**/ Cerita Ida : Hikmah Traveling ke Malaka, Singapura dan Kuala Lumpur

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

20 Mar 2019

Hikmah Traveling ke Malaka, Singapura dan Kuala Lumpur

Hikmah Traveling ke Malaka, Singapura dan Kuala Lumpur.    Hidup memang sementara, seperti sebuah mimpi hanya sekejap mampir dalam tidur panjang kita.  Bedanya kalau mimpi kita tidak diminta pertanggungjawaban saat terbangun, tetapi hidup adalah mimpi yang setiap detiknya harus kita pertanggungjawabkan kepada pemberi kehidupan.  Hikmah inilah yang kudapat dalam traveling kali ini.  Traveling memperlihatkan bahwa keindahan di dunia itu hanyalah sebuah permainan.dan hanya sekejap.saja  Itulah kenapa tulisan ini berjudul Hikmah Traveling ke Malaka, Singapura dan Kuala Lumpur.


Tiga Emak Petualang yang bertransformasi menjadi Empat Emaks Petualang


Berawal dari sebuah rencana dari teman-teman Blogger Bandung untuk pergi ke Kuala Lumpur di pertengahan tahun lalu.  Rencana tinggal rencana Allah SWT yang menentukan.  Namun akhirnya alhamdulillah di penghujung akhir tahun lalu tertulislah tanggal 1 Maret 2019 kami akan berangkat.  Kuajak dong gengs Tiga Emak Petualang untuk ikut serta dalam traveling kali ini.

Tiga Emaks Petualang pun bermetafora menjadi Empat Emaks Petualang karena personil akhirnya bertambah dengan seorang emak blogger  dari Bandung  bernama Teh Yayu.  Teh Yayu ini juga  merupakan guru Bahasa Indonesia si sulung Kak Azizah saat masih di SMPN 1.  Teh Yayu memutuskan untuk mengikuti kami pergi ke tempat lain sebelum ke Kuala Lumpur.  Karena kami memang emaks petualang agak kurng puas lah kalau hanya sekedar ke Kuala Lumpur karena kami sudah beberapa kali ke tempat ini.

Baiklah, akhirnya kami menambah waktu dari program para blogger bandung yang tergabung juga di Kumpulan Emak Blogger yang tinggal di Bandung.  Setelah mendapatkan 'sponsor' untuk trips Malaka-Johor -Singapura akhirnya kami pun menambah waktu traveling kami,  Kami jadi berangkat tanggal 26 Februari 2019 tiga hari lebih cepat dari teman-teman Blogger Bandung.  Rencananya tanggal 2 Maret kami akan bergabung dengan mereka.


Bersama teman-teman Blogger Bandung

Kepergian kali ini menyisakan kegalauan bagiku, karena salah seorang dari anakku tiba-tiba saja sakit gejala types.  Mau dibatalkan juga sayang, akhirnya saya berdo'a kepada Allah semoga dimudahkan dan menjadi sebuah perjalanan penuh keberkahan.  Alhamdulillah saat detik-detik menajelang hari hari keberangkatan tiba anakku pun sembuh tinggal pemulihan saja.

Alhamdulillah perjalanan pun lancar sekali, penuh keberkahan dan tidak banyak membuang waktu untuk hal yang tidak beguna.  Banyak hikmah yang saya dapatkan dari perjalanan kali ini.  Tips, destinasi dan segala sesuatu tentang perjalanan ini rencananya akan saya tulis di blog traveling idajourneys. Di Cerita Ida kali ini saya ingin menuliskan tentang hikmah perjalanan kali ini yang luar biasa.

Hikmah Traveling ke Malaka, Singapura dan Kuala Lumpur

Banyak sekali hikmah dari traveling kali ini, walau mungkin banyak yang berfikir negatif tentang saya yang meninggalkan suami dan anak-anak.  Bagiku yang penting suami ridla, dan niat dari traveing ini.  Saya berangkat bersama muhrim karena sahabat perempuan saya ini muhrim saya, kalau teman perempuan bukan muhrim dipijat juga gak boleh dong oleh perempuan lain ya karena syarat pijat memijat adalah oleh muhrim nya :)

Allah SWT  menyukai hambaNya yang selalu meminta kepada Nya


Traveling kali ini mengingatkan saya untuk selalu berdo'a yang terbaik dalam setiap kegiatan atau aktivitas yang kita lakukan.  Beberapa kali traveling dengan teman-teman atau pun keluarga, saya jarang sekali berdo'a secara khusus agar traveling ini menjadi suatu perjalanan yang memberikan manfaat.  Namun ternyata perjalanan kali ini membuka mata hati saya untuk selalu semangat berdoa dan terus meminta kepada Allah SWT.

Manusia akan merasa jemu, bosan dan mungkin akhirnya kesal dan marah kalau ada orang yang sering meminta sesuatu kepadanya.  Tetapi Allah SWT berbeda, Dia yang Maha Pemurah akan semakin sayang dan dekat dengan makhluknya yang senantiasa berdo'a dan meminta kepada Nya.

Di perjalanan kali ini saya berdo'a secara khusus agar traveling kali ini menjadi perjalanan yang memberikan manfaat yang banyak.  Dan ternyata luar biasa Allah SWT memberi lebih dari apa yang saya minta, dimudahkan, dilimpahkan kemudahan, dipertemukan dengan banyak orang baik dan menemukan hikmah-hikmah  di setiap kejadian.

Bersama keluarga Ustadz Adli

Belajar Memuliakan Tamu Secara Islami


Saya belajar banyak dari Ustadz Adli, seorang ustadz di Malaka yang juga membina rumah tahfidz di Malaka.  Ustadz lulusan Yaman ini memiliki seorang istri yang cantik dan enam anak yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng,  Di Malaka kami menginap di rumahnya yang tidak jauh dari pusat kota Malaka.

Selama di sana kami dijamu dengan kebaikan yang begitu menyentuh hati kami, hingga kami merasa risi.  Berulang kali Ustadz bilang tak usah risi, memang haknya tamu untuk dimuliakan,  "Asal jangan lebih tiga hari, kalau lebih dari tiga hari silakan seflservice aja" Ujarnya sambil tertawa bercanda.

Saat kami menginap di sana, ustadz pergi ke rumahnya yang lain, agar kami para perempuan bebas membuka jilbab kami karena tidak ada non muhrim di rumahnya.  Hanya istri dan anak-anaknya saja yang menemani kami.  Selain dijamu makanan lezat masakan hasil olahan istrinya, kami pun ditraktir makan di luar sambil memperkenalkan makanan khas Kota Malaka.  Karena merasa malu, saya buru-buru membayar duluan ke kasa. Eh Bang Adli nya malah komplain..hehe..

Kami pun diajak jalan-jalan ke beberapa tempat destinasi wisata di Kota Malaka termasuk ke Masjid terapung yang ngehits dan juga ke sebua pantai sebelum waktu pulang tiba. Saat pulang kami menyisipkan uang ke anaknya yang lucu, eh ga berapa lama Bang Adli masuk ke bis kami yang akan segera berangkat dan membelikan oleh-oleh makanan yang kami bicarakan di mobil.

Bersama orangtuanya Bang Anwar

Jangan Menilai Orang dari Permukaan Semata


Saat kami di Singapura kami tinggal di rumah Bang Anwar,  di sebuah apartemen yang nyaman di Kota Yishun.  Sebelum sampai di rumahnya kami dimita datang ke rumah orang tuanya Bang Anwar beberapa blok dari rumahnya.

Orang tuanya Bang Anwar seorang ustadz lokal yang memiliki 5 orang anak, istriya seorang ibu rumah tangga yang sangat perhatian kepada anak-anaknya.  Dulu sang ibu bekerja, namun saat hamil anak ketiga ia memutuskan menjadi ibu rumah tangga penuh.

Angpau... rezeki yang tak disangka :)

Ibunya Bang Anwar saat pertama kali bertemu terkesan pendiam alias  irit berbicara, wajahnya pun jarang tersenyum.  Sempat ngedumeli anaknya "Anwar mau ada tamu kok ngedadak, jadi ya masak seadanya" terdengar seperti ngedumel di telingaku sehingga membuatku tak enak hati.  Lain dengan ayahnya Bang Anwar yang ceria dan banyak bicara terlihat sangat welcome kepada kami.

Ternyata saat pulang  setelah menjamu kami dengan makan malam yang lezat hasil olahannya, Ibunya Bang Anwar memberikan salam tempel kepada kami, masing-masing kami diberi angpau kecil.  Ternyata ia sangat baik, hanya perfoma wajah saja yang terlihat kurang senyum.

Di hari ketiga saat kami mau pulang, berhubung Bang Anwar belum pulang kerja, beliau yang menunggui rumah Bang Anwar, barulah terlihat keramahannya dan ternyata banyak bicara juga.  Gaya Melayu memang seperti itu sepertinya ya tidak lemah lembut seperti suku Sunda hehe..

Setelah berlelah lelah diundang ke rumah Ustadzah Zaini


Kebaikan Akan Berbalas dengan Kebaikan


Mungkin teman-teman bertanya siapa itu Bang Adli, siapa itu Bang Anwar dan siapa ustadzah Zaini (eh belum sempat diceritakan ya..hahaha, beliau yang memaksa kami untuk mampir ke rumahnya, ternyata di sana kami dijamu makanan khas Malaka dan saat kami pulang, beliau menitipkan angpau juga).  Mereka adalah orang-orang yang pernah singgah lama di Bandung dan mendapatkan kebaikan-kebaikan dari salah satu personil Empat Emaks Petualang.

Dijamu makan malam di sebuah resto


Keesokan menjelang kami pulang dari Singapura menuju ke Kuala Lumpur, kami diundang untuk mengikuti pengajian.  Ternyata pengajiannya tentang keadaan umat di akhir zaman.  Selain berjumpa dengan bapaknya Bang Anwar di sini kami berjumpa pula dengan ustadz dan murid-muridnya.  Sepulang pengajian kami dijamu makan malam di kafe muslim yang tidak jauh dari tempat pengajian.



Mereka orang-orang yang sangat baik, ramah dan membantu menguruskan tiket kepulangan kami menuju Kuala Lumpur yang tidak berhasil kami dapatkan.  Alhamdulillah..bertemu banyak orang-orang baik, memberi contoh kepada kami untuk selalu berbuat baik.

Salah satu hikmah yang lainnya adalah bertemu dengan Teh Afifah Az Zahra, blogger yang kukenal di Fesbuk, sempat berinteraksi saling inbox karena kebetulan anak-anak kami sama-sama di Turki. Beliau juga adalah sahabat teman saya Mama Zaki semasa masih di Belanda.  Mama Zaki adalah teman arisan yang bertahan dari sejak anak-anak kami masih di TK hingga anak-anak kami sudah di SMA. Di KL ibu aktifis pola hidup sehat Keto ini mentraktir kami di sebuah resto.

Selain itu di perjalanan pulang  saya bertemu dengan Nenek Halimah yang sangat menginspirasi.  Banyak bercerita tentang perjalanannya berkeliling Eropa dan negara lainnya.  Beliau pun ternyata masih sangat bersemangat belajar membuat blog.  Nenek yang luar biasa ya...

Nenek yang luar biasa :)

Masih banyak keberkahan dan hikmah lain yang kami temui di perjalanan mungkin akan saya tulis saat menuliskan kisah kami di Malaka, Singapura dan Kuala Lumpur di tulisan idajourneys.  Tak perlu banyak berkisah cukup dengan perbuatan ternyata lebih terasa memberi teladan bagi penerimanya.  Sebuah perjalanan yang luar biasa.. alhamdullillah

Semoga tulisan Hikmah Traveling ke Malaka Singapura dan Kuala Lumpur ini bermanfaat ya teman-teman...



52 komentar :

  1. Alhamdulillah banyak hikmahnya ya Mbak. Sayapun kadang agak sungkan nich, kalau ketemu orang yang irit bicara dan jarang senyum. Namun ternyata di balik itu semua, ada hal lain yang lebih indah untuk dikenang ya Mbak

    BalasHapus
  2. Syukurlah anaknya sembuh dan akhirnya bisa berangkat juga. Aku juga pernah mengalami hal yg sama, mau pergi tapi anak sakit, jadi nggak tega ninggalinnya.

    BalasHapus
  3. Alhamdulilah ya teh berkesan dan travellingnya mempertemukan dengan orang-orang baik, btw aku salfok itu dikasih salam tempel duh baiknya ya teh emang jangan pernah melihat hanya dari covernya belum tentu hatinya seperti itu :)

    btw teh ajak2 yah kalau travelling lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nenek Halimah itu keren ya teh udah keliling dunia aku jadi iri semoga next bisa lakukan perjalanan juga :)

      Hapus
  4. seru ya teh bisa menjelajah keberbagai belahan dunia, duh saya juga mupeng pengen travelling lagi nih jadinya, penasaran pengen ke Malaka.


    Ya, disetiap kejadian dalam hidup selalu ada hikmah yah

    BalasHapus
  5. Kebaikan akan berbalas kebaikan, setuju banget mba.
    Meski kebaikannya gak melulu dari orang yang kita beri kebaikan tersebut, yang pasti kebaikan akan kembali ke kita juga, entah dari siapa dan waktu yang tepat :)

    Dan iyes banget, zaamn sekarang banyak yang menilai dari permukaan saja, sudah mendarah daging kayaknya, noted aja buat saya agar lebih menghargai orang tanpa melihat tampilan terlebih dulu :)

    BalasHapus
  6. Luar biasa ya teteh. Banyak banget hikmah yang bisa diambil sepanjang perjalanan.
    Oh ya, waktu pertama ke malaysia, ak berfikiran orang disana tuh cuek-cuek. Tapi ternyata mereka helpful dan ramah-ramah.

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah banyak hikmah yang diperoleh ya Teh

    BalasHapus
  8. Wah bisa ketemu rombongan teh tian dkk juga ternyata senengnya yang travelling ajang silaturahmi juga ya

    BalasHapus
  9. Senangnya teh bisa jalan-jalan bersama teman-teman :D Alhamdulilillah ya di sana di jamu sama orang yang baik hati :) jadi enggak sabar nunggu anak-anak besar biar bisa jalan-jalan juga hihihi

    BalasHapus
  10. MasyaAllah teteh travellingnya penuh hikmah dan pelajaran yah. Seneng bisa bertafakur kalau kesenangan duni ini hanya sementara seneng juga bisa ketemu orang baik dan memuliakan kia sebagai tamu. MasyaAllah mupeng teh buat ikutan travellingnya lain kali

    BalasHapus
  11. Hai Kak... Wah perjalanannya menyenangkan ya.
    Mulai dari menginap di rumah teman yang akhirnya diberi kebebasan dari pemilik rumah yang memuliakan tamu.
    Ada lagi ketemu teman yang irit bicara & wajahnya terkesan jarang tersenyum.
    Saya juga sering nih dapat komentar begini tapi akhirnya berteman baik banget karena saya aslinya cerewet.

    Semoga perjalanannya berkah ya Kak.
    Salam kenal.

    BalasHapus
  12. MasyaAllah mbak, luar biasa pengalaman dan hikmahnya. Memang ya travelling itu membentuk jati diri kita dan pastinya banyak pembelajaran yang kita dapat, bertemu dengan orang, silaturahmi. Kalo mo jalan-jalan lagi, aku ikutan ya mbak hehehe

    BalasHapus
  13. wah pengalaman travellingnya unik

    pas banget dengan judul yaitu hikmah traveling

    keren pisan

    BalasHapus
  14. Waaah seru yaa bisa jalan-jalan ke negara tetangga bareng temen-temen
    Mudah-mudahan tahun ini aku dikasih kesempatan juga buat main kesini aamiiin๐Ÿ˜

    BalasHapus
  15. Wahh senangnya bisa bertemu keluarga baru di tempat baru. Perjalanan ke Malaka ini pasti menjadi salah satu perjalanan yang paling berkesan yaa, Mba :)

    BalasHapus
  16. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari perjalanan Mba Ida yaa. Semoga silaturahminya masih tetap terjalin di masa-masa mendatang, amiiin

    BalasHapus
  17. asyik banget perjalnanan travelingnya. dikelilingi oleh teman yang sejiwa makin asyik ya teh ida. Singapura, malaka dan kuala lumpur. Lengkap tuh perjalanan panjangnya.

    BalasHapus
  18. Luar biasa sekali perjalanan nya Bu, selain traveling bisa memberikan makna juga ya

    BalasHapus
  19. Teteh yg satu ini bercerita dengan gaya 'show', bukan 'tell' Penasaran bagian akhirnya ttg nenek. Klo diceritain lagi saya pasti seneng.

    BalasHapus
  20. Waaa senang banget baca serunya jalan jalan bu Ida hakikat dari traveling adalah mengambil berbagai pelajaran dari kejadian yang kita temukan mungkin ya. Makasi udah share bu :)

    BalasHapus
  21. Jadi ga sabar pengen traveling, rencananya Awal April besok aku rombongan nih teh sama anak2 ke Sing-KL

    BalasHapus
  22. MaasyaAllah isi nya manfaat bgt ,aku setuju teh tntnag bagian memuliakan tamu..

    BalasHapus
  23. Masya Allah, seneng banget perjalanannya, Mbak. Gak hanya bersenang-sennag, tetapi juga banyak bertemu orang baik

    BalasHapus
  24. Alhamdulillah dapat angpau Teh. Barakallah ya, perjalanan travelingnya luar biasa. Saya yang masih di Indonesia aja deg degan mau jalan jauh.

    BalasHapus
  25. Seru banget sih Mbaa, traveling bareng sahabat-sahabatnyaa. Mana di sana biaa silaturrahmi ke ke saudara-saudara yang lain ya. Jadi nambah networking juga :)

    BalasHapus
  26. Traveling yang berkesan adalah menyambung silaturahmi ya mbak. Suamiku kalo ngajakin traveling di negeri sendiri suka mampir ke rumah saudara atau teman. Kemarin waktu ke Malaysia enggak punya kenalan di sana, jadi ya udah dolan aja ke tempat wisata dan masjid di sana

    BalasHapus
  27. Seru pisan Teh acara jalan-jalannya. Masih nyesel nih gak bisa ikutan jalan sama genk Blogger Bandung karena tanggalnya bertepatan pisan dengan nikahan adikku :((

    Ternyata Teh Yayu jugak ikutan, jadi 4 Emaks Petualang! Keren pisan Teh :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah kaabsen nih. kapan-kapan jalan ke korea bareng teh Erry hehehe

      Hapus
  28. Alhamdulilah nih jalan-jalanya dapat hikmah yang bisa dipetik kapan yah aku bisa berkesempatan mengunjungi negara tetangga aja hihi

    BalasHapus
  29. Senang sekali ya Mbak bisa berkumpul dan traveling bareng sahabat2. Banyak rejekinya pula selama perjalanan. :)

    BalasHapus
  30. Aduh pasporku nganggur mba semoga tahun ini ada rezeki untuk jalan-jalan kesana ya, seru mba bendr-bener rombongan ini

    BalasHapus
  31. masya Allah, ada saja kebaikan dan keberkahan dalam setiap perjalanan. Saat aku traveling sendiri di KL pun ditraktir orang. Ya gitu aja, tahu-tahu dibelikan makanan. Alhamdulillah.

    BalasHapus
  32. Banyak ya hikmah yang bisa dipetik dari traveling. Dan emmang, untuk tahu banyak hal, kita kudu traveling. Membuka banyak pengetahuan.

    BalasHapus
  33. Seru banget travelling bareng temen2 blogger. Alhamdulillah banyak menemukan kebaikan ya mba. Salam tempelnya itu bikin aku galfok hahahaa :))

    BalasHapus
  34. Bahagia banget pasti ya teh bisa traveling sama temen, silaturahmi sekaligus refreshing otak. Duh jadi pengen deh ke sana huhu secara aku belum pernah ke LN.

    BalasHapus
  35. Dulu aku juga pernah dijamu sama kenalan suami di melaka.diajak keliling dan ditraktir segala... Aduh, rada gak enak sih kalau dipikir2 ��

    BalasHapus
  36. Seru ya jalan2 bareng teman2 sekalian me time

    BalasHapus
  37. Asyiknya traveling bareng sahabat ^_^ Mudah2an suatu saat sayapun bisa begini. Eh meski ke tempat yang ga terlalu jauh, cm ke kabuoaten lain aja, jalan2 sama sahabat itu seru

    BalasHapus
  38. seru banget bisa traveling sama temen2
    jadi kabita ih pengen liburan jugaaaa

    BalasHapus
  39. Asyiknya traveling rame-rame. Saya jadi inget pas pertama kali ke Malaysia dan Singapore sama suami tahun 2015 lalu mba haha harus diulang kayaknya :))

    BalasHapus
  40. Alhamdulillah seneng banget jadi Emak petualang yang inspiratif!

    BalasHapus
  41. Benar-benar perjlanan penuh warna yaaa mba.. suka membaca segala kemudahan yang diberikan-Nya

    BalasHapus
  42. Barokallah ya Mba Ida, udah sampai ke Malaka SIngapore
    aku belum pernah nih, semoga ada reejeki bisa main ke sana juga

    BalasHapus
  43. Paling seru memang travelling bareng teman2 dekat, jadi keinget zaman gadis pergi rame2 ke spore, mdh2an bisa pergi lagi nanti rame2 kayak teteh... ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

    BalasHapus
  44. Travelling sama temen emang paling best, setiap perjalanan selalu aja ada cerita seru

    BalasHapus
  45. aku jadi pengen ke malaysia nih ya semoga ada rejeki

    BalasHapus
  46. Alhamdulillah ya pengalaman dan hikmah yang tiada duanya. Perjalanan pertamaku ini sangat berkesan bangets. Mudah-mudahan perjalanan2 berikutnya juga akan mendapatkan hikmah juga

    BalasHapus
  47. Subhanallah, perjalanan yang benar-benar mendatangkan banyak hikmah ya, Teh.
    Nyata sudah, setiap kebaikan pasti akan dibalas oleh banyak kebaikan.

    BalasHapus
  48. Seru banget ya Teh travelling tapi hikmah nya berasa banget. Liburan itu emang idealnya gitu ya, biar nanti pas pulang lagi berkesan.

    BalasHapus
  49. Seru banget teh, rada banyak hikmah yang didapt. Semoga selalu jadi pembelajaran buat kita semua. Amin..

    BalasHapus
  50. Makin banyak personel makin seru travelling-nya, ya, Teh. Semoga empat emak petualangan makin banyak menjelajah ya. Amiin....

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^