**/ Cerita Ida : Hardendang 35 Tahun, Baktiku untuk Guruku

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

22 Mar 2019

Hardendang 35 Tahun, Baktiku untuk Guruku

Hardendang 35 Tahun,  Baktiku untuk Guruku   Hardendang 35 Tahun !!  Sebuah persahabatan dan kebersamaan yang luar biasa.  Sebuah rasa yang terbentuk karena ada interaksi serta ikatan hati yang selalu terpaut.  Sebuah rasa yang tercipta karena adanya rasa persaudaraan dan kekeluargaan yang lekat.  Setidaknya itulah yang terasa diantara kami, hingga hari itu waktu pun menyatukan kami kembali....  Time flies so fast... 35 tahun kami bersama dalam sebuah wadah yang kini bernama Hardendang.



Pagi itu masih terasa sepi, terburu menuju sebuah rumah di jalan Balong Gede Bandung.  Sebuah rumah tempat kami berkumpul di saat kami masih kecil.  Kini setelah 35 tahun berlalu rumah ini masih jadi titik tempat kami berkumpul... luar biasa..Walau segalanya telah banyak berubah, tapi rasa masih serasa 35 tahun yang lalu.

Sayangnya Nia sang penghuni rumah sudah berkumpul di Vila Baribis vila milik Desi salah seorang teman kami,  tempat reuni 35 tahun Hardendang diadakan.  Nama yang unik ya Hardendang..berkali saya menjelaskan tentang nama ini di sini dan di sini.  35 Tahun yang lalu kami adalah anak-anak imut yang baru menapakkan kaki di SD Assalam yang kini telah megah.

Masih segar dalam ingatan pertama kali masuk kami berjejer di luar kelas "Ida Tahmidah.. no urut 11.." Namaku pun dipanggil untuk masuk kelas, tak bergeming Ida kecil pun diam terpaku, karena dalam pikiranku waktu itu oh itu bukan aku, rumahku kan nomor 15...bhuahahaha....



Lama menanti Refa dan Taufik yang terjebak macet, saya pun menyusuri Jalan Balong Gede menuju sebuah tempat langganan waktu zaman SD dulu, kupat tahu Mangunreja di sudut jalan yang legendaris.  Sudah berdiri sejak tahun 1952 hingga kini dengan rasa yang tak pernah berubah, dengan tempat yang dipertahankan masih seperti dulu.Tempat favorit sewaktu kecil makan ketupat bersama almarhum Bapak sepulang dijemput dari sekolah.

Akhirnya Refa dan Opik pun tiba juga, kami bertiga pun asyik bercerita tentang keluarga, aktivitas, sampai politik.  Asyik sekali, sampai terlupa untuk fokus ke jalan dan akhirnya kami pun tiba agak siang karena nyasar kemana-mana, mentok di Tahura Juanda balik lagi, menyusuri jalan setapak yang terjal, untung mobil Opik imut jadi tidak terlalu takut menyusuri jalan yang imut.

Hardendang 35 Tahun kerja keras panitia yang dikomandoi Bu Ketu Hilda Sofia, gadis mungil nan imut  yang kini menjelma menjadi Notaris yang anggun dan cantik.  Persahabatan yang lekat antara Ceu Hilda, Ceu Miran, Desi, Dewi, Mijah, Ambu, Nia, Ari, Irma, Popy,Doni, Acuy,  akhirnya berbuah Reuni Hardendang 35 Tahun yang luar biasa.  Para panitia yang super solid, hingga karena kesolidannya dari ujung kaki sampai jilbab para panitia seragam semuanya.

souvernir para peserta

Dan kisah serba sama ini memicu sebuah kisah seru nan lucu karena ternyata di balik suksesnya acara ini ada kisah sepatu yang tertukar ..hahaha...  Sepatu sport kuning  lucu milik para panitia yang rata-rata berukuran sama antara  nomor 37 dan 38, sebagai pembeda jadi di dalamnya diberi tanda peding sepatu.  Singkat cerita karena saat acara hujan, usai acara sepatu belepotan jadi disiram sama Emang OB nya Bumi Baribis.  Dan terjadilah kisah sepatu yang tertukar,  ketika pulang ada panitia yang tertukar sepatunya satu no 37 dan satunya lagi no 38..hahaha..ada-ada saja.

Panitia dan kisah sepatu yang terukar

Panitia dan Bunitia yang keren menyatukan kembali yang terserak, yup di grup selama ini belum terlalu komplit.  SD Assalaam angkatan 84 terdiri dari SD Assalam 1 dan SD Assalaam 2 yang masing-masing terdiri dari 2 kelas yaitu A dan B.  Masing - masing kelas kalau enggak salah 40 orang murid jadi total seharusnya 160 orang.  Di grup sekarang terhimpun sekitar 100 orang jadi masih ada 60 orang an lagi yang belum tergabung.




Menyatukan lebih dari 100 orang teman-teman adalah kerja luar biasa para panitia.  Asyiknya lagi meski dengan menghadiri acara ini para peserta mendapatkan kaos keren, gelang persahabatan serta kalung tanda peserta tetapi tidak sepeser pun dimintai biaya kepesertaan.  Panitia bekerja keras  mencari sponsor, dari para peserta juga sih yang mungkin terlihat berlebih.  Alhamdulillah ternyata acara pun berlangsung dengan semarak, ada band, ada doorprize serta bisa memberi hadiah kepada para guru dan makanan yang berlimpah.  Spesial thanks untuk Ceu Dok Irma telah yang memberi sumbangan tanda mata untuk para guru.

dari kiri ke kanan: Nia, Hilda, Irma dan Ipoy

Acara reuni berlangsung sangat meriah, gelang-gelang persahabatan ternyata digunakan untuk memilih ketua alumni yang baru.  Masing-masing gelang dijadikan lambang kandidat ketua, ada tiga gelang jadi ada tiga calon ketua.  Terpilih secara aklamasi Bu Ketu Hilda sebagai ketua, tetapi karena sudah terlalu lama menjabat beliau menyerahkan jabatan ketua kepada Ceu Miran.

"Horeeee Uliiiiinnn"  Teriakan bergemuruh saat Ceu Miran dilantik jadi ketua...hahaha.. Ceu Miran tu tukang ulin kemarin baru pulang dari Eropa Timur, Korea dan kemana lagi ya... Mudah-mudahan saja di bawah kepemimpinannya Hardendang jadi lebih sering "Ulim"..#eh .hahaha...Tapi ini cucok kok dengan jiwa petualanganku.  Jadi bisa banyak nulis di idajourneys kan ya..hihi..

Alhamdulillah di acara ini saya dipertemukan kembali dengan sahabat semasa SD, Ike Mulyawati, setelah 35 tahun baru dipertemukan saat ini.  Di tiap acara kalau saya datang, Ike engga, kalau Ike datang saya engga...akhirnya kami tidak pernah bertemu.  Acara tali kasih pertemuan dua sahabat ini berlangsung sangat mengharukan...sampai ribuan paparazi pun menshoot kami yang sedang berpelukan bahagia...hihi.."lebaydotcom.


Mengharukan saudara..saudara... :D

Sebetulnya masih banyak yang ingin saya tulis di keseruan acara reuni 35 tahun Hardendang ini, tapi takut bosen yak..nanti aja deh... mungkin ini semacam sebuah prolog..mungkin nanti akan ada banyak lagi tulisan yang bisa kutulis.

Yang jelas dari pertemuan ini, seusai acara ini beberapa dari kami menemui guru kami yang tidak bisa hadir yaitu seorang guru bernama Pak Aep Saefudin yang penuh dedikasi.  Perhatian para hardendang ini menginspirasi guru-guru SD Assalaam untuk mengunjungi beliau juga... Semoga di kebersamaan yang sudah 35 tahun ini menggugah kita untuk lebih bisa memperhatikan guru-guru kita....  Itulah mengapa tulisan ini diberi judul  Hardendang 35 Tahun,  Baktiku untuk Guruku   (Ku di sini maksudnya Hardendang...dibahas..hehe..)

Ceu Miran Bu Ketu baru memberikan tanda mata utk Pak Aep


Selamat bertemu kembali kawan-kawan tercinta, semoga kemesraan ini janganlah cepat berlalu....


34 komentar :

  1. Hahaha aku udah nebak nih sepatu ketuker. Berkah ya bu Ida kumpul silahturahmi bawa rejeki, sehat. Aamiin

    BalasHapus
  2. Masya Allah, gimana rasanya ya, pasti MBak Ida dan teman-teman semua bahagia banget ya. Masih bisa bertemu dan berkumpul kemudian memberikan hal yang paling bermanfaat untuk para guru. Semoga kegiatannya terus berjalan ya Mbak.

    BalasHapus
  3. Kompak banget Mbak, seru juga ya warna kuning dan warna merah. Sampai sepatupun samaan, hm, hati kalian memang selalu bersama dan memberikan bakti pada guru-guru yang telah memberikan jsanya. Jadi, inget guru-guruku, saya jarang ketemu dengan para guru dari jaman SD sampai SMA.

    BalasHapus
  4. Sepatunya lucu banget mba, jilbabnya juga hehehe
    Asyik banget yaacaranya seseruan, meskipun sepatu2 yang kembar itu rawan ketukar hahahah

    BalasHapus
  5. Asyik ya bisa reuni SD, pasti seruu. Duh jadi pengin juga reuni dengan teman-teman SD. Pengin ketemu para guru yang mengajar saat SD dulu. Kalo dengan teman-teman SMA, sudah reuni perak 2 th lalu.

    BalasHapus
  6. menyenangkan sekali bisa reuni tapi melakukan aksi sosial yang bermanfaat. Btw itu sepatunya imut imut. Ya ampun sampai tertukar begitu hihihih

    BalasHapus
  7. Kompak banget ini. Biasnya kalau acara begini paling kompakan pakaian aja. Ini smapai ke sepatu juga kompakan

    BalasHapus
  8. 35 tahun dan masih bersemangat kumpul. Lucu banget sampai ada yang ketukar sepatu begitu. Jadi keingat zaman sepatu samaan hits semasa sekolah.

    BalasHapus
  9. Panitia dan Bunitia hihihi ngikik waktu baca ini, ada ada saja...
    btw seneng banget ya mbak bisa seru-seruan sama teman SD, kalo teman-teman SD ku cuma sedikit yang ketemu di Medsos...

    BalasHapus
  10. Ramai banget!
    Jadi kangen juga sama Guru2 SD. Guruku udah pada pensiun dan ada yang gak tau rumahnya. Ngumpulin banyak orang buat reuni tuh PR banget

    BalasHapus
  11. Ya ampun senang banget mbak baca artikelnya, apalagi reunian dan mengingat masa-masa sekolah. Apalagi bisa ketemu guru yang mengajar dulu jadi lebih menyenangkan. Dan ada acara ketukar sepatu hehehe

    BalasHapus
  12. Seneng ya kalau pas reuni semuanya pada rukun2 begini. Semoga nanti aku juga bisa seperti ini. :))

    BalasHapus
  13. Ya Allah keren bgd mbk. Reuni sd yak. Salut buat panitianya. Klok aku dlu sd cuma ada 1 kelas dan isinya 22 orang. Dan skrg 22 org itu entah berhamburan kemana saja. Salut deh kompak bener.

    BalasHapus
  14. hebat mba ,dalam waktu yang ga bisa dibilang ga dan sebentar masih bisa silahturahmi dan melakakukan aksi sosial

    BalasHapus
  15. Subhanallah.. indahnya silaturrahmi ya mba, seneng deh kompak banget bareng teman teman SMAnya, padahal udah lama juga.. masih solid kompul bersama ini.. ini sih terencana banget, pakai seragam.. semoga sehat sehat selalu ya teh ida dan teman-temannya.. silaturrahmi memperpanjang umur juga kan

    BalasHapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  17. Duh, manisnya. Saya malah sudah lama lupa teman SD. Sudah lama banget, sih. Lulusnya saja pada tahun 1988. Kebayang lamanya.
    Salut untuk teman-teman Teteh yang berupaya mengadakan acara pertemuan ngariung gitu, dan banyak segi istimewanya. Sekaligus berbagi pada guru. 35 tahun adalah waktu yang lama namun salutnya tetap kenal dan bersama.

    BalasHapus
  18. MasyaAllah Mbak, teman SD nya sampai sekarang tetap heboh gitu yaaahh. Oma2 muda milenial ini yaah.
    Alhamdulillah yaaa Mbak masih bisa diberi kesempatan berkumpul bersama teman2 tersayangnya. Semoga jalinan persaudaraannya terus terpupuk yaah.
    Hmm, 35thn lhooo. Saya aja blm 32 ini 😂

    BalasHapus
  19. Keren banget ini mba Ida, bisa ngumpulin reuni dari SD masyaAllah
    silaturahminya rekat banget ini pasti ya. Keren! AKu jadi pengen nyoba ahahaha

    BalasHapus
  20. Aku malah jadi ngitung2 umur teh Ida nih, wakakakak. Seru bener reuni SD, aku blm pernah reunian dgn temen2 SD. Udah pada lupa. Kebayang ya, ketemu guru yg udah sepuuh, bikin haru. Mereka yg ngajarin kita baca tulis dan mengenal pengetahuan di usia dini dulu.

    BalasHapus
  21. Alhamdulillah ya kak. Setelah susah mengumpulkan arek areknya akhirnya bisa kumpul dan seseuran bareng.

    BalasHapus
  22. Allhamdulilah acara reuninya berjalan lancar ya mbak. Senangnya bisa bertemu kembali dengan teman-teman lama jadi bisa mengingat kembali masa-masa keceriaan waktu sekolah dulu ya

    BalasHapus
  23. Alhamdulillah, barakallah mbak, seneng ya bisa jumpa teman teman lama. Apalagi kalau masih inget sohib SD. Saya malah belum pernah jumpa lagi .. masyaAllah

    BalasHapus
  24. Saat membaca ini, angan membawaku ke suatu masa beberapa tahun lalu, reuni pertama SMP setelah hampir 30 tahun.

    Rasanya, waktu 24 jam tak cukup, pemirsah untuk membasuh rindu.

    Iya, begitu banyak rindu membuncah dan tumpah-tumpah, hahaha

    So. I really feel you, mba...

    BalasHapus
  25. Pasti seru banget tuh acaranya ya kak, keliatan dari kekompakan nya, semoga kompak terus dan makin solid ya kak

    BalasHapus
  26. Wowww luar biasa reuni SD bisa meriah banget gini. Tentu banyak banget ya kenangan manis bersama teman dan guru2

    BalasHapus
  27. Acara luar biasa mbaaa.. semoga silahturahmi terjaga dan bisa terus berbakri ya

    BalasHapus
  28. bisaan ya teh seragam sampe ke sepatu yang warna kuning.beneran deh, nggak kepikiran.
    gak heran kalau ada yang ketuker sepatunya, haha

    BalasHapus
  29. bisaan ya teh seragam sampe ke sepatu yang warna kuning.beneran deh, nggak kepikiran.
    gak heran kalau ada yang ketuker sepatunya, haha

    BalasHapus
  30. wowww rame teh, seru ya acaranya.. jadi inget, saya juga udah lama gak ikutan reuni SD.. semoga silahturahmi nya terus berjalan ya teh hingga maut memisahkan

    BalasHapus
  31. Klo reunian kyk gini seru y mba,, aplg SD duh aku Aja dah gk tau nyebar kemana teman2 ku semua,, salut Aja bisa kumpul LG setelah puluhn tahun

    BalasHapus
  32. Guru itu harus bisa digugu lan ditiru dengan memberi teladan yang baik kepada anak didiknya .. :)

    BalasHapus
  33. Aku takjub sama seragam ma sepatunya, itu meuni serasi nan gonjreng hihihi... Tapi kompak ih mba :)

    BalasHapus
  34. Serunyaaaa bisa ngumpul reuni bareng teman SD ya, Teh. Pengen juga kayak gitu. Apalagi teman-teman SD ku dulu udah berpencar kemana-mana. Ada yang sudah meninggal juga. Huhuhu, jadi kangen teman-teman masa kecil saya

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^