blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

23 Mar 2020

Tips Mengatasi Kecemasan dalam Menghadapi Pandemi Virus Corona Convid-19


Tips Mengatasi Kecemasan dalam Menghadapi Pandemi Virus Corona Convid-19  Tidak menyangka setelah menikmati kebahagiaan beribadah umroh yang luar biasa tiba-tiba menghadapi berbagai hal yang di luar prediksi.  Berawal dari saat dua hari di Mekkah ada kabar berita bahwa tidak ada jamaah umroh dari Indonesia diperbolehkan lagi berangkat karena Indonesia dianggap tidak aman dari Virus Corona sampai tanggal tertentu.  Masih santuy, karena asyik masyuk menikmati ketenangan beribadah di sana.  Lalu saat pulang, beberapa saat sebelum landing diberi kertas kuning untuk diisi.  Berisi data pribadi dan kondisi kesehatan selama beberapa waktu ini.  Pertanyaan-pertanyaan seperti pernah ke luar negeri dalam beberapa hari terakhir?  Kemana saja itu? Dan lain sebagainya.


Suasana di bandara sesaat setelah  melewati bagian 'ditembak' pengukur suhu


Masih santai,  walau di bandara sudah mulai 'ditembak' dengan termometer tembak.  Lalu si kertas kuning disobek sembarang terkesan dikerewes ngasal.  Aih kesannya formalitas sekali.... sampai saya dan suami tertawa-tawa.  Si Virus Corona Convid-19 masih dianggap sepele.  Sampai saat pulang ke rumah, baru sadar ada larangan ke luar bagi yang baru pulang dari luar negeri, padahal itu sudah tertera di kertas kuning itu, 14 hari di karantina.  

Walau di karantina saya dan suami sempat ke beberapa tempat tapi tidak berinteraksi langsung, hanya survey sekolah anak di Purwakarta dan Subang, komunikasi dengan bagian pendaftaran, berjarak.  Pengajian sementara dilarang, ini hal yang paling tidak saya sukai .. Saat itu adik ipar yang seorang dokter pun masih menganggap itu berlebihan...

Tidak menyangka 14 hari itu adalah 14 hari pertama, karena setelah itu ada 14 hari selanjutnya.  Keadaan mulai terlihat parah, anak-anak diliburkan, bahkan anak yang di pesantren pun yang baru ditengok harus pulang tiba-tiba juga karena pesantrennya kena SP 2 tidak meliburkan sekolah sesuai kebijakan pemerintah.  Padahal sehari sebelumnya pesantren sudah mulai membuat kebijakan mengisolasi diri...


Yang Santuy dan yang Panik


Virus Corona Convid-19 menjadi pandemi yang menakutkan.  Mempunyai banyak grup WA jadi mendapat banyak kabar simpang siur.  Harus pandai-pandai menfilter karena banyak pula hoax di dalamnya selain informasi positif dalam menghadapi Virus Corona Convid-19 ini.  Bahkan ada grup yang memberi kesempatan untuk healing dalam menghadapi pandemi ini.  Tidak menyangka ternyata banyak juga teman-teman yang merasa sudah menjadi paranoid dengan kondisi ini.  

Pandemi Virus Corona Convid-19 tidak boleh dianggap sepele tapi tidak boleh membuat kita panik.  Jadi melihat dua sisi ekstrim ini, satu sisi orang-orang yang menganggap sepele, sisi lain orang-orang yang parno dan menjadi panik lalu ketakutan.  Dua-duanya tidak baik tentu saja, orang yang menyepelekan Si Virus Corona Convid-19 ini sangat membahayakan karena akan membuat grafik lonjakan penyebaran virus ini semakin tinggi.  

Demikian juga yang panik terhadap Pandemi Virus Corona Convid-19 ini, tapi ini mending karena hanya  akan berbahaya bagi jiwanya sendiri.  Kepanikan akan membuat imun dalam tubuh menurun, kepanikan akan membuat jiwa tidak bahagia karena merasa terus terancam ini bisa mengakibatkan depresi atau penyakit kejiwaan.

Lalu apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi Virus Corona Convid-19 ini?  Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kecemasan atau kepanikan karena Virus Corona Convid-19 ini.  Sebuah Hadist dari Imam At Tirmidzi ini bisa menjadi rujukan....

Anas bin Malik menceritakan seorang laki-laki yang berkata :Ya Rasulullah SAW, apakah aku harus mengikat untaku dan bertawakal kepada Allah SWT atau melepaskannya dan bertawakal kepada Allah SWT? Rasulullah SAW berkata "Ikat untamu dan bertawakal pada Allah SWT" (HR At Tirmidzi)

Hadist ini memberikan pengarahan kepada kita umat Islam bahwa Nabi Muhammad SAW memotivasi kita umatnya untuk selalu berharap dan meminta pertolongan Allah SWT.  Namun kita tetap harus berusaha demi kondisi yang lebih baik.  Do'a dan usaha kita akan berdampak baik untuk muslim dan lingkungan sekitar kita. 


Tips Mengatasi Kecemasan dalam Menghadapi Pandemi Virus Corona Convid-19


Melihat hadist ini, dalam menghadapi kecemasan karena pandemi Virus Corona Convid-19 ini yang harus kita lakukan adalah:


Penampakan virus corona   sumber: chronline.com


Mengetahui tentang Virus Corona, dan Proses Penyebarannya


Untuk mengatasi kecemasan yang hadir dalam diri kita di tengah pandemi Virus Corona Convid-19 ini kita harus mengetahui tentang Virus Corona Convid-19 ini.  Cari tahu tentangnya dari berbagai sumber yang dapat dipercaya.  Setelah tahu tentang virus ini cari tahu juga proses penyebarannya.  Dengan mengetahui proses penyebarannya kita akan berupaya untuk menghindarinya, hal ini akan menjadi bekal bagi kita untuk lebih waspada.




Seperti kita pahami semua bahwa penyebaran virus corona ini melalui:


  • Partikel-partikel virus berupa droplets dari batuk atau bersin orang yang sudah terkena Covid-19.  Partikel ini bisa masuk melalui hidung atau mulut.  
  • Melalui benda-benda yang terkontaminasi dengan partikel SARS COv 2, partikel ini dapat menempel di benda-benda sekitar yang bisa tersentuh oleh orang lain tanpa disadari. Virus itu kemudian masuk ketika orang tersebut menyentuh hidung, mulut atau mata.  Pada dasarnya virus yang menempel pada benda-benda tersebut akan mati dengan sendirinya jika suhu melebihi 27 derajat celcius.
  • Baru-baru ini WHO memperingatkan kepada para petugas medis mengenai kemungkinan adanya resiko paparan virus corona melalui udara.  Menurut para ahli secara umum patogen dianggap dapat menyebar di udara melalui partikel yang lebih kecil.  Tentang lamanya berada di udara sebelum akhirnya menghilang hal ini tergantung berbagai faktor seperti suhu dan kelembaban daerah.


Mengurangi dan Menfilter Informasi   


Maraknya informasi terkait pandemi virus corona convid-19 ini sedikit banyak mempengaruhi psikis kita.  Banyak yang bermanfaat dan informatif tapi banyak juga yang tidak jelas atau bahkan hoax.  Bila ini berpengaruh pada kenyamanan kita ada baiknya kita mengurangi interaksi dengan dunia maya terutama sosial media yang banyak men share tentang virus corona.  Bila tidak mungkin mengurangi setidaknya kita harus mempunyai kemampuan untuk mengfilter setiap informasi yang datang kepada kita.  

Gaya Hidup Sehat  


Melakukan gaya hidup sehat dengan cara asupan nutrisi yang bagus ke dalam tubuh agar tubuh kita sehat sehigga memiliki kekebalan tubuh yang baik.  Selain itu harus selalu berfikir positif jangan sampai berpikiran buruk karena itu tidak baik untuk psikis kita  Sementara itu hidup bersih yang dianjurkan oleh WHO yang dapat dilakukan dengan mencuci tangan sesering mungkin, menjaga jarak dari orang yang batuk, pilek atau bersin.   Menerapkan etika bersin yang baik yaitu dengan siku tertekuk, menghindari menyentuh mata, mulut dan hidung.  Menggunakan masker jika sakit, mengobati sedini mungkin jika mengalami demam, batuk serta kesulitan bernafas.  


Melakukan Social Distancing  


Dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona ini pemerintah telah menganjurkan kepada kita semua untuk melakukan Social Distancing.  Yang dimaksud dengan Social Distancing yaitu upaya menjaga jarak dengan komunitas atau orang banyak untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran virus corona ini.  

Kegiatan bekerja, belajar atau pun aktivitas dalam kondisi seperti ini sebaiknya dilakukan di rumah masing-masing.  Upaya karantina diri ini penting sekali dilakukan untuk menghindarkan diri dari resiko tertular virus corona. 

Berfikir Positif dan Mengingatkan Diri  


Setelah semua upaya dilakukan kita harus mengingatkan itu pada diri kita bahwa kita telah melakukan yang terbaik.  Bertawakal semampu kita untuk waspada menghadapi semua itu, setelah itu berfikirlah positif bahwa semua sudah ada takdirnya.  Hatta selembar daun pun yang jatuh itu sudah tersurat sesuai kehendak Nya.  

Ini adalah musibah, dan dunia  adalah tempat musibah, tempat kita diuji.  Setelah virus corona ini pasti ada ujian-ujian lainnya.  Apa yang kita takutkan?  Kematian?  Orang beriman tidak takut mati, Orang beriman membuat persiapan terbaik untuk menghadapi kematian.  Pandemi Virus Corona ini adalah Cara Allah mengingatkan kita tentang kematian.  Kemungkinan kita mati itu 100% sedangkan kemungkinan terkena virus corona hanyalah 1%.  

Kembalikan semuanya kepada Allah pemilik kehidupan , Setiap penyakit ada obatnya dan obat yang terbaik adalah berdzikir kepada Allah.  Jadi ingat ceramah Ustadz Zul tentang akhir zaman, kelak akan ada masa dimana tetangga akan membunuh tetangga hanya karena sepotong roti.  Dan bagi orang beriman dzikrulllah, mengingat Allah lah yang membuatnya bertahan hidup.  Jadi semakin dekat pada akhir dunia ujian akan terus semakin berat ternyata.  





Berdo'a  


Berusaha sudah, berserah diri sudah maka senjata yang terakhir bagi orang yang beriman adalah berdoa.  Berdo'a agar kita lulus dari ujian keimanan ini berdoa agar kita selalu dalam lindungan Nya.  Parameter lulus tidaknya ujian ini adalah ibadah kita, kedekatan kita kepada Allah.  Saat kita lulus ujian maka semakin banyaklah ibadah kita, semakin rajin ibadah ritualnya.  Untuk umat Islam sholat wajibnya semakin tepat waktu, semakin berkualitas.  Shaum, zakat, shodaqoh, baca al qur'an dan ibadah lainnya semua meningkat baik kualitas maupun kuantitas.  

Berdoa membuat kita jauh lebih tenang, karena tempat bersandar kita yang Maha Kuasa Maha Perkasa, Pemilik Alam semesta raya ini.  Ingatlah dengan berzikir kepada Allah maka hatimu akan tentram... Itu adalah firmanNya...Tidak percaya dengan firman Nya? Sebaiknya pergi saja mencari tempat yang bukan ciptaanNya..hehe... 

Nah teman-teman semoga tulisan Cerita Ida kali ini yang berjudul Tips Mengatasi Kecemasan dalam Menghadapi Pandemi Virus Corona Convid-19 ini bermanfaat. Membuat kecemasan yang mungkin ada berangsur hilang berganti dengan kepasrahan totalitas kepada yang Maha Kuasa.  Tetap Semangat :)


20 komentar :

  1. Sama, tiap ahri sekarang bangun tidur, sebelum tidur baca berita tentang corona. belum lagi tiap jam cek wa, yang mana ada banyak berita berseliweran. jadinya cemas banget dan bikin gak konsen

    BalasHapus
  2. Yang banyak beredar berita hoax di WAG itu bikin gak tenang. Tetap ikhtiar dan berserah kepada Allah.

    BalasHapus
  3. Aku awalnya santui tapi waspada. Tapi mulai ngilu setelah beberapa kejadian yang aku tulis di blog aku... BW ya mbak...

    BalasHapus
  4. aku maalh sekarang gak mau baac dan lihat di tv tentang corona malah jadi parno, skrng mah jaag kesehatan , mengurangi inetraksi dg orang lain

    BalasHapus
  5. jujur aja aku sekarang makin parno setelah banyak orang mudik ke jawa tengah. secara aku kan tinggal di klaten dan di sekitar udah banyaak banget ODP dan PDP.
    tapi tetap stay cool di depan anak2 sih, aktivitas di rumah kayak biasa.

    yg beda cuma anak2 gak kemana2 beneran sambil banyak edukasi ttg corona ke anak dan ponakan

    BalasHapus
  6. Jujur aja nih, sebenernya udah matgay bangeettt kudu karantina mandiri seperti sekarang.
    Duh, lihat akun IG mall, hasrat window shoppingku meronta-ronta! ehehehehe
    Tapiii demi kebaikan bersama, ya sudahlah ditahaaaaannnn dulu aja 🙂

    BalasHapus
  7. Terima kasih tipsnya mbak. Semoga wabah ini cepat berlalu dan kita semua makin insyaf akan kebesaran Allah

    BalasHapus
  8. Terima kasih tips nya mba.. berguna juga utk saya yg masih harus keluar bkrja krn kebijakan blm WFH. Semoga kita semua dalam lindungan-NYA ya.. Aamiin

    BalasHapus
  9. Aku awalnya agak panik sih karena rentan kena pilek. Kalau sekarang sudah jauh lebih tenang. Kalau akses informasi juga nyari website pemerintah bukan yang berita online. Ihtiyar dan jangan lupa berdoa

    BalasHapus
  10. Kecemasan memang banyaknya datang dari medsos. Kalau kata saya penting banget untuk memfilter. Karena kita sulit mengatur orang. Jadi mendingan saring sendiri. Kalau gak sanggup juga, mendingan berhenti dulu dari medsos

    BalasHapus
  11. Aku sempat panik gitu sih mbk begitu baca berita kalau Bali (daerah tempat tinggalku) sudah ada yg positif convid 19. Langsung dag dig gitu. Tp makin kesini setelah banyak baca soal virus, insyaAllah rasa panikku mulai reda dan lebih fokus pada ikhtiar utk mencegah virus ini datang menghampiri terutama aku juga keluargaku. Yang terakhir berdoa terus, lagi lagi dan lagi setiap kali inget. Semoga convid 19 segera berlalu dari negeri ini aamiin

    BalasHapus
  12. Udah terbiasa dengan meminimalisir berita2 dan memfilter ,begitu pun dengan Corona ini, bukannya ga penting tapi buat menyehatkan mentalku, hanya info dr sumber terpercaya aja aku bacanya.
    Semoga kita semua selalu dijauhkan dr kecemasan, yg lambt laut justru bisa menggerogoti jiwa kita.

    BalasHapus
  13. Saat ini memang hal utama yang dilakukan adalah berpikiran positif terhadap berita yang ada. Usahakan menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga serta hidup sehat dan semoga wabah ini segera berlalu.

    BalasHapus
  14. Ibadah dan berdoa yang perlu kita lakukan yo mba, sama jaga kesehatan diri dan keluarga. Sedih rasanya malah makin meninggi. Apalagi tadi habis baca banyak dokter yang mulai kena. Nyerangnya pernapasan, dokter bilang virus ini ibarat maling. Kalo ketahanan tubuh alias satpam ga kuat ya kena.

    BalasHapus
  15. Aku udah mulai stop scrolling medsos ketika minggu-minggu awal Corona merebak di Indonesia, mba. Berusaha memperkuat imunitas tubuh aja, mematuhi anjuran pemerintah untuk berdiam di rumah, dan mohon ampun sebanyak-banyaknya kepada Allah. Semoga segera diangkat ya virus ini dari permukaan bumi.

    BalasHapus
  16. Covid-19 banyak merubah tatanan hidup, tetap positif dan menyaring informasi yang benar. Semoga wabah ini cepat berlalu

    BalasHapus
  17. Jujur aku salah satu yg pank pada. Awalnya. Terlebih kantorku beroprasi spt biasa dan aku harus ketemu beratus ratus org dilingkungan kerja. Was was bgt.

    Untungnya dri kantorpun byk nglakuin tindakan tegas preventif.. Was was emang perlu sih setidaknya bikin kita sadar buat cari tahu penyebab dan cara antisipasi virus ini kak

    BalasHapus
  18. Aku sih, dari diri sendiri dan dari rumah, berusaha sebisa mungkin melakukan apa yang selama ini disarankan banyak orang. Dari pemerintah atau pun tenaga kesehatan. Yang suka bikin panik dan parno ya lihat orang2. apalagi yang gak ngejalanin Social Distancing. Gemeeees!

    BalasHapus
  19. Bulan ini hampir semua grup whatsapp dan televisi terus saja memberitakan, menceritakan, menuliskan, memforward teks maupun gambar dan video tentang corona. Jadi sepertinya sudah melotok di otak apa itu corona, gimana penyebarannya dan gimana pencegahannya. Haha.

    BalasHapus
  20. Udah nggak begitu ngikutin berita tentang virus, apalagi berita yang memaparkan angka. Kalau berita positif sih masih terima. Mental ada pengaruh terhadap imun kan.

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^