blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

14 Sep 2021

Dr. Matius, Sosok yang Luar Biasa


Dr. Matius, Sosok yang Luar Biasa

Pagi itu di grup WA ada komen orang yang minta penampilan anaknya di-like di YouTube.  Untuk menyenangkan orang lain tidak ada salahnya melakukan apa yang beliau minta.  Sebetulnya ini merupakan kesempatan emas bagi kita untuk menuai pahala dengan cara yang mudah. Tinggal klik like dan senanglah hati teman atau saudara kita.

Maka dari itu Cerita Ida waktu itu segera mengklik link yang temanku sebar.  Tak dinyana ternyata di bawah postingan YouTube yang ia posting ada sebuah postingan YouTube yang menarik perhatianku.  Menarikku untuk mengkliknya dan melahirkan tulisan cerita Dr. Matius Sosok yang Luar Biasa ini.

Video Ceramah Mantan Pendeta KH Rohmat Hidayat (Matius) ini berjudul Ulama Mantan Pendeta Ini Menangis Menceritakan Kisahnya Masuk Islam. Beliau Doktor Teologi dari Boston yang merupakan Ketua misionaris internasional di dalam negeri dan luar negeri.  

Beliau bertugas untuk mengubah Jawa Barat karena di Jawa Barat lah daerah yang banyak pesantrennya.  Singkat cerita dengan gelontoran dana milyaran, di Sukabumi, Kuningan, Tasikmalaya, Cianjur dan tempat lainnya, program misionaris pun berhasil ia lakukan.  Di daerah Pasir Malati Dr. Matius dan teman-temannya membuat sekolah Al Kitab terbesar di Indonesia.

Setelah beliau masuk Islam semua daerah yang ia murtadkan alhamdulillah sudah beliau dakwahi untuk kembali masuk Islam.  Tinggal daerah Ciranjang Cianjur dan Cigugur Kuningan yang sulit di islam  kan kembali karena kedua kabupaten dananya dipasok 1.6 Milyar per bulan. Konon kata beliau total sebanyak 8 Milyar digelontorkan per bulan untuk mengkafirkan umat Islam di Indonesia.

Hidayah Berawal dari Adzan Shubuh

Saat itu dalam perjalanan sepulang dari tugas misionaris menuju sebuah daerah di Jakarta tepatnya Kampung Prapanca.  Saat itu ia ditemani teman-temannya sesama misionaris yang bergelar Doktor dari Boston yaitu Dr. Cornelis dan Dr. Johan.

Mereka hendak menuju sebuah rumah yang dikontrak Dr. Mathius untuk para penginjil total semua dengan mereka sebanyak 15 orang.  Di tengah perjalanan mereka mendengar adzan shubuh Dr. Cornelis berkata kepada Dr Mathius.  "Dengar orang Islam goblok sekali kok adzannya aneh-aneh.."

Dr. Mathius membuka jendela mobil untuk mendengarkan suara adzan yang memang saat shubuh ada panggilan lebih baik sholat dari pada tidur.  "Iya goblok sekali orang Islam adzannya kok beda-beda..." timpalnya.

Singkat cerita mereka sampai di kontrakan, dan saat menjelang pagi Dr. Mathius bertemu tetangganya seorang Guru Agama yang hendak mengajar.  Kemudian ia bertanya perihal adzan shubuh.  Pa Rosyid sang sarjana agama Islam itu kemudian menyambut pertanyaan beliau sehingga ia membatalkan mengajar dan asyik berdialog dengan Dr. Mathius sampai sore hari.


Dari sana lah awal mula lahir hidayah hingga Dr. Mathius masuk Islam. Ketika ia menyampaikan enggan menjadi penginjil dan mengemukakan akan menjadi mualaf marahlah Dr. Cornelis dan Dr. Johan.  

Dr. Mathius ditembaki di kaki dan dadanya, tulang punggungnya dipukuli oleh kursi rotan.  Beruntung ia sempat loncat ke jendela dan lari dalam keadaan kesakitan dan terluka parah.  Ia ditemukan biksu Budha kemudian melakukan pertolongan pertama lalu membawanya ke rumah sakit.

Meninggalkan Dunia Demi Akhirat yang Abadi

Lebih dari tiga bulan ia dirawat kemudian ia pun masuk Islam, meninggalkan gajinya yang pada waktu tahun 1964 sudah mencapai 6, 2 juta rupiah dan milyaran dana yang dikelolanya untuk tugas misionaris.  Ia kemudian masuk Islam di sebuah masjid dan dibimbing tentang keislaman.

Saat ia sudah siap dan sudah belajar banyak tentang Islam ia pulang ke rumahnya. Istri dan anaknya menyambutnya dengan kemarahan luar biasa, dilempari dengan minyak goreng panas dan penyiksaan lainnya.  Akhirnya ia pergi meninggalkan anak dan istrinya dengan hanya membawa baju yang melekat di dada.  Dan mengatakan bahwa hubungannya sudah putus dengan ketiga anak perempuan dan istrinya karena ia tidak mau bertanggungjawab di akhirat kelak.

Setelah itu Dr. Matius menjadi seorang ulama yang banyak menjelajah ke berbagai pelosok daerah di Indonesia.  Sementara orang sibuk mencari harta, saat sudah mendapatkan hidayah Islam ia justru meninggalkan semua kemewahan dunianya.

Yang membahagiakannya kelompok penginjil yang diketuainya dulu, bahkan yang menyiksa dan menembakinya kini semua (yang 14 orang) sudah masuk Islam dan menjadi pendakwah di pelosok daerah di Indonesia.  Masya Allah kala hidayah sudah datang ternyata dunia sudah tidak berarti lagi dan asyik mengejar kebahagiaan di akhirat.

Saya jadi teringat sebuah kata-kata bijak:

Jika harta kekayaan dan ketinggian status sosial adalah tolak ukur kesukesanmu, coba periksa kembali, mungkin anutanmu bukanlah Rasulullah, tapi Fir'aun dan Qarun.  

Mendengar ceramah Dr. Matius yang setelah menjadi mualaf bernama KH Rohmat Hidayat ini terus terang membuat saya menangis.  Tertegun dengan nikmat hidayah yang beliau dapatkan, betapa bahagianya beliau sudah tidak terikat dengan dunia dan asyik berjibaku di jalan dakwah.  

Tak peduli lagi dengan kekayaan terbukti gajinya yang kalau dinilai sekarang sudah ratusan juta per bulan beliau tinggalkan.  Anak dan istrinya pun beliau tinggalkan pula karena memusuhinya dan tak mau diajak hijrah.  

Bahkan nyawanya pun ia korbankan disiksa teman-temannya hingga sampai nyaris mati.  Di Papua ia dipanahi oleh panah beracun hingga nyaris kena kemaluannya. Alhamdulillah orang yang memanahinya kini berbalik masuk Islam.

Jadi merenung dengan perjalanan hidup KH Rohmat Hidayat ini, saat uang di tangan ditinggalkannya begitu saja demi Islam.  Saya yang sudah lama menjadi muslim masih asyik dengan kehidupan dunia.... duh sedih dan miris.  Semoga dengan mendengarkan ceramah KH Rohmat tersebut dan kemudian menuliskannya membuat saya semakin sadar betapa kecilnya dunia dan begitu berharganya akhirat.

Hingga seharusnya kini kita asyik dan sibuk untuk kehidupan akhirat, menjadikan dunia dalam genggaman tapi dengan tujuan untuk bekal di kehidupan kita di keabadian.  Semoga tulisan Dr. Matius, Sosok yang Luar Biasa ini bermanfaat ya teman-teman.


16 komentar :

  1. Membaca kisah dalam tulisan di atas sangat inspiratif, saya semakin sadar bahwa dunia ini hanya fatamorgana. Kehidupan dunia beserta kesibukkannya terkadang melalaikan segala kewajiban sebagai muslim. Semoga kita semua dipermudah dalam urusan dunia dan ibadah kepada yang Maha Kuasa. Aamiin.

    BalasHapus
  2. Kisahnya menginspirasi saya nih mbak untuk berbuat lebih baik dalam hidup ini. Hidup yang hanya sementara namun saya sering lupa digunakan utk hal yg tidak penting

    BalasHapus
  3. Baru dengar tentang Dr. Matius ini. Inspiratif buat saya yg islamnya dari lahir. Tapi, kalo lg traveling ke negara nonmuslim, dengar suara Azan itu emang beda rasanya.

    BalasHapus
  4. Sekolah alkitab terbesar di Indonesia itu di mana ya percisna? Penasaran eta sama lokasinya yang sekarang.
    Terus yg di Ciranjang Cianjur juga, sebelah mana nya ya yg jadi basic kaum Nasrani?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iya teh Okti, orang ini bohong besar
      Udah berapa kali orang yang ngaku sebagai doktor ini dibongkar kedoknya
      Cuma mau mecah belah umat, harusnya video seperti ini di take down
      Mau saya cari ah. Mau saya laporkan ke YouTube untuk di take down

      Hapus
    2. Wah masa sih bohong.... videonya banyak ceramahnya pun di hadapan banyak orang di masjid2... kalau sampai bohong keterlaluan aja. Tapi kisah kristenisasi memang banyak tak boleh menutup mata hanya dengan dalih memecah belah umat...

      Hapus
    3. Ini sekolah tinggi teologi di Ciranjang https://sttsappi.ac.id
      Sudah bukan rahasia lagi kalau ada sekolah teologi di sana marak kristenisasi... di dekat cimahi juga ada di Cihideung tepatnya.

      Hapus
  5. Masya Allah, ceritanya bikin saya bermuhasabah. Saya aja yang udah lama jadi muslim belum bisa seperti itu. Oya, saya sudah tahu tentang kristenisasi di Ciranjang, di situ ada gereja yang besar kan, Bu Ida? Saya tahu karena ada saudara yang tinggal di dekat situ, tapi alhamdulillah masih terjaga keimanannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... iya memang ada, sudah banyak saya dengar Teh... Terima kasih penjelasannya.

      Hapus
  6. Kisah yg luar biasa, tak sembarang orang akan diuji dg kisah seperti dr Matius. Hijrah yang ekstrim.

    BalasHapus
  7. Perjuangannya luar biasa ya,Mba. Enggak banyak sosok yang mau meninggalkan gaji besar sih ketika sudah mapan. Syukur Alhamdulillah bisa memeluk islam pada akhirnya nih.

    BalasHapus
  8. Masya Allah merinding membacanya, ingin membaca berulang karena bagus

    BalasHapus
  9. Masya Allah, perjuangan beliau jadi menghantam kita juga ya, untuk menjaga hidayah yang datang.

    Sehat-sehat buat kita semua dan semoga senantiasa Istiqomah di jalan-NYA, aamiin

    BalasHapus
  10. Kisah yang menginspirasi dr. Matius yang hijrah dengan sangat caik dan menyentuh hati. Semoga beliau dilindungi Allah dan senantiasa sehat selalu aamiin. Orang yang memanahnya di Papua alhamdulillaah masuk Islam :)

    BalasHapus
  11. Namanya "hidayah," datangbya gak terduga ya mbak.

    Meski terlihat sepele, tapi untuk memdapatkan sebuha hidayah itu gak segampang membalikkan telapak tangan

    BalasHapus
  12. Perjuangan dr matius sungguh luar biasa.

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^