada fungsi yang sebenarnya.  Mata kita gunakan untuk melihat yang baik, telinga untuk mendengar yang baik, mulut untuk berkata yang baik dan sebagainya.

Kata inama (menunjukkan batas-batas tertentu yaitu hanyalah: Sungguh taubat yang diterima oleh Allah SWT itu hanyalah sebagai berikut ) yaitu orang-orang yang pernah berbuat salah (buruk, sumbernya nafsu) maka segera ia taubat.

Taubat itu harus disegerakan, jangan ditunda.  Orang-orang yang cenderung beramal sholih karena imannya maka pasti akan selalu Allah tunjukkan hal-hal yang pernah dilakukan di masa lalu, ditunjukkan kesalahan-kesalah yang telah dilakukan.

Hingga orang-orang tersebut cenderung fitrahnya mendorong dia untuk selalu bertaubat kepada Allah.  Orang-orang yang diterima amal sholehnya diterima dan digugurkan dosa2nya saat beramal ia akan merasakan kenikmatan sholatnya, nikmat membaca al qur'annya dan selalu mengingat dosa2-dosanya dimasa lalu untuk dia taubati.

Dia akan menyesali dan berpikir kemana saja ia selama ini kok tidak bisa menikmati sholat-sholat nya, tidak nikmat saat baca al qur'annya, tidak senang bersedekah padahal semua itu sebenarnya begitu nikmat.

Sifat orang yang Taubat


Ada dua ciri orang yang telah melakukan taubat yaitu:


  • Jadi sifat orang yang telah bertaubat itu meninggalkan jalan yang salah kembali kepada jalan yang sholeh. Mata, telinga sudah tidak suka lagi melihat hal-hal yang tidak bagus dan tidak bermanfaat. ketika sudah bisa meninggalkannya tanda kita sudah diterima taubatnya.
  • Mengganti perbuatan yang salah dengan fungsi yang sholeh.  Sadar telah memandang yang salah, lisan yang salah, pendengaran yang salah lberbuat salah  lalu bergegas menutupinya dengan amalan sholeh.


Jika kita menyadari masa lalu banyak yang salah, maka setidaknya yg tersisa gunakan untuk membentuk yang sholeh, tutup yang salah dengan amalan yang sholeh.   Abaikan pernyataan manusia, abaikan pandangan manusia. jadikan kesalahan yang telah kita perbuat sebagai pelajaran masa lalu untuk masa depan yang lebih baik.

Boleh jadi semua itu adalah jalan dari Allah SWT supaya merasakan kenikmatan taubat dan meninggalkan perbuatan itu untuk kembali pada ridla Allah SWT

Jika kita tak mampu berlomba dengan orang sholeh untuk meningkatkan ketaatan setidaknya kita bisa berlomba dengan para pendosa untuk bertaubat di hadapan Allah SWT.

Nah itulah teman-teman Ciri Orang yang Diampuni Dosanya. Semoga kita termasuk ada di dalamnya, dengan meninggalkan semua yang sia-sia apalagi yang salah dalam hidup kita dan menggantinya dengan amalan yang sholeh.  Semoga bermanfaat... :)

Disarikan dari ceramah Ustadz Adi Hidayat




20 komentar :

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Aamiin
    Merinding baca ini. Semoga saya termasuk yang diampuni..
    Aamiin

    BalasHapus
  3. Semoga kita termasuk orang-orang yang diampuni dosanya ya. karna kita tidak tahu sebanyak apa dosa yang sudah dimiliki. Sering-sering minta ampun

    BalasHapus
  4. Amiiin, semoga kita semua termasuk orang orang yang diampuni dosanya ya teh

    BalasHapus
  5. Aamiin.
    Semoga kita termasuk hamba Allah yang diterima taubat dan ibadahnya. Sebab semuanya adalah rahmat Allah.
    Terima kasih telah berbagi ilmu, mba.

    BalasHapus
  6. Terima kasih mba..sudah memberikan pencerahan melalui tulisan ini. Semoga kita semua tergolong yang diampuni dosa2 kita. Aamiin..

    BalasHapus
  7. Semoga kita tergolong hamba Allah yang mendapatkan ampunan dosa ya mba.

    BalasHapus
  8. Jadi nambah ilmu lagi mba, semoga setiap doa yang kita panjatkan menjadi jalan taubat kepada allah dan diampuni segala dosa, aamiin..

    BalasHapus
  9. Puasa di tengah pandemi benar2 membuatku bisa melihat kekuasaan Allah. Apapun yang kita rencanakan & apapun yang kita punya itu sama sekali nggak berarti menghadapi pandemi ini.

    BalasHapus
  10. mbak, aku punya banyak dosa masa lalu, aku juga udah taubat, Allah maafin aku ga yaa? kok tiba2 sedih banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah ..harus yakin Alloh bagaimana prasangka hamba Nya. Asal taubatan nasuha tidak mengulangi kesalahan dan menggantinya dengan amal sholeh :D

      Hapus
  11. Terima kasih Teh Ida tausyiah lewat tulisannya, setiap hari berdoa semoga dosa-dosa saya diampuni Allah SWT

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Teh..Aamiin Allohumma Aamiin..

      Hapus
  12. Semoga Kita termasuk orang yang diampuni dosanya ya dan bertobat dengan sebenar-benarnya.

    BalasHapus
  13. Semoga Allah berkahi dan beri hidayah jalan yang lurus selalu.
    Aamiin.

    Barakallahu fiik, teteh....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah...Aamiin Allohumma Aamiin..

      Hapus
  14. Semoga kita masuk di dalam golongan mereka yang diampuni dosa - dosanya yaaa teh.. Aamiiin YRA

    BalasHapus
  15. MasyaAllah terima kasih ilmunya Mba jadi pengingat banget buat saya agar senantiasa bertaubat

    BalasHapus
  16. Melihat, mendengar dan merasa yang baik-baik saja itu hadiah dan berkah luar biasa dari Allah ya Mbak. Dan ternyata masuk ke ciri dosa yang diampuni.

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^