blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

12 Feb 2026

Melukis Mimpi di Sisa Usia


Menemukan tulisan yang relate banget dengan apa yang saya pikirkan itu, serasa menemukan sebuah motivasi baru.  Tulisan yang berisi nasehat berjudul Kamu Bisa Memulainya Sekarang seakan menjawab keraguan yang baru saja saya rasakan beberapa hari ini.

Ceritanya ketika saya men share tulisan yang berjudul Lika Liku Kursus Bahasa Arab di sebuah grup ada yang komen dengan sebuah motivasi dan do'a.  "Perjuangan belajar bahasa Arabnya  menginspirasi, semoga menjadi Ahlul Lughoh" begitu kurang lebih komen seorang Ustadz Hafidz Qur'an di grup itu.  Komen yang kemudian kujawab dengan mengaminkan itu sebenarnya telah membuat saya berpikir dan merenung.

Terus terang awal saya belajar Al Qur'an lebih dalam itu berawal dari sebuah keinginan memanfaatkan waktu dengan mempelajari sesuatu.  Sempat memanfaatkan waktu selama beberapa tahun dengan belajar tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia kepenulisan dan dunia blogger.  Namun seiring waktu akhirnya saya berfikir ingin memanfaatkan waktu dengan belajar sesuatu yang lebih relate untuk masa depan saya di alam keabadian nanti.

Jadi saat saya kemudian menghabiskan waktu dengan belajar segala sesuatu yang berkaitan dengan Al Qur'an,  sama sekali tidak terpikir ingin jadi apa terlebih lagi menjadi ahli lughoh.  Yang terbersit dan kemudian tertanam  sih cita-cita ingin menjadi ahli Al Qur'an. (Aamiin Allohumma Aamiin).

Dari awal tidak terpikir akan mendapatkan sesuatu manfaat yang lebih selain memanfaatkan sisa umur dengan mempelajari petunjuk kehidupan manusia di muka bumi ini.  Salah satu penyebabnya mungkin karena saya sudah merasa terlalu tua untuk bermimpi menjadi seseorang yang ahli dalam ilmu al Al Qur'an yang kemudian akhirnya bisa memberikan banyak manfaat kepada orang lain.  Berkontribusi lebih dalam dakwah.  Jauh..... Pure niat untuk diri sendiri saja.  

Jadi walau di ucapan mengaminkan do'a menjadi ahli lughoh di dalam hati masih tertanam keraguan yang besar, engga mungkin lah.....  Sudah bertahun belajar bahasa Arab juga kemampuan masih sangat minim.  Terlebih untuk muhadasah atau untuk percakapan, karena ternyata yang saya seriusi pelajari adalah  belajar bahasa Arab untuk menterjemah Al Qur'an.

Sampai akhirnya Tulisan berjudul Kamu Bisa Memulainya Sekarang itu membuat mata saya terbuka.  Mudah-mudahan memberi semangat untuk terus belajar menjadi lebih besar lagi.  Karena selama ini saya merasa sudah terlambat untuk belajar dan lebih pada bagaimana upaya untuk memanfaatkan waktu agar selalu lebih dekat dengan Al Qur'an.  

Jadi belajarnya tidak tertarget, santai dan kurang maksimal dan banyak memberikan ruang pemakluman kalau saat mengalami hal-hal yang sulit.  Sudah biarkan saja, terlalu sulit itu untuk seusiamu, karena memang sudah ada paradigma berpikir yang menghambat.  Saya sudah terlambat.

Kamu Bisa Memulainya dari Sekarang

Di tulisan Kamu Bisa Memulainya dari Sekarang ini menuliskan berbagai contoh orang-orang yang sukses meraih mimpinya walau usia sudah lanjut.  Dari tulisan itu saya belajar banyak bahwa usia bukan hambatan untuk bermimpi dan meraihnya.  Dan setelah membaca tulisan itu saya jadi termotivasi, lalu saya bisikkan dalam diri baiklah saya mau memulai untuk bermimpi.sekarang... :D

Terkesima dengan kisah seorang penggembala domba yang mulai tersadar untuk belajar di usia 40 tahun dan kemudian menjadi seorang imam dalam bahasa Arab, seorang imam dalam bacaan Al Qur'an dan contoh cita-cita yang tinggi.

Bahkan di tulisan itu diingatkan juga bahwa usia 40 tahun yang dianggap sebagian besar orang terlambat untuk memulai justru adalah awal wahyu diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang kemudian dengan wahyu itu Rasulullah SAW bisa mengubah dunia.

Diceritakan juga tentang kisah Imam Ibnu Al Jauzi mempelajari sepuluh qiraat (bacaan Al Qur'an) pada usia 80 tahun.  Syaikh Ahmad Yasin mendirikan gerakan untuk melawan Israel di usia 50 tahun ketika ia terduduk di kursi roda, sementara Israel sedang di puncak kekuasaan.  Beliau bisa saja beralasan tidak aktif karena alasan lumpuh atau karena sudah merasa berusia lanjut.

Contoh lain disebutkan ada Hanry Ford mendirikan perusahaan raksasanya ketika ia berusia 45 tahun.  Abu Ayyub Al Ansari RA ikut serta dalam pengepungan Konstantinopel pada usia 100 tahun dan makamnya masih ada di dekat temboknya, seakan mengabarkan kepada dunia bahwa usia hanyalah angka.  Kemudian ada juga Harland Sanders yang  mendirikan jaringan Kentucky Fried Chicken di usia 60 tahun.


Belajar tak mengenal usia

Di tulisan itu diingatkan juga kepada kita bahwa ini tentang semangat bukan tentang usia, tentang pola pikir, bukan tentang uban.  Tentang pandangan seseorang terhadap diri sendiri dan kehidupan bukan tentang kerutan.  Masya Allah.  Satu-satunya yang mencegah kita untuk memulai adalah perasaan tidak berdaya dan menyerah.

Alhamdulillah, setelah membaca tulisan itu saya merasa jadi lebih termotivasi lagi.  Kalau selama ini merasa ada yang membatasi karena merasa sudah tua dan kapasitas sudah mulai menurun, sekarang sedikit tercerahkan.  Walau selama ini saya tetap semangat menghabiskan hari-hari dengan belajar yang selama ini tertinggal tapi di lubuk hati yang terdalam ada yang membatasi saya untuk bisa lebih optimal.  Ya perasaan sudah terlambat harus dibuang jauh-jauh.

Mungkin yang selama ini saya lakukan belum optimal sehingga prosesnya terasa lambat dan jauh dari rasa memuaskan.  Saya harus lebih bersemangat lagi.  Selain cita-cita menjadi Ahli Al qur'an saya bisa menambah mimpi lain yang bisa memberi arti dan manfaat lebih untuk sesama... menjadi ahli lughoh misalnya, who know....?  :D

Tiada kata terlambat untuk kebaikan harus terus tertanam di dada-dada kita semua.  Mengisi hari-hari terus dengan berbagai kebaikan, dengan semangat menuntut ilmu, semangat untuk terus hidup dekat dan bersama Al Qur'an.  Jangan karena usia sehingga kita mencukupkan diri untuk tidak belajar.

Terlebih lagi belajar tentang Al Qur'an, tentang cara membacanya dengan baik dan benar, tentang bahasa dan ilmu alat untuk memahaminya, tentang bagaimana Al Qur'an bisa mengubah kehidupan kita di dunia dan akhirat.  Teruslah belajar jangan pernah ada kata cukup terutama untuk ilmu Al Qur'an.  Jangan pernah berhenti mempelajarinya, kelak di kemudian hari insya Allah kita akan mensyukurinya. (Memotivasi diri sendiri :D)

Begitulah teman... sedikit uneg-uneg yang terinspirasi dari sebuah tulisan nasehat.  Semoga tulisan Cerita Ida kali ini yang berjudul Melukis Mimpi di Sisa Usia, bermanfaat untuk kita semua. Salam.


Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^