**/ Cerita Ida : Cerita Curhat

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

28 Mar 2017

Cerita Curhat


Cerita Curhat    Curhat? Yar or Nay sih? Mempunyai masalah memang tidak enak ditelan sendirian saja, setiap orang sepertinya ingin mempunyai seseorang tempat berbagi keluh dan kesah.  Curhat kepada seseorang merupakan hal yang wajar saja, tetapi kita harus memilih sosok tempat curhat yang dapat dipercaya.  Saya masih ingat betul seorang psikolog kondang yang membuka ke publik keluh kesah seorang istri kiayi yang sedang dilanda masalah keluarga.  Deuh.. rasanya pengen lempar psikolog itu dengan sepatu ..hahaha.... kok tega-teganya membuka curhatan klienya ke ranah publik.

Saya pribadi termasuk orang yang sulit mengungkapkan masalah pribadi ke orang lain.  Yang saya ingat hanya satu orang saja yang pernah saya curhatin, itu pun karena ia tahu latar belakang permasalahannya. selebihnya saya lebih suka menyimpan erat dalam diri saja.  Alhamdulillah nya kehidupan pribadi saya baik-baik saja, jadi tidak curhat juga tidak apa, gak bakalan bikin wajah jadi jerawatan hehe... Karena sebetulnya tidak baik menjadi orang tertutup, otaknya akan kelelahan mengendapkan dan memikirkan permasalahan hidupnya seorang diri.  Ia akan menjadi pribadi yang sensitif dan mudah marah karena stress.

Kebalikannya dari sifat saya yang selalu memendam masalah sendirian, dari semenjak zaman kuliah dulu saya suka jadi semacam 'keranjang sampah' teman-teman yang curhat.  Saya juga heran, seseorang yang baru beberapa kali bertemu, dengan gampangnya membuka masalah yang paling rahasia dalam hidupnya.  Kadang saya jadi bingung sendiri, pengen curhat masalah orang tersebut ke siapa, ke suami sendiri pun terkadang gak berani membukanya kalau itu terlalu rahasia.  Padahal saya tau bin yakin kalau suami orang yang bisa dipercaya untuk tidak bermulut ember pada temannya


Baca juga:  Kesulitan Hidup karena ulah sendiri

Bukan satu dua orang, teman-teman  yang datang kemudian menangis menumpahkan permasalahan dalam hidupnya,  Yang membuat saya heran beberapa dari mereka adalah pribadi yang sangat ceria dan 'rame' hingga saya sempat tidak yakin dengan beratnya beban dalam hidupnya.  Salut juga mereka bisa berkamuflase seperti itu, hingga tak ada yang tahu bahwa sebenarnya dia memendam permasalahan dalam hidupnya.

Itulah sebabnya terkadang saya ingin sekali mendalami ilmu kejiwaan, ingin rasanya mampu memberikan jalan keluar terbaik hingga teman-teman saya itu bisa berbahagia kembali dalam hidupnya.  Bisa tersenyum dengan sebenar-benarnya senyum, bukan keceriaan yang dibuat-buat untuk menutupi permasalahan dari hidupnya.  Sebetulnya saya tidak tahu persis apakah keceriaan itu dibuat-buat atau tidak, tapi setelah mengetahui permasalahan hidupnya, saya merasa itu sebuah upaya untuk menghibur diri dan menutupi semua permasalahan hidupnya.

Padahal sebetulnya terkadang mereka yang datang itu tidak meminta kita bisa menyelesaikan permasalahannya karena memang rumit.  Sebetulnya dengan curhat mereka sedikit merasa lega bisa melepaskan semua uneg-unegnya.  Dan saya mengapresiasi itu, karena kalau mereka tertutup bisa merusak kejiwaannya.  Mereka hanya butuh orang yang bisa dipercaya untuk mendengarkan keluh kesahnya.

Meski saya termasuk pribadi yang sedikit tertutup, saya meyakini betul bahwa curhat itu perlu.  Jadilah pribadi yang lebih terbuka karena ini akan jauh lebih menyehatkan jiwa kita.  Karena saya tidak suka curhat, akhirnya saya bukan tipe orang yang menumpuk masalah.  Kalau ada masalah harus segera selesai hingga tidak menumpuk dan berlarut.  Karena saya tidak suka curhat jadi saya tidak ingin mempunyai masalah-masalah yang berat...soalnya jadi pusing sendiri.. hehe...

Banyak keuntungan kita bisa curhat kepada orang lain, yang perlu diingat adalah  orang yang kita curhatin harus benar-benar bisa dipercaya.  Kalau curhat kepada profesional ahli kejiwaan alias psikolog juga harus hati-hati, jangan sampai seperti psikolog yang dicurhatin istri kiayi kondang tersebut yang menyebar curahatan kliennya ke ranah publik.

Beberapa keuntungan menjadi pribadi terbuka adalah antara lain:

Mendapat Sudut Pandang Lain
Lain kepala lain pula isi pikirannya, oleh karena itu berbicara tentang masalah kita bisa lebih membuka pikiran kita.  Curhatlah pada orang yang tepat, tidak saja yang bisa dipercaya tetapi juga disesuaikan dengan permasalahan kita.  Orang yang kita curhati harus yang minimal kita anggap lebih banyak ilmu dan pengalamannya tentang permasalahan kita.  Bisa saja kita curhat tentang masalah ekonomi ke A, tetapi masalah keluarga ke B, kita lihat dari kapabilitasnya saja.

Membuang Emosi Negatif
Membicarakan sesuatu yang menjadi permasalahan kita akan bisa mengeluarkan perasaan kesal atau sedih kita.  Kalau kekesalan terus dipendam akan membuat pikiran kita semakin ruwet, merasa orang yang paling menderita di dunia rasanya.  Dengan mengeluarkannya energi negatif akan ikut serta keluar dan beban pun sedikit demi sedikit berkurang.

Mengembalikan Mood
Kadang karena permasalahan yang ada sering membuat mood kita hilang, dengan membicarakan masalah kita kepada sahabat kita akan membuat suasana hati baik dan si mood pun datang kembali.

Mendapat Teman Senasib
Curhat pada orang yang pernah mengalami nasib yang sama juga adalah hal yang baik.  Di sini kita bisa belajar dari ketegaran dan cara dia menghadapi permasalahannya.  Kita bisa mendapat banyak masukan dan juga jadi bisa berpikir banyak orang di luar sana yang mengalami masalah seperti kita bahkan lebih berat tetapi ternyata mereka bisa menghadapi itu semua.  Berarti kita juga bisa dan harus bisa.

Mendapat Dukungan
Ini penting juga, merasa ada yang mendukung, dikelillingi oleh orang yang support kepada kita, akan menguatkan kita di dalam melangkah ke depan.

Menemukan Titik Terang
Syukur-syukur ketika kita curhat kita mendapatkan jalan keluar dari permasalahan kita.  Ini bukan hal yang mustahil.  Kalau kita curhat pada orang yang tepat bisa orang yang kita curhati memberi jalan keluar sehingga kita bisa benar-benar bisa bebas dari permasalahan kita/

Selalu Dekat dengan Yang Maha Kuasa
Ini hal yang terpenting, seberat apa pun permasalahan kita, kalau bergantung pada Yang Maha Kuat kita akan mendapat kekuatan dari Nya.  Semua terjadi atas kehendakNya maka mintalah kepadaNya untuk diberikan kekuatan dalam menghadapinya.

Dan untuk orang - orang yang berkepribadian tertutup seperti saya usahakan untuk tidak menumpuk permasalahan.  Kalau sudah menumpuk akan sulit sekali untuk mengurainya.  Banyak kejadian kan orang yang berbuat di luar logika karena memendam masalah sendiri,  Masih ingatkah kisah muslimah yang membunuh anak-anaknya?  Di Cimahi ada juga seorang ibu yang membunuh kedua anaknya dan kemudian dia pun melakukan bunuh diri.

Beberapa perempuan ada yang kemudian  terganggu kejiwaannya, itulah sisi negatif dari pribadi introfet.  Berusaha untuk menjadi pribadi sedikit terbuka itu lebih baik.  Perempuan lebih banyak yang mengalami stress karena mereka dominan bermain perasaan. Meski tidak menutup kemungkinan untuk kaum pria  juga.

Curhatlah pada teman sesama jenis  jangan sampai dengan lawan jenis, karena perempuan suka mudah baper hehe... Ini juga salah satu yang membuat saya dulu memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga saja.  Dimana pun saya kerja selalu saja ada pria yang suka curhat, bahkan permasalahan dengan istrinya sendiri. Meski saya sudah menjaga jarak, ternyata karena sering bertemu dan satu ruangan membuat mereka berani bercerita tentang masalahnya dan itu membuat saya baper hahaha......

Ah sudah dulu ya tulisan tentang cerita curhat ini semoga ada manfaatnya, terutama untuk saya agar bisa menjadi pribadi yang lebih terbuka :)

10 komentar :

  1. saya jarang curhat , simpen sendiri di hati paling tulis dalam bentuk puisi dan baisanay tidur yg banyak

    BalasHapus
  2. Curhatku di tulisan. Kadang berasa lebay juga kalo pas baca ulang lagi Mbak :)

    BalasHapus
  3. Kalau aku sekarang curhat lebih ke nulis sama lebih banyak curhat sama yang Maha Kuasa, Teh..
    Soalnya sekarang nggak semuanya bisa diceritain lagi ke orang lain. hehe :)

    BalasHapus
  4. Kalau bisa curhat emang rasanya lega banget Mbak.

    Tapi biasanya saya curhatnya sama suami, kalau udah buntu baru curhat sama guru ngaji, pasti dapat solusi :)

    BalasHapus
  5. Kereen tulisannya Neng Ida...👍 Inget dulu sebelum menikah kalo curhat suka nulis diare, tapi sekarang diare sdh ku tinggalkan, tau kenapa...? Karena sdh tdk ada wkt utk menulisnya hihihihiii... lbh baik curhat langsung pd suami, ortu, sahabat atau teman yg dianggap dpt memberikan solusi minimal yaaa... hati lega dehh heheheh.... makanya saya salut sama dirimu sobat gemar dan pandai menulis... 👍

    BalasHapus
  6. Saya termasuk yg suka curhat juga teh, gak enak rasanya dipendam sendiri. Tentu saja pilih2 orang oleh karena itu lebih sering ke suami aja. Kalau ke temen deket ujung2 nya suka agak menyesal dah menumpahkan segala rasa, gak tau kenapa

    BalasHapus
  7. hmm sama teh, waktu smp n sma suka jd tong sampahnya temen2. makanya ngambil jurusan psikologi. tp setelah kuliah, akunya malah mandeg hehe.. ada kode etiknya gitu.. jd ga bs asal ngomong, heuheuheu

    BalasHapus
  8. Kalo pengen curhat jangan sama manusia ,caranya ambil air wudhu, sholat dan berdoa kepada allah ,pasti semua keluhannya di dengar oleh allah

    BalasHapus
  9. Assalamualaikum...

    Kuy mampir ada postingan terbaru :)

    coretanhatiukhti.blogspot.com

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^