blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

6 Jul 2012

Festival Makanan Tradisional

Cimahi, 6 Juli 2012

Bismillah,

Seusai pembagian raport ketika hendak pulang, tiba-tiba saja Fathiya dipanggil, ia pun kembali masuk sementara saya menanti di halaman.  Saat Fathiya kembali, ia diiringi Ibu Tri dari pihak yayasan, beliau mengungkapkan yang intinya saya diminta mempersiapkan Fathiya yang akan diikutsertakan dalam lomba Festival Ethnic Food yang diadakan oleh Deperindag Provinsi Jawa Barat di Ciwalk tanggal 1 Juli 2012 mewakili SD Cipta Cendikia Indonesia bersama Ulya seorang kakak kelasnya.

Suasana lenggang di arena lomba karena datang kepagian
Tanggal 1 Juli yang bertepatan dengan hari Minggu saya bersama Fathiya serta Maghfira pun berangkat ke Ciwalk di jalan Cihampelas. Diminta hadir jam 8. Tiba jam 07.48. Kerajinan amat !! Tiba di lokasi suasana masih sepi, panitya masih mempersiapkan lokasi.

Beberapa saat kemudian Ulya pun datang bersama kedua kakaknya.. Saat registrasi ternyata Fathiya dan Ulya kebagain No 42. Menjelang siang lomba pun digelar. Peserta diminta menebak nama-nama bahan baku makanan tradisional Jawa Barat. Peserta SMP diminta mencicipi makanan yang disediakan panitia kemudian menebak dari bahan apa makanan itu dibuat. Peserta SMA diminta membuat makanan unik dari bahan baku trasdisional.

Berhubung ada acara lagi saya pulang duluan tanpa menanti pengumuman juara.

Menjelang Isya mendapat sms dari uminya Ulya kalau Fathiya dan Ulya berhasil meraih juara ketiga. Mendapat hadiah piala, sertifikat dan uang Rp 750.000,00. Alhamdulillah.




Fathiya dan Ulya berpose sebelum lomba


Saat lomba...


Bahan baku yang dilombakan, uminya juga ada yang ga kenal niih.... (kayak hanjeli sama pucuk labu )ada juga jenis ikan2an. (Tidak kefoto) Yg di atas itu: Kesemek, konyal, singkong, oncom, kacang panjang, melinjo, manggis, ada buah naga (tidak kelihatan), ada daun genjer dll...



*Edisimalassekalinulis.

25 Jun 2012

Undangan Menulis ^^

UNDANGAN MENULIS SERIAL A CUP OF TEA for WRITER
  Menulis adalah hobi, pekerjaan, kesenangan, atau malah terapi. Ada penulis yang mempertaruhkan segalanya demi menerbitkan sendiri buku yang ditulisnya. Ada penulis yang menulis demi memenuhi impian orangtuanya. Ada yang memulai karier menulisnya dari bawah lagi setelah mengalami sebuah “kecelakaan”.  Ada juga penulis yang membiayai kuliahnya dengan uang hasil menulisnya.

Apapun alasan di baliknya, menulis tetaplah sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan, terlebih buat mereka yang memang ingin menjadikan penulis sebagai profesi. Stiletto Book sengaja mengangkat tema ini untuk serial A Cup of Tea yang ke-4. Terlebih karena kegiatan menulis sedang terdengar amat seksi dan menarik akhir-akhir ini.

Mari kita sharing tentang segala hal yang berkaitan dengan dunia tulis-menulis dan kepenulisan, baik itu tentang prestasi maupun kekecewaan kita di dunia kepenulisan ini. Yang terpenting, kita bisa berbagi semangat dan harapan kepada para pembaca. So, kami mengundang teman-teman untuk ikut bergabung dalam buku serial A Cup of Tea for Writer.

Buku A Cup of Tea for Writer berisi kumpulan kisah inspiratif tentang cita-cita, harapan, perjuangan, prestasi, kegagalan, atau apapun yang menarik untuk dibagi kepada pembaca berkaitan dengan dunia tulis-menulis. Banyak yang berhasil menggapainya, tapi tak jarang pula yang harus menelan pil pahit karena semua mimpi tinggal kenangan setelah kita berusaha mati-matian untuk meraihnya. Di luar semua itu, pasti ada hikmah yang bisa diambil, sebuah manfaat yang bisa dijadikan pelajaran bagi diri sendiri dan pembaca lainnya.

SYARAT UMUM:
  1. Usia bebas.
  2. Tulisan bisa berisi kisah nyata pribadi atau orang-orang terkenal yang namanya sudah tidak asing lagi di dunia tulis-menulis.
  3. Tulisan harus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Jika nanti naskah lolos seleksi, kamu harus menyertakan surat pernyataan keaslian naskah.
  4. Jika kamu menuliskan kisah perjalanan penulis terkenal, di akhir cerita tuliskan nama lengkap si tokoh tersebut dan keterangan bahwa tulisan tersebut sudah mendapat izin dari orang yang bersangkutan.
  5. Tulisan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun (termasuk di dunia maya).
  6. Untuk memudahkan koordinasi, kontributor yang ingin mengirimkan naskah harus menjadi teman dari FB Stiletto Book (Stiletto Book) atau follower Twitter Stiletto Book(@Stiletto_Book).

SYARAT KHUSUS:
  1. Naskah bisa menceritakan apa saja asalkan sesuai dengan tema Writer atau Penulis. Seperti: suka duka menjadi penulis, perjalanan meraih impian sebagai penulis, rasa pedih ketika naskahmu ditolak penerbit, kepuasan setelah meraih mimpi menjadi penulis, dll.
  2. Ingat, buku ini nanti tidak akan menjadi buku yang berisi tips atau saran, melainkan kumpulan kisah sejati yang mengandung hikmah bagi para pembaca.
  3. Naskah berupa tulisan nonfiksi populer (bukan makalah ilmiah) dengan gaya bercerita yang mengalir, ringan, dan mudah dicerna tapi tetap sesuai dengan EYD. Hindari pemakaian kata-kata yang menyinggung SARA, mengandung pornografi, bahasa kasar, dan bahasa alay.
  4. Panjang naskah 5-6 halaman kertas A4, ketik 1,5 spasi, huruf Times New Roman 12. Ketik dan simpan hanya dalam file Microsoft Word berformat (.doc).
  5. Naskah dikirim dalam bentuk attachment ke alamat e-mail: stiletto_acot@yahoo.com dan bukan ditulis di badan e-mail. Pada subjek, tuliskan: (ACOT-W) – Judul Naskah.
  6. Sertakan nama asli, nama FB, akun Twitter, dan biodata deskriptif sepanjang satu paragraf di akhir naskah.
  7. Jangan lupa, cantumkan judul tulisan dan nama penulis di awal tulisanmu (halaman pertama).

CATATAN:
  • Akan dipilih 14 naskah terbaik yang dinilai paling unik, memotivasi, dan menginspirasi orang lain. Total ada 20 naskah dengan komposisi: 14 naskah kontributor + 2 naskah penyusun + 4 naskah penulis tamu.
  • Semua pertanyaan berkaitan dengan audisi ini, silakan ditanyakan dan didiskusikan di Grup “a cup of tea”
  • Naskah ditunggu hingga tanggal 9 Juli 2012 pukul 23.59 WIB.
  • Pengumuman kontributor yang masuk dalam serial ini akan di-posting di Notes FB Stiletto Book, dokumen grup “a cup of tea”, dan pada tanggal 16 Juli 2012, pukul 23.59 WIB.
  • Naskah yang terpilih akan diterbitkan oleh Penerbit Stiletto Book.
  • Kontributor tidak menerima royalti, melainkan honor dalam bentuk 6 (enam) eksemplar buku A Cup of Tea for Writer seharga kurang lebih Rp240.000 + suvenir cantik dari Stiletto Book.

So, tunggu apa lagi? Tulis kisahmu yang paling menarik, tak terlupakan, dan memotivasi orang lain, lalu kirimkan sekarang juga.

Oya,  A Cup of Tea for Writer ini adalah Seri #4 setelah Buku A Cup of Tea for Single Mom, A Cup of Tea for Complicated Relationship dan A Cup of Tea–Menggapai Mimpi sukses di pasaran. Mau tahu referensi untuk tulisan yang lolos audisi kemarin? Dapatkan serial A Cup of Tea seri sebelumnya di toko buku; Gramedia, Gunung Agung, Rumah Buku, Togamas, dll.

(Penyusunan dan editing naskah dilakukan oleh Triani Retno A, Herlina P. Dewi, serta dibantu oleh Tim Stiletto Book).

Kami tunggu, ya!

With Love,
Penerbit        : Stiletto Book (@Stiletto Book)
Penanggung Jawab    : Triani Retno A (@RetnoTeera) & Herlina P. Dewi (@HerlinaPDewi)
  PLEASE FEEL FREE TO COPY-PASTE AND SHARE TO EVERYONE!

Tradisi Mudik Lebaran

Sewaktu belum menikah dulu saya sangat berharap memiliki pasangan hidup bukan orang yang tinggal jauh dari Bandung. Alasannya sih sederhana saja, saya tidak ingin ada acara mudik kalau hari raya lebaran tiba..hehe.  Betulan deh, melihat kesibukan mudik di televisi beberapa hari menjelang hari raya membuat saya malas mengikuti ritual mudik yang 'menyeramkan'. Alhamdulillah kenyataannya saya memang menikah dengan orang 'dekat' saja. Walau bukan sama-sama orang Bandung tetapi suami saya berasal dari Cimahi. Jarak tempuh Cimahi - Bandung kan tidak memakan waktu yang lama, kurang dari 1 jam perjalanan. Apalagi kalau lewat tol hanya 20 menit saja.

Tetapi ternyata nasib berkata lain, Ibu mertua meninggal dunia ketika pernikahan kami baru berjalan tidak lebih dari tiga bulan.  Sepeninggal ibu mertua, ayah mertua menikah lagi dengan orang Tasik. Ketika beliau pensiun dari tugasnya sebagai TNI,  ayah mertua mengikuti ibu mertua baru di Tasik. Jadilah ayah mertuaku orang Tasik. Bisa di tebak ternyata akhirnya saya harus mengikut ritual mudik bila lebaran tiba.

Dulu sewaktu belum merasakan sendiri, kalau melihat antrian mudik lebaran di televisi saya suka ngedumel panjang pendek, "Ngapain bela-belain terpanggang di dalam kendaraan terjebak macet yang panjang, silaturahmi kan bisa dilakukan kapan saja, tak melulu saat lebaran tiba".  Tapi ternyata lain ceritanya ketika mengalami sendiri, tidak afdol rasanya bila lebaran tiba tidak sungkem pada orang tua. Mumpung mereka masih ada, berbakti kepada orang tua..ya kapan lagi.

Pengalaman mudik pertama  yang saya takutkan memang terjadi,  kami terjebak macet yang panjang di jalur Nagreg yang terkenal kalau menjelang lebaran. Perjalanan Cimahi - Tasik  yang biasa ditempuh tiga jam bisa mencapai tujuh jam perjalanan. Kami terjebak macet total yang panjang sepanjang jalur Nagreg. Perjalanan menjadi perjalanan yang melelahkan terlebih ada anak-anak kecil yang menjadi rewel di perjalanan karena kelamaan berdiam di dalam mobil.

Berkaca dari pengalaman, akhirnya pada saat lebaran berikutnya, kami menyiasati pergi malam hari, hingga anak-anak bisa terlelap tidur sepanjang perjalanan. Ajaib memang suasana dan waktu tempuh berubah 180 derajat dibanding dengan acara mudik pertama. Di awal perjalanan anak-anak ramai bercanda, terlihat ceria memperhatikan keramaian kendaraan dan kerlap-kerlip lampu yang bewarna warni di sepanjang perjalanan. Setelah kelelahan mereka pun tertidur dengan lelapnya. 

Rutinitas mudik menjadi sebuah acara yang menyenangkan.  Kini saya tak merasa heran lagi mengapa orang rela berlelah-lelah menerjang kemacetan yang panjang di acara mudik lebaran. Suasana desa yang sejuk selalu menyambut ramah di setiap kehadiran kami. Kami biasa pergi mudik ketika hari H, setelah acara sungkeman dengan orang tuaku di Kopo, lepas maghrib kami pun pergi ke Tasik Malaya tepatnya Kecamatan Leuwi Sari. Tiba hampir tengah malam, kami langsung sungkeman, dilanjutkan dengan bebenah diri dan ngobrol melepas rindu. Setelah itu kami pun melanjutkan PR kami di perjalanan yaitu tidur dengan lelapnya.
                                    
                                                                 * * *

Semburat sinar matahari pagi yang indah, suasana sunyi yang nyaman, kicauan burung yang merdu serta udara pagi yang bersih menyambut pagi kami di desa. Hanya saat seperti inilah kami bisa kompak berkumpul. Suamiku empat bersaudara laki-laki semua asyik ngobrol di ruang keluarga, anak-anak asyik memancing di halaman rumah di temani Papah Aki - demikian mereka biasa memanggil kakeknya-  sambil menantikan sarapan yang sedang disiapkan para emak di dapur.

Acara selepas sarapan adalah acara yang paling kami nantikan. Berjalan menyusuri pematang sawah. Memandangi luasnya sawah yang hijau menghampar bak permadani. Selanjutnya acara kami adalah bermain air !!.  Ya bermain air di sebuah tempat yang biasa kami panggil Cekdam. Sebuah tempat berupa sungai dangkal penuh bebatuan kecil dan besar dialiri air jernih yang mengalir.  Tempat yang nyaman udaranya sejuk menyegarkan, bukan tempat wisata tetapi cukup banyak dikunjungi orang untuk sekedar bermain air. Dikelilingi pemandangan serupa bukit menghijau dipenuhi pepohonan. Sebuah tempat hiburan yang murah tapi menyenangkan.

Puas bercanda dan bermain air, menjelang siang kami pulang, bukan ke rumah tetapi menuju saung pinggiran sawah. Menyiapkan makan siang yang lezat! Memancing ikan untuk kemudian di bakar sebagai lauk makan siang kami, sambel dadak beserta lalabnya,  plus karedok leunca dan krupuk, diakhiri dengan membuat es kelapa muda setelah sebelumnya mengambil kelapa dari pohon. Nasi panas, ikan bakar, sambal lalab dan teman-temannya, disantap di saung di pinggir sawah beramai-ramai sungguh terasa sangat nikmat, jauh lebih nikmat daripada makan di restoran khas sunda yang terkenal sekalipun.

Itulah rutinitas mudik yang kini sering kami rindukan. Sebuah tradisi yang sudah membudaya yang mungkin hanya ada di Indonesia. Sebuah budaya yang lahir dari semangat untuk saling bersilaturahmi, menembus batas pertimbangan rasionalitas, efektifitas dan efesiensi. Ya mudik alias pulang kampung bagi yang tidak mengalaminya seperti itulah pemahamannya, tidak rasional, tidak efisien dan efektif. Tapi bagi yang merasakannya ternyata ada sebuah kenikmatan tersendiri yang menembus batas sang rasionalitas.  Bagiku kini, tradisi mudik bukan sebuah masalah, toh hanya setahun sekali.... . Tapi memang tidak harus memaksakan diri, bila sedang  tidak ada  kemampuan untuk melakukannya.

24 Jun 2012

Tentang Fathiya

Cimahi, 24 Juni 2011

Bismillah,



Sedang ingin mensyukuri dan mengenang kebaikan Fathiya. Bila dibandingkan dengan kakaknya yang terpilih sebagai teman terbaik di SD nya kebaikan Fathiya terlihat  memang saling menyerupai. Tengoklah ketika Umi bilang ngga punya uang, dia bilang uang Fathiya buat Umi saja, atau ketika hendak membeli sepatu ketika kutanya "Pilih yang mana?" Fathiya menjawab "Yang murah yang mana?" hehe... Anak seusiamu... Subhanalloh... dulu Umi kalau memilih sepatu, bukan milih yang bagus, tapi milih yang mahal hihi.... mungkin dalam benak Umi dulu, kalau mahal pasti bagus.

Berikut deskripsi yang diberikan psikolognya di sekolah:

"Kemampuan kognitif ananda Fathiya berkembang dengan optimal. Kemampuan bahasanya menonjol, kosakatanya banyak, sehingga memudahkannya dalam mengungkapkan ide-ide atau gagasannya baik secara lisan maupun tertulis. Daya tangkap terhadap informasi dan kemampuan analisanya cukup menonjol, sehingga menunjang proses berpikir dan proses belajarnya.

Insisiatif untuk mempelajari hal baru dan menyelesaikan tugas dengan tuntas cukup menonjol. Motifasi berprestasinya berkembang dengan baik, ia pun memiliki daya juang yang gigih saat mengahadapi kesulitan dalam proses belajar. Kedisiplinan dan tanggung jawab terhadap tugas-tugasnya menonjol, ia cukup kooperatif dan mampu mentaati peraturan.

Ananda cukup ekspresif namun kepercayaan dirinya masih belum berkembang. Kemampuan sosialisasinya menonjol, ia disukai banyak teman karena perhatian dan cukup peka terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain. Kemampuan motorik halus dan motorik kasarnya berkembang cukup optimal, sehingga menunjang keberhasilan proses belajarnya"

Alhamdulillah..... 

Ini nilai raport Fathiya :
PAI                                                     90
Pendidikan n Kewarganegaraan    94
Bahasa Indonesia 92
Matematika                                      98
IPA                                                    91
IPS                                                    89
Seni Budaya n Keterampilan 87
Olah raga n Kesehatan 80
B Sunda                                           95
B Inggris 92
B Arab                                              95
Pendidikan Lingkungan Hidup        87

Sikap                                                  A
Kerajinan C
Kebersihan dan Kerapihan A


Alhamdulillah...... Umi sayang Fathiya....

22 Jun 2012

Susu Inovasi Memang Mencerdaskan

Mengetahui ada lomba tentang  Susu Inovasi   yang Sehat dan Halal untuk Pertumbuhan Anak di http://halalismylife.blogdetik.com/   mengingatkan saya sebagai ibu dari lima orang anak untuk lebih intens lagi memberikan susu kepada anak-anak. Selama ini yang paling banyak dan rajin minum susu,  si bungsu -Maghfira- yang berusia empat tahun enam bulan. Dia senang sekali minum susu, susunya Susu Frisian Flag Full Instans biar tidak ribet bisa sekalian untuk kakak-kakaknya, sehari lebih dari tiga botol. Masih pakai botol? Hihi... iya sih, saya siasatin dengan digunting ujung dotnya, hingga terbuka lebar jadi meskipun pakai botol tapi tidak sampai ngempeng. Sementara kakak-kakaknya harus selalu diingatkan untuk minum susu.

Dulu sebelum berusia empat tahun, Maghfira rutin minum susu Frisian Flag 123. Produk  tersebut  memiliki inovasi berupa isomaltulosa sejenis karbohidrat disakarida yang mampu menambah energi untuk aktivitas. Dengan energi tambahan tersebut,  tentunya akan membantu Maghfira menyerap dan memproses informasi saat belajar hal baru. Maghfira bungsuku memang tumbuh menjadi anak yang cerdas, diusia empat tahun puzzle 56 keping dengan mudah ia selesaikan. 



Membaca kembali tulisan tentang manfaat konsumsi susu bagi pertumbuhan mengingatkan saya kembali betapa pentingnya susu bagi tubuh kita terlebih lagi untuk pertumbuhan anak-anak kita. Susu mengandung kalsium, protein dan vitamin yang sangat bermanfaat bagi tubuh terutama untuk kekuatan tulang dan gigi. Saya ingat betapa ibu dan  bapak saya dulu sangat mementingkan susu. Walau dulu hidup mereka tidak bisa dibilang berlebih tetapi mereka selalu memaksakan diri untuk menyediakan susu. Tak heran kalau postur adik-adikku cukup tinggi walau ibu bapak kami tidak tinggi. Sementara saya yang suka malas-malasan minum susu, memiliki postur tubuh yang lebih pendek dari adik-adikku. Tak ingin hal ini terulang kepada anak-anakku tentu saja saya harus selalu rajin mengingatkan bahkan menyiapkan susu untuk mereka.

Sebetulnya saya juga sering menyiapkan susu dalam bentuk lain. Anak-anakku paling senang kalau saya buatkan puding bersusu. Satu kaleng Susu Frisian Flag kental manis, habis dalam sehari kalau dijadikan puding atau sebagai flanya. Kadang susu itu saya campur dalam makroni atau mie skutel kesukaan mereka, tentu saja yang kupakai bukan susu kental manis, kalau bukan susu bubuk yang saya campur air saya membeli Susu Frisian Flag UHT dalam kemasan dus 1000ml. 

Mengapa saya selalu memakai  Susu  Frisian Flag? Selain anak-anak memang suka karena rasanya yang gurih, harga yang cukup ekonomis, tentu saja karena sudah memiliki sertifikat halal  sehingga saya nyaman mengkonsumsinya. Dalam hal mengkonsumsi makanan, saya memang selalu dan sangat memperhatikan  label halalnya. Tak heran hal ini sangat berbekas kepada anak-anakku, kalau hendak mengkonsumsi sesuatu mereka selalu mencari label halalnya terlebih dahulu. Alhamdulillah. Sebagus apa pun makanan bagi pertumbuhan kalau tidak halal tentu tidak akan baik untuk tubuh kita dan anak-anak kita.

Mencermati pemakaian susu di Indonesia ternyata tingkat konsumsi susu masyarakat kita masih sangat rendah. Dibandingkan dengan negara tetangga saja seperti  Malaysia, konsumsi susu kita masih sangat jauh. Konon kabarnya di Indonesia pada tahun 2009 hanya mencapai 5,6 kg per kapita, sementara angka tersebut sudah dicapai Malaysia pada tahun 1961. Apalagi dibandingkan dengan negara maju, ternyata perbandingannya lebih jauh lagi.

Sebagai ibu rumah tangga tentu saya merasa sangat prihatin melihat kondisi seperti ini. Ternyata masih banyak yang belum memahami pentingnya mengkonsumsi susu untuk pertumbuhan anak-anak kita.  Atau mungkin juga daya beli masyarakat kita masih rendah sehingga masih banyak yang belum mampu membeli susu, mengingat harga susu memang relataif cukup mahal.

Melihat pentingnya susu untuk pertumbuhan anak-anak kita juga demi menjaga kualitas sumber daya manusia di negara kita alangkah bijaknya kalau pemerintah menyediakan susu bersubsidi yang dijual di sekolah-sekolah. Daripada mereka membeli jajanan yang tidak jelas kehalalan dan kualitasnya bukankah menyediakan susu bersubsidi jauh lebih baik? Semakin banyak anak-anak Indonesia yang mengkonsumsi susu, tentu akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.  

18 Jun 2012

Meraih Mimpi Merajut Asa

Menjadi seorang pengusaha sukses yang memiliki banyak karyawan adalah impian besar saya saat ini. Saya sangat berharap impian saya ini dapat terwujud, Saya bercita-cita dapat membuka lapangan kerja sebanyak mungkin bagi mereka yang membutuhkan. Inilah salah satu impian saya yang menjadi rencana masa depan saya dan keluarga. 

Sekarang saya sedang merintis sebuah usaha, masih kecil memang, sebuah usaha yang bergerak di bidang jasa. Usaha layanan cuci kiloan menjadi pilihanku, mengingat tempat tinggalku dekat dengan beberapa perguruan tinggi. Ada banyak mahasiswa yang kost di sekitar tempat tinggalku. 

Sebuah usaha yang masih jauh dari impian besar saya. Tapi bukankah sebelum menjadi sesuatu yang besar berawal dari sesuatu yang kecil? Sebelum menapaki anak tangga yang tertinggi anak tangga pertama dulu yang harus kita pijak. Meskipun usia saya sudah tidak muda lagi, tidak ada kata terlambat untuk sebuah impian yang indah. Bukankah begitu?

Menjalani sebuah usaha yang masih merangkak tertatih-tatih, juga memiliki anak-anak yang masih kecil tentu membuat saya sedikit repot beraktivitas terutama saat harus membayar tagihan dari para penyuplai barang baik itu parfum, detergen, faktur dan yang lainnya. Untung saja solusi perbankan segera aku dapatkan. Ya, dengan membuka rekening BCA, saya mendapatkan banyakkemudahan transaksi. Dengan berbagai produk perbankan BCA yang ada, memberi solusi praktis yang sangat saya butuhkan.

Awalnya saya memilih produk perbankan dari BCA karena permintaan dari sebuah penerbit buku. Kebetulan anak saya ada yang sudah menerbitkan buku. Untuk memudahkan transfer royalti yang diberikan tiap tiga bulan sekali, mereka meminta saya untuk membuka rekening di BCA. Ternyata memang benar, transaksi menjadi sangat lancar, saya jadi paham mengapa penerbit yang sudah sangat besar itu menyarankan menggunakan BCA. Banyak kelebihan yang diberikan BCA. Saya juga jadi mengerti mengapa BCA begitu melekat di hati masyarakat Indonesia, antrian yang memanjang di setiap cabang BCA berada membuktikannya. Tapi untungnya BCA menyiasati ini dengan menyediakan banyak teller yang cekatan di setiap cabangnya. Layanan perbankan seperti debit BCA, ATM dan e-banking juga sangat memudahkan pelanggan dalam melaksanakan transaksinya. Selain itu saya semakin dimanjakan dengan adanya website BCA yaitu di www.bca.co.id/ yang  memberikan berbagai informasi tentang berbagai produk perbankan dan layanan perbankan yang BCA berikan.

Saya yakin melalui bank yang sudah teruji, akan turut  mendukung impian saya terwujud. Alangkah bahagianya bila impian saya menjadi kenyataan. Selain saya akan memiliki kebebasan finansial, saya pun bisa membantu sesama dengan membuka lapangan kerja yang banyak tentunya. 

Saat ini saya sedang menata impian saya, mulai dari anak tangga pertama tentunya. Saya yakin dan bertekad masa depan usaha saya akan semakin baik dan akan jauh lebih baik. Learning by doing itu kata orang, kerja keras, kerja cerdas sedang saya upayakan. Saya sedang membuat sistem yang baik hingga saya bisa membuka banyak cabang tanpa saya merasa terepotkan, atau mungkin sebuah usaha waralaba kalau bisa. Untuk semakin membesarkan usaha, saya pun sedang memikirkan sebuah usaha di sektor yang lain, tetapi masih mendukung usaha yang lama. 

Akan ada banyak impian lain ikut teraih ketika saya berhasil mewujudkan impian besar saya ini, itu sangat memotivasi saya. Walau terkadang ada tanya di hati "Mampukah saya?" tapi pertanyaan itu saya buang jauh-jauh. Saya tanamkan dalam hati bahwa "Saya bisa dan insya Allah pasti bisa!".  Itu menjadi sebuah afirmasi positif yang akan mengiringi di setiap langkah kehidupan yang saya jalani.

Menjadi Lebih Pintar dengan Ponsel Pintar

Sebagai seorang ibu rumah tangga, awalnya saya merasa stagnan, merasa tidak bisa berkembang seperti ibu-ibu lain yang berkarir di luar rumah. Saya berfikir berkarir di luar rumah kita, memungkinkan untuk  banyak melihat warna-warni kehidupan, wawasan yang selalu terus bertambah dan pergaulan yang luas. Sementara menjadi ibu rumah tangga tak bisa dipungkiri terkadang membuat kita terkungkung dan merasa jalan di tempat.

Tapi itu perasaan saya dulu, sekarang saya tidak memiliki perasaan itu lagi. Saya malah bersyukur telah memilih pekerjaan ini, dan meninggalkan karir saya yang menyenangkan. Dengan menjadi ibu rumah tangga saya bisa fokus memantau perkembangan anak-anak. Melihat proses tumbuh kembang mereka dari hari ke hari, menjaga amanah yang telah Allah SWT berikan dengan usaha yang semaksimal mungkin yang saya mampu.

Semua perubahan berawal dari ide suami untuk memasang akses internet unlimited di rumah. Awalnya saya kurang setuju karena saat itu tarif internet masih cukup mahal. Namun saya mengalah dan menyetujui usulan suami tersebut.  Setelah mulai berinteraksi dengan internet, ternyata saya merasa jendela dunia menjadi terbuka lebar. Saya seperti merasa dalam film Si Iteung Saba Kota, saya pun  terpesona dengan gemerlapnya dan luasnya dunia maya. Ada banyak hal yang bisa saya akses tanpa harus meninggalkan kewajiban saya sebagai istri dan seorang ibu. Walau hampir setiap hari di rumah, saya merasa selalu ter update, berselancar kesana-kemari di dunia maya yang luas tanpa batas. Bisa belajar apa saja yang saya inginkan, bisa berkenalan dan bersahabat dengan teman-teman di belahan dunia mana pun, bisa berinteraksi dan bercanda dengan teman-teman yang sudah bertahun-tahun tidak berjumpa.

Saya berterima kasih sekali kepada penemu internet,  berinteraksi dengan internet membuat hidup saya terasa semakin lebih berwarna. Hari-hari pun selalu diisi dengan banyak memperluas wawasan,  apa pun menjadi mudah, mencari resep-resep masakan, mencari artikel kesehatan, parenting, keuangan, manajemen, agama, pengembangan diri dan ilmu lainnya. Semuanya dengan mudah saya dapatkan tanpa harus bersusah-susah ke luar rumah. Selain itu saya pun bisa bergabung bersama komunitas yang mempunyai pemikiran dan hobi yang sama, misalnya saja komunitas ibu-ibu yang senang menulis, komunitas ibu yang senang berbisnis atau komunitas ibu-ibu yang sangat konsen pada tumbuh kembang dan pendidikan anak-anaknya.

Sayangnya sekarang saya tidak lagi bisa sebebas dulu berinteraksi dengan internet, anak-anak sudah mulai beranjak besar, banyak pelajaran sekolah yang harus diakses melalui internet. Selain itu anak-anak pun  ada yang sudah mulai kenal dengan jejaring sosial, belum lagi suami yang mulai belajar bisnis online. Waktu saya menjadi lebih terbatas untuk mengakses internet, karena jaringan internet yang hanya satu ini menjadi rebutan semua penghuni rumah kami yang ramai.

Sekarang keliatannya saya membutuhkan akses internet melalui sesuatu yang lebih simpel dan pribadi yaitu ponsel. Dari teman-teman saya mengetahui ada sebuah ponsel manis nan pintar. Semua aktivitas berinternet ria pun dapat terpuaskan melalui ponsel ini.. Ya ponsel Nokia Asha 202 adalah ponsel yang disarankan oleh teman-temanku. Selain fiturnya yang lengkap, tampilannya pun terlihat cantik dan cocok sekali untuk perempuan. Saya pun tahu dengan pasti kalau ponsel Nokia itu ponsel yang handal, ponsel yang sudah teruji daya tahannya, suamiku termasuk pemakai setia Nokia. 

Dengan Hebat Keluarga GRATIS selama 30 hari dengan melakukan Reload Rp 10.000. Paket Hebat Keluarga memberikan benefit nelpon sepuasnya ke 4 nomor Indosat lainnya selama jam 00.00–17.00. Selain itu juga akan mendapatkan tambahan masa aktif kartu setiap registrasi layanan. Paket yang dahsyat, sangat hemat dan cocok digunakan sebagai salah satu alat komunikasi dalam keluarga besar kita.

Masih menurut teman-temanku, dengan paket ini kita pun akan mendapatkan info yang berkaitan dengan wanita secara gratis melalui sms selama 12 bulan. Kita akan mendapat informasi menarik seputar pengembangan pribadi, kesehatan, anak, keluarga, hingga pengelolaan keuangan. Sebuah fasilitas yang akan terus menambah kepandaian kita, para perempuan Indonesia. 

O iya, ada yang terlupakan tentang ponsel Nokia Asha 202, ponsel ini  bisa digunakan untuk dua sim card yang berbeda karena ponsel ini merupakan ponsel dual on GSM. Cocok sekali untukku, satu untuk keperluan pribadi, satu untuk urusan bisnisku, tak perlu lagi membawa dua ponsel sekaligus atau mengganti-ganti sim card. Memasang sim cardnya juga gampang dan unik, dipasang dari samping. Selain itu ponsel ini asyik bangetkarena bisa di gunakan dengan touch maupun type. Ada lagi fasilitas lain yang sangat kusuka. Apa itu?  Tentu saja fasilitas radionya. Banyak sekali acara menarik dan sangat bermanfaat serta berita-berita terkini dari radio yang sering kudapatkan. Dengan memiliki ponsel dengan fasilitas radio, akan lebih mudah bagiku mengakses acara-acara menarik dan bermanfaat kemana pun saya melangkah. Duh..duh... membicarakan Nokia Asha 202 makin membuat diriku tak bisa tidur memimpikan ponsel ini.. hihi...Ayo, Nokia Asha 202 datanglah padaku..!.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes “Ponsel Pintar untuk Perempuan Indonesia” yang diselenggarakan oleh EmakBlogger