blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

11 Mar 2020

As Sahaabah Exhibition (Museum Sahabat) : Napak Tilas untuk Meneladani Kehidupan Sebaik-baiknya Umat

As Sahaabah Exhibition (Museum Sahabat) : Napak Tilas untuk Meneladani Kehidupan Sebaik-Baiknya Umat  Kota Mekkah merupakan kota suci bagi umat Islam di seluruh dunia, kota ini tidak saja disucikan manusia tetapi oleh Allah SWT.  Allah SWT menjuluki kota ini dengan sebutan Ummul Quro atau ibu bagi kota-kota yang lainnya.  Kota Mekkah menjadi kota suci karena disini ada Baitullah yang menjadi kiblat umat Islam.




Mekkah Kota Suci Umat Islam


Kabah yang terdapat di Masjidil Harram merupakan rumah Allah yang pertama kali didirikan di muka bumi ini.  Pembangunan Ka'bah ini telah  mulai dilakukan sejak zaman Nabi Adam AS. Allah SWT berfirman di dalam QS Al Imran 96:

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia ialah Baitullah di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.

Kota Mekkah juga merupakan tempat lahir manusia terbaik di muka bumi yaitu Nabi Muhammad SAW, menjalani hidupnya sebelum diangkat menjadi nabi hingga diangkat menjadi nabi pun di kota ini yaitu beberapa kilometer di utara Mekkah tepatnya di Gua Hira.  Pada awal kenabiannya Nabi Muhammad SAW  selama 13 tahun menyampaikan dakwahnya di kota Mekkah ini.

Itulah mengapa Kota Mekkah merupakan kota suci yang menyimpan banyak peninggalan sejarah umat Islam.  Di kota inilah Nabi Muhammad beserta para sahabat mulai menyebarkan agama Islam ke seluruh dunia.  Tak heran pula kalau di kota Mekkah ini terdapat tempat-tempat bersejarah yang dapat dijadikan wahana untuk memahami peradaban Islam.


As Sahaabah Exhibition diantara barisan pertokoan

As Sahaabah Exhibition (Museum Sahabat) 


Ma'rodh as Shohabah atau Museum Sahabat Nabi atau As Sahaabah Exhibition, lebih mudah disebut Museum Sahabat Nabi merupakan  salah satu tempat untuk menambah banyak wawasan tentang perjuangan dakwah Islam.  Museum ini baru saja dibuka pada bulan Juli 2019 yang lalu.  Terletak di kawasan Masjidil Haram Makkah Al Mukarromah, tepatnya di samping Hotel Hilton Suite.  

Tempatnya tidak begitu mencolok,  tidak menyangka bahwa di samping hotel tempat saya menginap ada sebuah museum.  Padahal berkali-kali melewati tempat itu saat menuju Masjidil Haram ataupun saat pulang menuju hotel.  Bangunannya berada diantara toko-toko berkonsep modern tempat berjualan ayam goreng, pizza, kedai kopi,  makanan ringan, parfum, souvernir dan toko lainnya. 

Menyusuri As Sahaabah Exhibition ( Museum Sahabat )


As Sahaabah Exhibition atau Museum Sahabat ini terdiri dari 10 ruangan didesain dengan tata ruang yang sederhana namun menarik.  Ada ruangan yang dibuat terang benderang, tapi ada juga yang hanya diterangi lampu yang temaram untuk mendukung isi museum yang didominasi tampilan audio visual yang berkesan modern.  Kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat disajikan berurutan di tiap ruangan dari awal hingga akhir.  


Di Museum Sahabat ini para pengunjung dapat menikmati cerita perjalanan para sahabat menemani perjuangan Nabi Muhammad SAW yang tersaji dalam bentuk video, keterangan tulisan, gambar-gambar ilustrasi hingga foto-foto.  Saat pertama masuk atau di ruang pertama para pengunjung akan disambut dengan beberapa kaligrafi hadist nabi yang berisi tentang para sahabat.  Selain itu juga di ruang ini menceritakan tentang keesaan Allah SWT.

.
Pemandu yang asli orang Indonesia ini sedang menerangkan jalur saat Rasulullah hijrah

Sebelumnya sang tour guide atau pemandu menerangkan katagori yang termasuk sahabat adalah mereka yang mengenal dan melihat langsung Nabi Muhammad SAW, membantu perjuangannya dan meninggal dalam keadaan muslim. Oya tak perlu khawatir kesulitan memahami bahasa yang diterangkan oleh para pemandu karena pihak museum menyiapkan pemandu dengan bahasa sesuai asal negara rombongan pengunjung.  Khusus Indonesia saat musim haji disediakan dua pemandu karena jemaah dari Indonesia di museum ini membludak.  Pada musim haji 2019 yang lalu jamaah yang mengunjugi museum ini berkisar dari 1.000 - 2.000 orang per hari.

Di ruangan kedua jamaah disajikan kisah tentang sahabat nabi dengan judul Iman yang Tidak Tergoyahkan.  Pengorbanan dan perjuangan  para sahabat golongan yang pertama-tama mempercayai kenabian Muhammad SAW atau yang dikenal dengan assabiqunal awwalun.  Mereka mendapat intimidasi dan siksaan yang luar biasa dari para musyrikin Quraisy.  Terlebih para budak belian seperti Bilal.  Mereka para budak belian itu merupakan kaum yang lemah hingga mendapat siksaan yang semena-mena dari para  tuannya.

Para pengunjung menyaksikan film pendek tentang kenabian Muhammad SAW dan para sahabat yang mendukungnya.  Sebuah film yang sungguh sangat menyentuh hati para pengunjung yang menyaksikannya.  

Ada yang ingin narsis di Museum Sahabat

Di ruangan ketiga para pengunjung akan disuguhi kisah perjalanan hijrah nabi dan para sahabat ke Madinah lengkap dengan maket peta yang menggambarkan jarak Mekkah dan Madinah serta alur yang dilalui kaum Muhajirin atau para sahabat yang ikut berhijrah ke Madinah.  Di sana terlihat bahwa jalur yang dilalui Rasulullah SAW saat berhijrah melalui jalur yang lebih sulit dari jalur normal karena menghindari pertemuan dengan para musyrikin Quraisy.



Kisah tentang Madinah dan sambutan hangat kaum Anshor terhadap kaum Muhajirin dapat kita lihat di ruang keempat.  Sementara di ruangan kelima kita akan menyaksikan film tentang peperangan kaum muslim dan kafir, serta para sahabat yang syahid dalam perjuangan.  Pasukan Islam digambarkan berserban hijau sedang pasukan lawan digambarkan memakai serban merah. Peperangan antara pasukan merah dan hijau berlangsung seru, layar pun terlihat begitu hidup....


Di ruangan keenam digambarkan kehidupan damai di kota Madinah.  Gambar kebun-kebun kurma yang subur menempel di dinding ruangan.  Di ruangan ini terdapat juga keterangan tentang instruksi Nabi Muhammad SAW kepada warga untuk membersihkan rumah-rumahnya.  Di ruangan selanjutnya mengisahkan tentang wafatnya Nabi Muhammad SAW serta cerita para sahabat dalam merespon perpisahan mereka dengan Rasulullah SAW yang teramat mereka cintai.  


Cendera mata di  As Sahaabah Exhibition (Museum Sahabat)


Sebelum pengunjung pulang, para pengunjung disuguhi dengan berbagai tanda mata kota Mekkah dan Madinah di area penjualan cendera mata. Di sini pengunjung bisa membeli souvernir, al qur'an, parfum, sajadah, buku-buku Islam dan berbagai tanda mata lainnya untuk oleh-oleh saat pulang ke negaranya masing-masing.

Apa yang disajikan di As Sahaabah Exhibition atau Museum Sahabat ini akan membawa kita ikut merasakan dan memahami perjuangan Rasulullah dan para sahabat di masa lalu.  Museum ini dibuka setelah shalat shubuh sampai jam 11 siang kemudian dibuka kembali setelah shalat ashar sampai jam 22.30 malam.  Di awal dibukanya museum ini setiap pengunjung harus membayar sebesar 15 SR atau sekitar Rp60.000,00 dengan diskon khusus untuk rombongan lebih dari 50 orang.  Namun saat rombongan kami masuk ke museum ini ternyata sudah digratiskan. 

Masya Allah, mengunjungi museum sahabat atau As Sahaabah Exhibition ini kita benar-benar diingatkan lagi bagaimana pengorbanan dan perjuangan para sahabat yang luar biasa.  Pantaslah bila amalan kita sebesar apa pun dibandingkan dengan amalan seorang sahabat itu tidak ada apa-apanya.

Para pengunjung asyik mendengarkan kisah dari pemandu

Para Sahabat, Tauladan Kita Semua


Rasulullah SAW bersabda

Janganlah engkau cela sahabatku andai ada diantara kalian yang berinfaq emas sebesar gunung Uhud, tetap tidak akan menyamai pahala infaq sahabatku yang hanya satu mud (satu genggam) bahkan tidak menyamai setengahnya.

 Di hadist lain Rasulullah bersabda

Sebaik-baiknya manusia adalah zamanku, dan kemudian setelahnya dan kemudian setelahnya (HR Bukhari)

5 Hal Mengapa Para Sahabat Disebut Sebagai Sebaik-Baiknya Manusia


Semoga kita semua bisa meneladani kehidupan para sahabat yang luar biasa itu ya, jadi teringat buku La Tahzan karya Dr Aidh Al Qarni yang menyebutkan bahwa ada lima hal yang menyebabkan para sahabat disebut sebaik-baiknya manusia yaitu:

  • Para sahabat menerapkan pola hidup sederhana, tidak memaksakan diri.  Mereka selalu menghadapi permasalahan hidup dengan wajar, tidak berlebihan dan tidak terbebani.
  • Para sahabat memiliki ilmu yang luas, penuh berkah serta aplikatif bukan retorika belaka.  Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba Nya hanyalah ulama (QS: 35: 28)
  • Bagi para sahabat amalan hati jauh lebih berat daripada amalan fisik. Di hati mereka ada keikhlasan, inabah, tawakal, kecintaan yang mendalam kepada Allah SWT serta adanya raghbah yaitu keinginan untuk dekat dengan Allah SWT yang memuncak. Hati para sahabat selalu dipenuhi rasa khawatir amal-amal yang mereka lakukan tidak berkenan di sisi Allah serta selalu ada perasaan takut jika siksa Allah SWT menimpanya.
  • Para sahabat menyengaja mengurangi kenikmatan dunia, menjaga jarak dengannya dan menjauhkan diri dari godaan serta kemewahan dunia.  Hal inilah yang membuat mereka selalu tenang, thuma'ninah dan sakinah. 
  • Para sahabat menempatkan amalan jihad di atas amalan yang lainnya.  Mereka menjadikan jihad sebagai tanda, karakter dan motto hidupnya.  Dengan jihad mereka mampu menghilangkan kegundahan, keresahan serta kesedihan karena di dalam jihad ada dzikir, amal, pengorbanan dan gerak tubuh. 
Dan orang-orang yang berjihad untuk mencari keridhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.  Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik (QS Al An kabut: 69)
5 hal inilah yang menjadi alasan kenapa Rasulullah SAW menyebut para sahabat sebagai sebaik-baiknya manusia.  Semoga kita semua dapat meneladani kehidupan mereka...Semoga tulisan As Sahaabah Exhibition (Museum Sahabat): Napak Tilas untuk Meneladani Kehidupan Sebaik-baiknya Umat ini memberi manfaat untuk penulis maupun yang membacanya. 

Sebagian dari foto-foto ini adalah foto milik teman-teman jamaah Madinah Iman Wisata, terima kasih atas kerelaannya, semoga menjadi kebaikan untuk kita semua.  

18 komentar :

  1. Pas baca judulnya, kirain ini semacam exhibition yang lagi buka pameran di Indonesia. kayak beberapa waktu lalu exhibition di Medan barang-barang peninggalan nabi, sahabat, dll dipamerkan.

    Ternyata ini beneran ada di Mekah. Ya Allah envy nya kebangetan. Sambil ngiri sambil doa aku semoga suatu hari ke sana sekeluarga mba Ida, Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..semoga teh..saling mendoakan ya :D

      Hapus
  2. Obyek baru banget ya mba, baru buka akhir 2019. Saya juga tertarik membacanya. Sungguh banyak sekali sahabat Nabi yang bisa kita teladani, terutama kesetiaan mereka kepada Rasulullah SAW. Semoga ada rezeki sehat dan rezeki nikmat kami sekeluarga bisa bertamu ke sana, ke rumah Allah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Allohumma Aamiin ..semoga ya teh :D

      Hapus
  3. Terimakasih sharringnya kak, semoga kelak diberi kesempatan haji dan umroh agar bisa berkunjung kesini juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Allohumma Aamiin...semoga ya Mba..

      Hapus
  4. Maasya Allah... Selalu bikin mupeng deh kalau udah bahas yang kayak gini. Asli deh pengen banget bisa berkunjung ke sana, pastinya kita bakal dapat pelajaran banyak. Doain saya bisa ke sana ya, Bu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. insya Allah.. mudah2an ya bisa ke sana ya teh :)

      Hapus
  5. Pingin banget ke Museum Sahabat Nabi, setiap yang ibadah haji dan umroh pasti kesana teh?
    Atau hanya jika ada dalam paket?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepertinya selalu disempatkan ke sana ambu karena dekat sekali dengan masjidil haram... apalagi yang hotelnya di sekitar itu bisa main sendiri ke sana :)

      Hapus
  6. Masya Alloh. Jadi kilas balik perjuangan sahabat bersama Rasulullah ya mbak. Kita tinggal meneruskan menjaga iman dan agama ini atas perjuangan beliau beliau.

    Semoga bisa ke museum sahabat juga someday. Masih di sekitar masjidil haram ya itu mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..iya masih di sekitar sana..sudah keluar sih dari Masjidil haramnya tapi tinggal nyebrang aja :D

      Hapus
  7. Mba Ida bersyukur bangeeettt udah ke sini.
    Daku belum, euy!
    Semoga corona ini secepatnya hengkang dari planet bumi, dan kita bisa ibadah ke Baitullah dgn aman sentosa Aaamiiinnn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... iya mba bersyukur banget pasti..semoga ya Aamiin Allohumma Aamiin..

      Hapus
  8. Wah jadi kangen banget kesana lagi, semoga kita semua bisa diberi kesempatan untuk kesana dan mengunjungi museum ini :) saya terakhir kesana 2014, museum ini dulu belum ada..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya..baru banget ini mah baru setahun yang lalu :D

      Hapus
  9. Baru tahu di Makkah ada museum Sahabat Nabi. Jadi kalau melakukan ibadah haji/umrah di sana bagus sekali ya kalau sempat mengunjungi museum ini agar mendapat wawasan juga tentang para sahabat.

    BalasHapus
  10. Oo.. Museumnya baru ada ya kak. . Mashallah ibadah sekalian napk tilas ya kak. Moga someday, aku juga bisa berada disana. Aamiin ..

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^