blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

10 Agu 2021

Bangga dengan Keanekaragaman Wisata Alam Indonesia

 


Bangga dengan Keanekaragaman Wisata Alam Indonesia  "Hai Indonesia...." Kembali teriakan itu terdengar.  Kami bertiga selalu tertawa setiap mendengar panggilan itu.  Terlebih setiap Mr Michael bule yang memandu tur di kapal ini memanggil kami "Hai Indonesia",  Milah temanku yang kocak selalu menjawabnya dengan teriakan "Merdeka".

Betul ya, saat berada di luar negeri itu bukan hanya tentang diri kita, tapi kita sedang membawa nama baik negara kita. Jadi harus betul-betul menjaga kata dan sikap kita. Tidak hanya kami bertiga saja yang dipanggil dengan nama negara tapi semua yang ada di kapal itu dipanggil sang pemandu dengan nama negaranya masing-masing.  

Saat snorkeling di perairan Phi Phi Island Thailand itu saya begitu terpesona dengan keindahan perairan di sana.  Tapi kemudian Andri sahabatku berkata "Indonesia Timur jauh lebih indah lho....., pemandangan bawah laut, terumbu karang dan ikan-ikannya jauh lebih beraneka ragam dengan aneka ragam warnanya yang luar biasa indah..".

Semenjak itu muncul rasa penasaran untuk menikmati keindahan alam Indonesia Timur. Saya percaya kepada Andri  karena ia sudah mengunjungi banyak tempat di luar negeri maupun di dalam negeri.  Alhamdulillah, siapa sangka kalau kisah di perairan Phi Phi Island di Krabi itu hanya merupakan awal dari petualanganku bertraveling.  

Berbagai destinasi wisata baik di dalam maupun di luar negeri akhirnya bisa saya sambangi bersama sahabatku Andri dan Milah.  Saya menyebut kami sebagai Tiga Emak Petualang, lalu anggota pun bertambah hingga lima orang.  Alhamdulillah keinginan menyaksikan keindahan alam Indonesia Timur bisa terealisasi, walau pun baru sebagian kecil saja.

Banyak daerah-daerah di Indonesia yang dianugerahi aset sumber daya alam yang eksotis.  Keindahan alam yang indah, keanekaragaman flora dan fauna, sinar mentari yang melimpah, lautan yang membiru, bentangan sawah yang menghijau bak permadani terhampar atau berundak artistik.  Kemajemukan budaya dan tradisi serta peninggalan sejarah purbakala, semua itu adalah anugerah yang harus selalu kita syukuri.

Sunset di Bali dan Flores

Indonesia dianugerahi bumi yang luar biasa indah, ada delapan Situs Warisan Budaya Dunia yang diakui UNESCO, ada juga Candi Borobudur yang merupakan candi Budha terbesar di dunia, keanekaragaman hayati Indonesia pun merupakan yang terbesar kedua di dunia.  

Masih banyak lagi keajaiban alam lainnya seperti Komodo, tradisi yang unik seperti pembuatan perahu layar tradisional Pinisi di Sulawesi, keragaman budaya, wisata kuliner yang beraneka ragam, tradisi bernuansa mistis di Tanah Toraja hingga beragam pakaian tradisional mulai dari Sabang sampai Merauke.

Semua keindahan itu merupakan daya tarik yang menjadi potensi wisata alam yang dapat meningkatkan pajak pembangunan dan  menjadi tumpuan Pendapatan Asli Daerah (PAD).  Selain itu juga potensi wisata ini dapat meningkatkan dan meratakan kesempatan kerja serta pendapatan masyarakat.  

Satu hal penting yang  harus selalu diperhatikan dan diupayakan adalah potensi wisata Indonesia harus menjadi sebuah tempat wisata berkelanjutan dimana para wisatawan  berwisata tanpa merusak alam, sayangkan kalau alam Indonesia yang begitu indah rusak oleh tangan-tangan usil para wisatawan. 

Indahnya Bumi Flores....

Perjalanan traveling yang paling berkesan adalah saat berpetualang bersama sahabatku Andri ke Labuan Bajo.  Labuan Bajo terletak di Nusatenggara Timur tepatnya ujung paling barat pulau Flores. Termasuk ke dalam 10 destinasi prioritas Indonesia membuatnya semakin mudah untuk dikunjungi.

Sudah semakin banyak penerbangan langsung dari Jakarta, Surabaya dan terlebih Bali menuju Labuan Bajo.  Perjalanan kami pun memilih melalui Bali, jadi perjalanan dimulai dari Bandung-Bali-Labuan Bajo-Bali dan kemudian kembali ke Bandung.  Sebuah perjalanan yang sangat menyenangkan dan tidak akan terlupakan dalam kehidupanku. 

Ada kebanggaan menyeruak yang kemudian membuncah di dada saat menyaksikan secara langsung keindahan alam Labuan Bajo.  Labuan Bajo yang selama ini hanya bisa saya saksikan di televisi atau di media sosial kini hadir tepat di depan mataku.  Tak henti mulutku merapal, berguman menyebut kebesaran-Nya.  Sepenggal tanah surga seolah hadir di sini....

Petualangan Dimulai...

Dari Bandung menuju Bali kami hanya berdua saja, rencananya saat di Labuan Bajo nanti kami akan bertemu dengan teman kami dari daerah Semarang dan Jogjakarta.  Saat matahari bersinar terik tepat di atas kepala, kami pun sampai  di Bandara Ngurah Rai.  Setelah istirahat sebentar sambil menyantap makan siang di sebuah kafe, kami langsung menuju hotel yang sudah kami booking sebelumnya dengan menggunakan taksi online.  

Petualangan di mulai di sore hari,  kami hanya berjalan kaki saja, kebetulan hotel tempat kami menginap tidak begitu jauh dari pantai Kuta yang kami tuju.  Ramai suasana di sana, banyak kerumunan wisatawan yang akan menyaksikan keindahan panorama saat mentari kan menghilang menuju peraduannya.

Momen seperti ini memang selalu dinanti para wisatawan, mengingat keindahan sunset di Pantai Kuta memang sangat indah memesona.  Saat hari mulai gelap saya dan Andri menuju sebuah mall, ternyata di sana sedang berlangsung festival makanan tradisional yang hanya berlangsung setahun sekali, sungguh suatu kebetulan yang menyenangkan.  Tak terasa malam telah larut saat kami sampai ke hotel tempat kami menginap.

Setelah sholat shubuh kami segera menuju bandara kembali, memburu waktu mengejar pesawat yang akan membawa kami menuju Labuan Bajo.  Pesawat kecil yang kami tumpangi pun tinggal landas membawa kami menuju Labuan Bajo.

Bandara Udara Komodo

Tiba di Bandara Udara Komodo kami berdua dijemput pihak hotel yang juga telah kami booking sebelumnya.  Bandara Komodo memang sebuah bandara yang kecil tapi cukup untuk menampung turis-turis yang datang. Di bandara Komodo ini kita bisa melihat banyak turis asing dari berbagai negara yang sengaja datang untuk menikmati keindahan Labuan Bajo.

Perjalanan menuju hotel tidak begitu lama hanya sekitar sepuluh menit saja kami sudah tiba di sebuah hotel kecil namun cukup nyaman. Yang mengasyikkan adalah pemandangan di depan hotel itu sangat indah menawan hati.  Pemandangan sebuah dermaga kapal yang cukup ramai sehingga sering terdengar suara kapal yang hilir mudik hendak berlabuh atau hendak menuju laut.

City Tour di Labuan Bajo

Sejauh mata memandang adalah perairan Labuan Bajo yang begitu memukau dengan warna hijau toska berkesan sangat jernih.  Pemandangan pun berpadu dengan birunya langit Labuan Bajo yang sangat cerah.  

Kontras dengan bukit-bukil kecil berwarna kuning, garang kecoklatan.  Sebuah lukisan alam yang begitu harmoni. Konon bukit-bukit itu akan berubah warna saat musim hujan menjadi hijau yang menyejukkan mata.   

Bukit Cinta
Bukit Sylvia

Hari pertama dan kedua kami berkeliling saja dengan sepeda motor yang kemi sewa.  Beberapa destinasi wisata bisa kami temukan diantaranya adalah Bukit Sylvia, Bukit Cinta dan Gua Batu Cermin serta beberapa tempat wisata lainnya.

Gua Batu Cermin

Sepenggal Pagi di Tanah Flores

Kami sempat tersesat di sebuah perkampungan di tanah Flores saat sedang berburu sunrise di Pantai Pede.  Beruntung juga tersesat hingga bisa menikmati sepenggal pagi yang indah di sebuah desa yang agak terpencil.

Tanpa sengaja kami bisa menikmati suasana pagi yang eksotis di sebuah desa yang hampir semua penduduknya berternak sapi.  Kesibukan keseharian sebuah desa terpencil, anak-anak berseragam merah putih berlari-lari kecil menuju sekolahnya.  

Hanya sesekali kendaraan bermotor yang lewat, selebihnya adalah sapi-sapi yang bebas berjalan-jalan sampai ke tengah jalan, mungkin sedang mencari rumput.  Beberapa orang tua terlihat termangu di balik jendela rumah panggung berdinding kayu.  

Suasana Pedesaan di Sebuah Desa Terpencil

Siang harinya kami sudah menjadi berempat karena teman-teman kami dari Semarang dan Yogyakarta sudah sampai di Labuan Bajo. Menikmati City Tour dengan kendaraan hotel yang disediakan khusus untuk para tamu,  kami mengunjungi beberapa destinasi wisata di Labuan Bajo sambil menanti perjalanan sesungguhnya di esok hari.

Tibalah petualangan sesungguhnya, pagi-pagi kami berempat sudah bersiap menuju dermaga.  Kami memang sudah booking paket tour tiga hari dua malam menjelajah dari pulau ke pulau di Kawasan Taman Wisata Nasional Komodo  menggunakan kapal layar.

Bersama teman-teman saat berlayar

Kami berempat bertemu dengan tiga orang yang lain yang akan bersama-sama mengarungi perairan Labuan Bajo, jadi total peserta tour ada 7 orang dan kesemuannya adalah perempuan.  Di kapal kami ditemani beberapa kru kapal yang memiliki tugas masing-masing.  

Ada tiga orang yang menjadi guide tour yang mendampingi kami kemana pun kami pergi, ada fotografer yang mengabadikan setiap momen perjalanan kami, ada koki ada juga beberapa orang yang bertugas mengemudi kapal sekaligus menjadi teknisi bila terjadi masalah dengan kapal layar.

Alhamdulillah teman-teman kami di kapal adalah para traveler pecinta lingkungan hingga selalu mengingatkan untuk tidak menyimpan sembarangan sampah karena takut terbawa angin dan terbuang ke laut. Jadi teringat nasib tragis ikan-ikan yang mati dengan kondisi yang menyedihkan karena isi perutnya dipenuhi dengan sampah.  


Di Pulau Kanawa

Pulau Kanawa yang Cantik

Pulau Kanawa menjadi pulau pertama yang kami singgahi. Sekilas namanya mirip dengan Pulau Kanewa di Sumbawa Nusa Tenggara Barat.  Saat pertama kali menginjakkan kaki di Dermaga Pulau Kanawa akan terlihat laut biru sangat jernih. Dari atas dermaga kita bisa melihat ikan-ikan kecil berenang terlihat begitu gembira.

Luas Pulau Kanawa kurang lebih 32 hektar,  memiliki pemandangan alam yang sangat menawan. Mirip sebuah pulau pribadi karena begitu sepi.  Hamparan pasir putih yang sangat putih dan halus, air laut yang hijau bening, bukit kecil berwarna kecoklatan sebuah paduan indah  yang begitu harmoni memanjakan mata yang memandangnya.

Di sini kami asyik berfoto, bersnokeling melihat pemandangan bawah air yang indah sekali.  Terumbu karangnya cantik dihiasi bermacam ikan hilir mudik berenang dengan riang gembira karena tidak ada makhluk lain yang mengganggunya.  

Terumbu karang yang belum terjamah manusia terlihat begitu indah dipandang mata.  Saya sempat merapal do'a semoga saja habitat ikan di sini selalu terjaga dengan baik.  Berulang kali pula bibir ini bergetar menyebut nama-Nya karena terpesona dengan indahnya pemandangan, sungguh jauh lebih indah dibanding perairan Phi Phi Island di Thailand dulu.

Indahnya Pulau Gili Lawa

Gilli Lawa merupakan sebuah pulau kecil tak berpenghuni yang terletak di sebelah utara Pulau Komodo.  Gili Lawa ini terdiri dari Gili Lawa Darat dan Gili Lawa Laut.  Pulau ini cantik sekali dengan hamparan padang rumput luas yang berwarna kuning kecoklatan di musim kemarau dan berwarna hijau segar di musim hujan.  Dikelilingi oleh lautan biru yang juga cantik.

Kami melakukan pendakian di sini saat menjelang senja, hingga saat di puncak kami bisa menikmati keindahan sunset yang tak terkira.  Mendaki puncak bukit Gili Lawang ini memang lumayan terjal dan membutuhkan kekuatan fisik yang fit.  

Untuk mencapai puncaknya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit.  Saat menuruni bukit ini hari sudah mulai larut malam.  Tetapi suasana sungguh mengasyikan dan unik, menjelajah bukit gersang di malam hari sungguh memberikan sensasi tersendiri.

Gili Lawa 

Treking di Gili Lawa

Pemandangan bawah laut Gili Lawa tak kalah cantik, beragam ikan yang berwarna-warni menggoda mengelilingi kami saat snorkeling karena guide tour kami menaburkan roti di sekitar kami.  Amboi sungguh pemandangan yang luar biasa cantik sekali....


Indahnya Pulau Padar

Pulau Padar yang Eksotik

Esok harinya pagi-pagi sekali kami pun melakukan pendakian di Pulau Padar yang indah. Pulau ini merupakan pulau ketiga terbesar di Taman Wisata Nasional Komodo ini. Memiliki pemandangan yang luar biasa indah menjadikan Pulau Padar ditetapkan sebagai warisan dunia sejak tahun 1991.

Pulau Padar merupakan tempat wisata yang unik dan menarik karena memiliki pemandangan yang berbeda saat musim kemarau dan musim hijau.  Pemandangan terlihat kuning kecoklatan berkesan garang namun eksotik. Saat musim hujan suasana berubah menjadi bernuansa hijau yang menyejukkan mata.

Dari kapal saya dan teman-teman memasuki dermaga dengan sekoci. Turun dari sekoci dan berjalan sudah terlihat undakan tangga yang tak terlihat ujungnya karena memang hari masih gelap. Padar memiliki bukit lebih tinggi dari pada pulau-pulau tetangganya, itulah mengapa Pulau Padar lebih populer di kalangan trekker.  

Mencapai puncaknya sebetulnya hanya memerlukan waktu kurang lebih 45 menit sampai satu jam saja, tapi selama dalam perjalanan pengunjung disuguhi panorama perbukitan dengan pemandangan yang luar biasa. Perjalanan menjadi terhambat karena banyak berfoto mengabadikan tiap momen perjalanan. 

Di tiga perempatan menuju puncak bukit kita akan menemukan rute-rute berbatu. Inilah rute yang dirasakan cukup berat selain tentu saja karena kondisi medan yang gersang di musim kemarau hanya sedikit pepohonan yang tumbuh.  

Kurang lebih satu jam, kami telah sampai di puncak Padar, matahari masih enggan beranjak hingga kami menikmati terbitnya matahari di sini.  Saat hari sudah beranjak terang terlihat jelas bukit-bukit gagah sebagai garis pemisah antar pulau yang memang menjadi daya tarik Pulau Padar ini. 

Bentang alam yang unik terdiri dari hamparan bukit yang bercabang-cabang membelah lautan seperti deretan teluk kecil berbentuk cekungan yang terpisah satu sama lain dibatasi oleh tebing-tebing batu. Karena keindahannya tempat wisata Pulau Padar ini dijadikan gambar background di uang rupiah pecahan Rp50.000,- cetakan tahun 2016.

Usai menuruni Bukit Padar yang lumayan curam kami kembali menaiki sekoci menuju kapal kami. Beristirahat sejenak di kapal, makan dan sholat dan kegiatan lainnya.  Perjalanan pun berlanjut menuju Pulau Komodo yang nge-hits dengan komodo nya dan menjadi ikon Labuan Bajo.  


Pulau Komodo Kebanggaan Indonesia

Berhubung hari mulai gelap di sini kami tidak melakukan treking terlalu jauh.  Saat menemukan satu komodo perjalanan pun dihentikan dan kami berfoto dengan dijaga para pawang.  Komodo termasuk binatang buas yang gigitannya mematikan hingga kami semua diminta untuk hati-hati.

Senang sekali bisa menyaksikan hewan langka yang hanya ada di Indonesia, ya Komodo adalah spesies endemik Indonesia.  Spesies endemik adalah spesies asli yang ditemukan di suatu wilayah tertentu.  Di Indonesia tempat tinggal komodo ini adalah Pulau Komodo dan Pulau Rinca.


Pulau Taka Makasar

Esok harinya kami menjambangi Pulau Taka Makasar, kapal besar tidak bisa sampai ke Pulau Taka Makasar ini. Para wisatawan kemudian menggunakan kapal yang lebih kecil atau perahu karet bermotor untuk mencapai pulau pasir ini. 

Kapal besar dilarang mendekati ke pulau pasir karena bisa merusak terumbu karang yang banyak terdapat di sekitar Taka Makassar. Selain itu juga benturan dengan terumbu karang yang keras bisa merusak mesin kapal.

Warna laut di sekitar Taka Makassar sangatlah indah dipandang mata, berwarna hijau tosca yang cerah, warna ini juga menunjukkan bahwa airnya tidak dalam hingga aman untuk berenang di sini. Selain berenang di sini, para wisatawan bisa menikmati keindahan bawah laut dengan bersnorkeling ria. 

Tentu saja di sini banyak spot eksotik untuk berfoto, pemandangan bawah laut di Taka Makassar ternyata luar biasa cantik. Beraneka ragam karang keras dan lunak, gerombolan koral dan ikan kecil yang beraneka ragam dan warna menghiasi terumbu karang yang merupakan habitat hewan-hewan cantik tersebut.

Satu hal yang harus diwaspadai bila berenang di Taka Makassar adalah arus bawah laut yang terkadang kencang. Pastikan kita ditemani oleh guide bila berenang di sini.  Taka Makassar biasa disebut juga Pulau Gosong atau pulau yang tidak jadi, rumput dan ilalang merupakan satu-satunya penghuni pulau kosong ini. 

Saat berkunjung ke pulau ini kita harus membawa bekal yang cukup karena tidak ada yang berjualan makanan di sini. Keindahan Taka Makassar dengan airnya yang bening berwarna hijau tosca yang indah dipadu dengan biru langit yang cerah menjadi pemandangan yang memanjakan mata.

Manta Point Komodo

Kami juga mengunjungi Pulau Manjarite, Pulau Kelor dan Manta Point Komodo. Manta Point Komodo merupakan salah satu lokasi diving dan snorkeling yang paling banyak menjadi target tujuan wisata  para traveler pecinta olah raga diving dan snorkeling.   Di sini kita bisa berjumpa dengan ikan manta raksasa atau biasa disebut Manta Ray.

Melihat Manta Ray dari dekat

Mengasyikan bisa menyentuh Manta Ray karena memberikan sensasi tersendiri, hingga terkadang kita betah berlama-lama di sini.  Yang perlu diperhatikan saat snorkeling di sini karena arus kencang di bawah laut yang bisa membawa kita secara tidak sadar bermeter-meter dari kapal kita.  Oya di daratan Manta Point ini kalau beruntung para pengunjung bisa menemukan komodo juga di sini.

Pantai Namong yang Lebih Pink dari Pantai Pink

Tadinya kami juga akan mengunjungi Pantai Pink, sayangnya menurut Babang Guide sedang banyak pengunjung jadi gak terlalu bisa bebas mengeksplornya.  Akhirnya destinasi Pantai Pink diganti menjadi Pantai Namong atas usul sang guide.

Beruntung guide-nya penduduk asli Taman Komodo jadi tahu persis ada pantai lain yang seperti pantai pink bahkan katanya lebih pink.  Pantai Namong namanya, pantai ini masih sepi agak tersembunyi tidak banyak yang mengetahui keberadaan pantai ini jadinya masih sangat asli dan alami.

Betul saja sewaktu kami ke sana hanya ada kami saja, jadi serasa pulau pribadi bisa leluasa mengeksplor pantai ini.  Pemandangan di sana indah sekali, birunya langit berpadu dengan air pantai yang berwarna hijau toska yang jernih menyatu dengan bebukitan yang berwarna kuning kecoklatan.

Burung Gagak di Pantai Namong


Sungguh kontras dengan warna pasir yang berwarna pink memukau.  Di sini kita masih bisa menemukan banyak burung gagak di pepohonan.  Rusa yang bebas bermain tanpa takut ditangkapi para pemburu. Sepenggal tanda keragaman flora di Indonesia ada pula di sini.  


Indahnya Pulau Manjalite

Pulau Manjarite

Keindahan pulau Manjarite khusunya pemandangan di bawah airnya memang luar biasa.  Arus di sini tidak terlalu deras karena pelabuhannya dikelilingi bukit sedikit agak tersembunyi.  Memiliki dermaga yang panjang hingga kapal mudah bersandar.

Sinar matahari yang terik dapat menembus sampai kedalaman lima meteran.  Ekosistem bawah lautnya beragam, ikan nya pun indah berwana warni sungguh elok dipandang.


Pulau Kelor

Pulau Kelor menjadi tujuan terakhir kami mengelilingi Kawasan Taman Nasional Komodo.  Berbicara tentang Pulau Kelor adalah berbicara tentang keindahan paripurna.  Keindahan bawah laut, pantai sampai bukitnya semuanya begitu indah.  Aktivitas yang bisa dilakukan di sini adalah mendaki bukit yang terletak persis di tengah pulau.  Dari atas bukit itu kita bisa melihat keindahan landscape Pulau Kelor yang paripurna.

Bukit di Pulau Kelor tidak seterjal Pulau Padar, namun jangan sepelekan walau bukitnya lebih kecil dan pendek tapi banyak rintangan yang kita hadapi di sini.  Mulai dari keterjalan bukit hingga jurang yang curam.  Semua perjuangan mendaki akan terbayar lunas setelah memandang keindahan alam Pulau Kelor dari atas puncak bukit.

Snorkeling di Pulau Kelor juga sangat berkesan, karena keindahan alam bawah lautnya yang juga luar biasa.  Sungguh Maha Besar Allah SWT dengan segala ciptaanNya yang luar biasa. Keindahan alami yang memesona hati.

Berikut sedikit video perjalanan kami ke Bali dan Labuan Bajo




Cara Kita Berkontribusi dalam Menjaga Kelestarian Alam Saat Traveling

Semoga saja tanah dan alam yang masih sangat alami dan cantik ini bisa tetap kita jaga keindahannya.  Semoga kita bisa menjaga dan melindungi flora Indonesia, menjaga dan melindungi fauna Indonesia, menjaga dan melindungi keindahan wisata alam Indonesia.

Ada banyak cara kita untuk turut berkontribusi menjaga wisata alam Indonesia agar tetap alami, bersih dan cantik sehingga menjadi tempat wisata berkelanjutan yang bisa dinikmati anak cucu kita.  Cara-cara itu antara lain adalah:

  • Tidak membuang sampah sembarangan
  • Menjaga lingkungan alam dengan tidak merusaknya
  • Berani menegur turis lain yang iseng merusak lingkungan
  • Membuat tulisan edukasi tentang kelestarian alam
  • Mematuhi aturan wilayah setempat
  • Mengurangi penggunaan plastik
  • Tidak mengganggu keseimbangan ekosistem dengan membawa pulang makhluk hidup sebagai oleh-oleh
  • Tidak melakukan aksi vandalisme
  • Menghemat penggunaan air dan listrik
  • Ikut terlibat aktif dalam proyek penghijauan dan proyek pelestarian alam lainnya

Sungguh traveling ke Labuan Bajo ini memberi kesadaran tentang keanekaragaman wisata alam Indonesia. Perjalanan yang memperlihatkan betapa cantiknya tanah air Indonesia. Sehingga rasa bangga dan cinta tanah air semakin membuncah dan tertancap kuat di dalam dada ini.

Semoga tulisan Cerita Ida kali ini yang berjudul Bangga dengan Keanekaragaman Wisata Alam Indonesia ini bermanfaat ya teman-teman.

42 komentar :

  1. Senengnyaaa...
    Serasa diajak jalan2 beneran

    BalasHapus
  2. Bikin sirik aja nih.. hayu ah cuuss😅

    BalasHapus
  3. MasyaALLAH Teh Idaaaa
    Seru banget ini plesirnyaaaa
    memang kalo ngetrip bareng temen2 tuh asyik khanmaen yaakk
    kita bisa enjooyy menikmati alam Indonesia yg luar biasa

    BalasHapus
  4. Wah, baca tulisan travelling kayak gini jadi bikin kangen buat jalan-jalan yah Teeeeh.

    Semoga pandemi cepetan usai, pengen juga jalan2 ke Labuan Bajo nih

    BalasHapus
  5. bangga! Jelas! Apalagi wisata di timur Indonesia yang begitu eksotik dipandang mata, apalagi pantai dan lautan indonesia yang begitu indah

    BalasHapus
  6. Indonesia adalah sekeping surga yang jatuh kebumi, wisata alam bagian timur Indonesia pemandangan yg sangat memukau dan cantik banget

    BalasHapus
  7. kayaknya seru kalau nature walk disana ya... bisa lihat rusa di alam bebas

    BalasHapus
  8. Bangga ya teh sama Indonesia yang indah banget sebenernya, sayang masih banyak yang kurang di eksplor

    BalasHapus
  9. Teh Ida..bersyukur sekali sudah bisa menikmati langsung keindahan alam Indonesia.. Duuh aku jadi mupeng.. Grup jalan2nya masih nerima anggota nggak, Teh? hehe.. BTW semoga sukses di kontes ini ya..

    BalasHapus
  10. Flores dengan pulau-pulaunya yang sangat indah menunggu panggilan setelah covid selesai. Budaya dan keindahan Flores jadi impian saya untuk satu hari datang ke sana. Terima kasih referensi dan semoga menang!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Allohumma Aamiin... Terima kasih Bu...

      Hapus
  11. Wah liat foto-fotonya jadi pengin liburan nih, bagus sekali pemandangannya. Aku naksir yang Pantai Namong, cantik bangeeet. Indonesia memang banyak tempat wisata yang indah-indah ya, aku cuma pernah berwisata di Bali aja seringnya, Lombok pernah sekali, yang lainnya beluuuum. Semoga covid cepat berlalu, biar bisa liburan bersama keluarga lagi :)

    BalasHapus
  12. Indonesia banyak banget destinasi wisatanya dan luar biasa indah. Makanya pengen banget bisa mengunjungi semua destinasi wisata yang ada di Indonesia tercinta :)

    BalasHapus
  13. Masyaaallah indah-indah sekali tempatnya. Semoga suatu hari juga bisa ikutan singgah disana

    BalasHapus
  14. wah...asyik banget jalan2nya. pasti senang banget bisa singgah ke destinasi yang banyak banget. Indonesia emang keren ya...

    BalasHapus
  15. Makin kagum sama Indonesia yang kaya akan wisata alam dengan keanekaragamannya, semoga kita selalu melestarikan, merawat dengan semampu yang kita bisa.
    Loveee Indonesiaku.

    BalasHapus
  16. masya Allah tulisan yang sangat mengedukasi pembacanya wabil khusus aku sendiri, betapa Indonesia kaya akan semuanyaaaaaaaa

    BalasHapus
  17. Masya Allah... cantiknya bumi Indonesia. Di tiap jengkal tanahnya tersuguh keindahan alam. Memang sudah tugas kita untuk menjaga kondisi alamnya agar tidak rusak dan tetap bisa dinikmati generasi berikutnya.

    BalasHapus
  18. Masya Allah mbak, tulisannya beneran bikin aku berasa lagi travelling online ke sana loh. fix pandemi kelar langsung cuss ke sana ini mah, hehehe

    BalasHapus
  19. Seru banget teh Ida jalan-jalan dan bermain dengan komodo. Btw, ini koneksi internet saya yang lemot atau memang gambarnya blur ya, saya refresh berkali2 teh, pengin ngerasain juga indahnya wiata alam Indonesia yang beraneka ragan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di saya jelas Kang Raja... kecuali ada satu yang jadi membesar fotonya yg di Gili Lawa...harus cari foto yang ukuran aslinya.

      Hapus
  20. wahhh, pulau komodo masih masuk dalam travel list aku nih mba, pengen banget kesana, pengen ke pulau padar. Semoga aku bisa merealisasikan kesana nanti.

    BalasHapus
  21. seruuu banget, jalan-jalan ke wisata alam gini bisa bikin rileks ya dan menambah wawasan juga :) jadi kangen ke pantai hehe

    BalasHapus
  22. Aku selalu dipesenin sama Ibuk, kalau di tempat asing harus jaga sikap.
    Termasuk adab dalam menjaga lingkungan yaa, teh..
    Tidak membuang sampah.

    Kali ini diajakin jalan-jalan teh Ida dari luar negeri sampai Pulau Komodo.
    Seru banget.

    BalasHapus
  23. Mb ida kok keren banget sih bisa jalan jalan sama temen temen gitu mana jauh banget pula, pasti menjadi kenangan yang akan selalu diingat makasii loh udah diajakin jalan jalan virtual

    BalasHapus
  24. Lihat foto2nya ini keren banget mbak. Aku pengen banget dtg ke Florea apalagi pulau padar dan bukit cinta mbak.

    BalasHapus
  25. yang paling susah ini nih:
    "Berani menegur turis lain yang iseng merusak lingkungan"
    Karena budaya timur serba sungkan, jadinya pelestarian lingkungan hidup seperti lingkaran setan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Ambu, semoga mereka diberikan kesadaran akan attitude saat berwisata yaa, begitupun sebaliknya kita tatkala ada di luar sanaa.

      Hapus
  26. Cakep banget pemandangannya, ada Mbak Andri ya mbak...hiks..

    BalasHapus
  27. Wah jadi kangen ke Bajo nih terakhir tahun 2019 semoga dapat kesempatan lagi ke Labuan Bajo

    BalasHapus
  28. Masya Allah, mupeng Kak jadinya setelah baca dan lihat-lihat fotonya. Hmm, salah satu impian saya bisa ke Pulau Komodo dan Labuan Bajo. Doakan ya Kak bisa ikuti jejak serunya

    BalasHapus
  29. masya Allah indonesia memang mempeosna alamnya. keren ih indosessia bagian imur ii. laut selalu jadi pesona alam yang bikin kangen buat balik lagi y mbak

    aku membaca dan mencermati ssatu-satu cerita mbak jadi ikut berasa di ssana. ya allah smga bissa berama keluarga kessana.

    tipssnya manap mbak, betyul berwisata tanpa merusak alam.

    BalasHapus
  30. Labuan Bajo memang destinasi wisata alam yang komplit, dari pantai, fauna, flora, bukit, semuanya ada, semoga bisa terjaga terus kelestarian alamnya ya Teh

    BalasHapus
  31. Baca ini langsung Rindu Untuk travelling lagi. Apalagi dengan keindahan Labuan Bajo. Berharap banget Pandemi berakhir dan aktivitas kita kembali normal termasuk urusan liburan.

    BalasHapus
  32. Daku belum sampai ke Pulau Komodo, baru ke Pulau Rinca nya. Kalau lihat foto traveling memang membuat rindu ya, apalagi jelajahnya di Nusantara ini

    BalasHapus
  33. MasyaAllah keren bgt, Pulau Komodo ini memang destinasi impian bgt.
    Aku tertarik dg suasana desanya.

    BalasHapus
  34. Wisata alam Indonesia itu memang keren banget mba. Banyak tempat yang belum aku kunjungi, apalagi Labuan Bajo. jadi pengen kesana.

    BalasHapus
  35. Masya Allah cakep bgt ya mba pemandangan dsana. Salah satu wishlist destinasi traveling ku nih

    BalasHapus
  36. Beneran bangga banget sama Indonesia ya. Kadang suka mikir, ngapain juga kita harus sibuk jalan-jalan ke luar negeri padahal di dalam negeri itu melimpah wisata alamnya.

    BalasHapus
  37. Aku pengin banget traveling ke Indonesia Timur, Teh. Tapi biayanya lumayan ya. Pandemi ini sebetulnya bisa dimanfaatkan buat menabung ya :)

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^