**/ Cerita Ida : Anak Bertubuh Pendek, Salah Siapa ?

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

1 Apr 2019

Anak Bertubuh Pendek, Salah Siapa ?



Anak Bertubuh Pendek, Salah Siapa ?  Pagi sekali saya sudah bergegas mempersiapkan segala sesutu yang harus dipersiapkan di setiap paginya.  Sarapan anak-anak, persiapan bekal makan siang, beres-beres rumah dan berbagai printilan lainnya.  Pagi yang biasanya memang selalu sibuk terasa semakin sibuk karena pagi sekali saya harus segera pergi menuju sebuah acara di Bandung.  Semangat sekali saya mengikuti acara ini, karena tema yang dibawakan menarik yaitu Sosialisasi Pangan Sehat dan Gizi Seimbang dalam Membangun Generasi Emas 2045


Ya tentu saja sebagai ibu dari lima anak harus terus meng update ilmu agar tidak ketinggalan informasi terkini.  Terutama ilmu parenting yang ternyata terus berubah sesuai dengan kondisi zaman yang memang terus berkembang.  Selain ilmu tentang parenting untuk menunjang proses tumbuh kembang anak yang optimal diperlukan juga pengetahuan tentang nutrisi untuk anak.  Banyak kasus yang terjadi pertumbuhan tidak optimal alias anak bertubuh pendek yang diakibatkan oleh malnutrisi.


Para narasumber talkshow
Materi talkshow kali ini memang cocok sekali dengan minat saya, meski anak sudah beranjak besar tetapi menambah pengetahuan tentang hal-hal yang menunjang tumbuh kembang anak akan terus saya lakukan.  Selain berguna untuk cucu mungkin suatu saat nanti (duh sudah berpikir tentang cucu nih.hihi....)  bisa juga saya sharing kembali kepada ibu-ibu muda agar tidak mengulang kesalahan yang sama yang pernah saya lakukan.

Berbagi bisa melalui tulisan bisa juga saat saya diundang sebagai pembicara di acara-acara parenting seperti yang selama ini biasa saya lakukan.  Ya memang sesekali saya diminta untuk mengisi acara parenting di beberapa tempat di lingkungan Kota Cimahi

Topik yang membuat saya penasaran saat ini karena melihat berseliweran di time line media sosial hesteg Darurat DHA dan tentang isu Stunting. Penasaran juga apakah anak bertubuh pendek itu selalu  berarti stunting ya.? Pucuk dicinta ulam pun tiba karena ternyata materi kali ini banyak membahas tentang stunting dan nutrisi.  Termasuk  informasi tentang slogan lima sehat empat sempurna juga yang  kini telah menjadi sejarah.

Salah satu peserta lomba kreasi gizi seimbang antar Pimpinan Daerah Aisyiyah se Jawa Barat

Sekilas tentang Pedoman Gizi Seimbang (PGS)


Kini untuk menyiapkan pola hidup sehat masyarakat Indonesia, kita sudah menggunakan Pedoman Gizi Seimbang (PGS).  Pedoman ini dibuat untuk menghadapi beban ganda di dalam masalah gizi yaitu  saat kelebihan dan kekurangan gizi terjadi dalam waktu bersamaan.  Empat sehat lima sempurna menekankan pada makanan pokok, lauk pauk, sayur mayur, buah dan susu,  Sementara PGS menekankan pada 4 prinsip yaitu:

  • Variasi makanan
  • Pentingnya pola hidup bersih
  • Pentingnya pola hidup aktif dan olah raga
  • Memantau berat badan ideal

Ibu - ibu jadul seperti saya tentu saja tidak akan mengenal tentang ini kalau tidak terus meng update ilmu yang dimilikinya. Padahal banyak lho ibu-ibu jadul yang masih harus mengurusi balita yang notabene akan menjadi generasi muda penerus bangsa.  Ya, para nenek yang 'terpaksa' harus mengurusi cucunya karena ibu dari sang cucu harus bekerja di luar rumah misalnya.  Tentu saja hal-hal seperti ini perlu tau supaya para cucu yang diasuhnya bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.  Hal bisa mencegah terjadi anak bertubuh pendek yang diakibatkan oleh stunting.

PR besar untuk para ibu nih yang harus mengubah mindset tentang empat sehat lima sempurna, karena ternyata selain kecukupan gizi di dalam piring anak ternyata variasi dan porsinya harus diperhitungkan.  mempersiapkan makanan untuk anak-anak harus mengacu pada Nutrition Guide for Balanced Diet yang merupakan kesepakatan konfrensi pangan sedunia tahun 1992.

Di dalam pedoman Gizi seimbang terdapat panduan konsumsi sehari-hari yang disebut Tumpeng Gizi Seimbang dimana terdapat anjuran - anjuran seperti membatasi asupan gula maksimal menjadi 4 sendok makan, garam 1 sendok makan, minyak 5 sendok makan.  Ada juga keharusan untuk minum air 8 gelas sehari, serta porsi dalam menu makanan harus ada protein sebanyak 2-4 porsi, sayuran 3-4 porsi, buah-buahan 2-3 porsi, karbohidrat 3-4 porsi.  Selain itu juga ada anjuran untuk rutin berolah raga dan bergerak.


Talkshow Sosialisasi Pangan Sehat dan Gizi Seimbang dalam Membangun Generasi Emas 2045


Adalah Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bersama Pengurus Pusat (PP) Aisyiyah Jawa Barat menandatangani kesepakatan kerjasama edukasi Pangan Sehat Gizi Seimbang di kota Bandung.  Kerjasama inilah yang menjadi latar belakang acara talkshow di Masjid Mujahiddin Jalan Sancang Bandung tanggal 28 Maret 2019 ini bisa terlaksana.  Selain talkshow dalam waktu bersamaan diadakan juga lomba kreasi makanan sehat di beberapa kota di Indonesia.

Para peserta asyik menyimak talkshow

Talkshow edukasi dihadiri sekitar 200 kader PP Aisyiyah dari 27 wilayah di Jawa Barat.  Dalam kesempatan itu hadir sebagai pembicara Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah Dra Chairunnisa, M Kes.  Ketua Harian YAICI Arif Hidayat SE,MM, Perwakilan IDAI dr Dadi Sp A dan Kepala Bidang Informasi Komunikasi BPOM Jawa Barat Rusiana MSc.

Mempersiapkan Generasi Emas 2045


Beruntung sekali bisa mengikuti talkshow ini karena semua yang dipaparkan narasumber sangat bermanfaat.  Intinya semua terpusat pada bagaimana mempersiapkan dan mengawal generasi emas 2045 nanti.  Memastikan ketercukupan gizi anak-anak Indonesia agar menghasilkan angkatan kerja yang berkualitas.  Menjadi generasi yang inovatif, produktif dan berkarakter tidak menjadi generasi yang menjadi beban bagi negara.

Pemenuhan hak tumbuh, kembang kesehatan dan pendidikan anak pada masa sekarang menjadi faktor penting agar dapat memikul tanggung jawab sebagai pemimpin di masa yang akan datang.  Pada kenyataannya saat ini Indonesia sedang menghadapi bonus demografi dan permasalahan tentang gizi buruk.  Sebagian lain mengalami obesitas sedangkan anak yang lain mengalami hambatan pertumbuhan dan kekurangan berat badan.

Salah Persepsi Masyarakat tentang SKM


Temuan-temuan di lapangan masih banyak terdapat para ibu yang memberi susu kental manis (SKM) untuk asupan gizi anak.  Padahal BPOM telah mengeluarkan aturan tentang penggunaan susu kental manis.  Ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat dan para ibu yang belum teredukasi tentang asupan gula garam dan lemak.



Mengubah persepsi masyarakat tentang SKM yang dibangun produsennya selama hampir 100 tahun ini memang sangat sulit.  Hal ini memerlukan usaha dari berbagai pihak untuk terus mengedukasi publik dan penegakan aturan.  Meski telah keluar aturan dari BPOM tentang penggunaan SKM, masih ada produsen yang berusaha menjaga persepsi masyarakat yang salah itu melalui berbagai strategi marketing yang inovatif.

Penggunaan SKM yang tepat selayaknya hanya sebagai toping saja, bukan sebagai susu seperti persepsi sebagian masyarakat saat ini.  SKM bisa digunakan untuk tambahan variasi puding, campuran roti, kue-kue camilan dan lain sebagainya.

Apakah Anak Bertubuh Pendek Selalu Berarti Stunting?


Nah ini materi yang paling kusuka karena saya kepo tentang stunting ini, pokoknya segala sesuatu tentang stunting ini, batasan anak dikatakan  terkena stunting tuh seperti apa sih ?.  Terus apakah setiap anak bertubuh pendek itu pasti stunting atau ada pengaruh juga soal gen orang tua yang tidak tinggi ?  Jadi indikasi seorang anak menderita stunting itu apa sajakah. ?  Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang selama ini ada di benak saya.

Tentang stunting ini dibahas saat Perwakilan IDAI dr Dadi Sp A membahas tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan yang merupakan periode percepatan tumbuh kembang yang dimulai dari terbentuknya janin dalam kandungan hingga berusia 2 tahun.  Faktor terbesar saat ini masih banyaknya ibu hamil di Indonesia yang kekurangan gizi. Nah ini ternyata cikal bakal anak bertubuh pendek diakibatkan oleh stunting.

Saat ibu hamil, 1000 hari pertama kehidupan harus menjadi prioritas utama yang diperhatikan.  Ibu harus mempunyai banyak waktu memperhatikan asupan makan bergizinya, lebih banyak beristirahat dan bisa mengatur waktu kerja.  Itulah yang harus diperhatikan para ibu hamil hingga kondisi ibu selama kehamilan sehat dan bisa melahirkan dengan kondisi terbaik.


Bila asupan nutrisi pada masa 1000 HPK ini kurang maka bisa saja terjadi stunting pada anak yang akan dilahirkan.  Stunting adalah kondisi dimana seseorang memiliki kondisi tubuh pendek (di bawah standar) akibat kurang gizi kronis.

Tanda-tanda Stunting


Anak berubuh pendek di bawah rata-rata
Berat badan tidak naik bahkan cenderung menurun
Pertumbuhan gigi terlambat
Kemampuan belajar menurun

Akibat Stunting


Akibat dari stunting ini dalam jangka panjang akan terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pada pertumbuhan fisiknya serta gangguan metabolisme.  Sementara dampak jangka panjang adalah pada stunting yng tidak ditangani dengan baik sedini mungkin akan menurunkan kognitif otak, kekebalan tubuh lemah sehingga mudah sakit.  Beresiko tinggi munculnya penyakit metabolik seperti kegemukan, penyakit jantung dan penyakit pembuluh darah.

Nah dari tanda-tanda di atas kita bisa melihat kalau anak bertubuh pendek di bawah rata-rata dengan kemampuan belajar yang terus menurun bisa dipastikan anak tersebut mengalami stunting dan harus ditangani dengan intensif agar tidak menimbulkan dampak jangka panjang yang lebih merugikan.

Tapi bila hanya sekedar anak bertubuh pendek tanpa ada tanda-tanda stunting di atas berarti tinggal mengoreksinya dengan asupan gizi yang lebih baik dan harus diperhitungkan juga bisa saja faktor keturunan berperan cukup besar.  Menurut Chao-Qiang Lai dari Tufts University seperti dilansir dari Scientific American mengungkapkan sekitar 60-80 % perbedaan tinggi badan antar individu ditentukan oeh genetik sedangkan 20-40% dipengaruhi oleh lingkungan.

Untuk menghindari atau mengurangi kemungkinan anak bertubuh pendek kita harus memperhatikan faktor eksternal berupa lingkungan. ,Faktor lingkungan yang baik bisa dimaksimalkan untuk orang tua yang merasa dirinya pendek terutama saat di awal-awal kehidupan anak.  Lingkungan yang baik di sini maksudnya adalah mendapat nutrisi yang cukup, olah raga teratur, tidur yang cukup dan menjaga kesehatan.

Kalau kita memiliki anak bertubuh pendek alias tidak memiliki  tinggi yang optimal jangan khawatir, tinggi pendek seseorang kan tidak berpengaruh pada kesuksesan dan kebahagiaan seseorang toh?  Jadi optimalkanlah sisi-sisi positif anak, tonjolkan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya hingga ia bisa berhasil dalam hidupnya dan menjadi pribadi yang berhagia.

Semoga generasi emas Indonesia di tahun 2045 nanti menjadi generasi yang benar-benar tangguh, beriman dan bertakwa serta memiliki mental yang kuat hingga bisa menghadapi zaman dengan kondisi yang terbaiknya.

Semoga tulisan Anak Bertubuh Pendek, Salah Siapa ? ini bermanfaat ya teman-teman.. :)

47 komentar :

  1. Pemerintah lagi memberantas stunting ya, alias anak-anak yang bertumbuh pendek. peran serta beberapa pihak untuk menginformasikan mengenai pola hidup sehat penting banget, apalagi banyak masyarakat yang masih kekurangan untuk memperolah makanan bergizi padahal anak2 ini masa depan bangsa ya

    BalasHapus
  2. Sebaiknya nggak nunggu "ah, nanti udah gede juga tinggi kok", ya. Kalau melihat tanda-tanda pendek, perlu segera dikoreksi karena bisa berpengaruh ke otak.

    BalasHapus
  3. Menjadi pelajaran buat saya kalau diberi kesempatan hamil lagi saya akan menjaga sebaik-baiknya kandungan termasuk saat sudah lahiran sampai masa golden age anak tidak lagi dilewatkan begitu saja...

    Mohon doanya Teh, hehehe... Semoga masih ada kesempatan saya bisa punya anak lagi ini
    Amin

    BalasHapus
  4. Waktu Audi kecil, aku sempat khawatir dia jadi anak yang pendek karena beberapa bulan pertama panjang tubuhnya tak nambah, malah dia harus masuk ruang operasi berkali-kali. Waktu itu sih kasih minum susu, begitu dia mulai bisa makan, kasi makanan yang bernutrisi dan ikan. Trus diikutkan juga kegiatan olahraga, seperti renang, basket dan naik sepeda. Eh sekarang tingginya dia malah bikin aku kaget. Masih SMA aja sudah 175cm... Makanan bergizi, susu, dan olahraga ternyata pengaruh banget untuk tumbuh kembang anak.

    BalasHapus
  5. Stunting bisa dicegah sejak ibu merencanakan kehamilan, begitulah yang akhir-akhir ini dikabarkan dan ini memang benar ternyata. Aku dulu juga sempat khawatir dengan Audi. Panjang tubuhnya sempat tidak nambah di beberapa bulan setelah ia lahir, mana bolak-balik masuk ruang operasi. Syukurlah sekarang dia malah tinggi banget, berkat makanan bergizi, susu, dan rajin olahraga

    BalasHapus
  6. Stunting nih bikin aku ngeri makanya kemarin pas hamil Binar aware banget sama asupannya. Moga seluruh ibu indonesia paham nutrisi ya biar indonesia bebas stunting

    BalasHapus
  7. Kalau anak usia sekitar 15 tahun berbadan mungil masih bisa dibenahi nggak ya Mak. Saya kasihan dengernya, karena dia sering terlihat sedih dengan porsi tubuhnya. "Makan sudah banyak tapi kok kayak gak tumbuh" katanya.

    BalasHapus
  8. PR bagi orang tua itu banyak banget ya Mbak. Selain memastikan gaya belajarnya sesuai dengan kemampuannya, soal nutrisi dan asupan makanan yang dibutuhkan juga penting, karena darurat DHA benar-benar harus diperjuangkan oleh para ibu ya. Makasih infonya Mbak, buru-buru belanja sayuran u

    BalasHapus
  9. Aku dulu pernah menangis mba karena dicibirin tetanngga ku katanya anakku gizi buruk. Kalo inget ittu kok sedih

    BalasHapus
  10. Banyak banget di masyarakat yang belum sadar bahaya stunting. Mesti pada bilangnya, kan ya tergantung ortunya tinggi apa enggak. Padahal meski ortunya nggak tinggi, tetap ada lho tolak ukurnya anak harus setinggi apa dan tidak stunting.

    BalasHapus
  11. Oh nooo...
    Mengerikan sekali yaa, teh...
    Percuma donk yaa...anak stunting di les-kan berbagai macam pelajaran, tetep aja gak masuk. Karena gizinya yang gak mencukupi ternyata...
    Huhuuu~

    BalasHapus
  12. Stunting ini memang PR banget ya Mbak.
    Klo anak pendek gak boleh asal juga dikatain stunting karena bs juga ya dari gen nya. Yg ttg SKM jg itu masih perlu terus sosialisasi ke masyarakat, secara masih banyak yg salah kaprah ttg pemberian SKM ini jd sebagai fungsi susu.

    BalasHapus
  13. Dengan edukasi seperti ini, memang diharapkan masyarakat khususnya orangtua semakin peduli terhadap nutrisi anak-anaknya.. dengan memberikan nutrisi yang tepat dan juga stimulasi yang tepat, InshaAllah masalah stunting di negara kita semakin berkurang ya.. aamiin

    BalasHapus
  14. Aamiin semoga saja anak Indonesia nantinya bisa jangkung-jangkung ya kayak orang Korea. Tugas orangtua dan pemerintah nih sediakan makanan bergizi.

    BalasHapus
  15. Anak tengah saya tingginya kurang optimal, karena memang ada bawaan. Tapi Insya Allah udah usaha diberi nutrisi terbaik dan dia hobi renang. Ikhtiar aja semoga Allah memberikan hasil terbaik.

    BalasHapus
  16. Wah bener mbak, sekarang aku belajar banyak soal stunting apalagi punya dua anak lagi masa pertumbuhan. Semoga bekal dari artikel mbak buat aku semakin belajar dan lebih care sama nutrisi anak2.

    BalasHapus
  17. Masih banyak PR kita bersama untuk atasi stunting ya mba.. dan memang harus serius karena dampaknya yang luar biasa untuk masa depan anak-anak kita

    BalasHapus
  18. Sebagai ibu baru saya juga butuh banget ilmu parenting seperti ini. Apalagi ilmu saya tentang stunting juga masih minim banget. So thanks sharingnya Mbak. Baru tahu nih, ternyata bahaya juga ya klu si kecil kena stunting. Bisa menghambat perkembangan belajarnya.

    BalasHapus
  19. Sedih ya banyak anak yang stunting semoga aja deh ya Indonesia bisa bebas dari stunting makanya nih dibutuhkan juga edukasi kepada calon ibu untuk memperhatikan asupannya semasa hamil agar baby nya tidak stunting.

    BalasHapus
  20. Alhandulillah anak2 suka susu mbak. AKu liat kalau dr fisik insyaAllah sih mereka lbh tinggi dr ortunya aamiin. Iya emang sebaiknya pilih susu yg memang beneran susu pertumbuhan yg difortifikasi nutrisi yang baik buat tumbang anak ya?

    BalasHapus
  21. Saat ini sosialisasi stunting ke desa saya juga sudah sampai. Semoga bisa menjadi solusi atas anak anak desa yang masih banyak kekurangan gizi dan pemikirannya jadi tidak fokus

    BalasHapus
  22. Bermanfaat sekali tulisan, Mbak. Jadi warning juga bagi kita semua, karena sudah dijelaskan tanda-tanda anak stunting. Saya juga tercerahkan, karena tidak semua susu baik dikonsumsi sehari-hari. Terima kasih sharingnya, Mbak.

    BalasHapus
  23. Stimulasi dan gizi kedua hal tersebut sangat berperan untuk tumbuh kembang anak.

    BalasHapus
  24. Stunting jadi salah satu kasus yang aku ikutin emenjak punya bayi semoga bisa kasih nutrisi yang tepat supaya tumbuh kembangnya tetap sehat dan tidak terhambat

    BalasHapus
  25. Waduh.. jadi deg2an juga inih bacanya... banyak yg harus diperhatikan ya ternyata... fiuh, semangat terus emak2!

    BalasHapus
  26. Iya nih stunting masih menjadi masalah di Indonesia,semoga cepat berlalu dan nutrisi anka - anak Indonesia itu membaik dan terpenuhi, aamiin.

    BalasHapus
  27. Dulu aku ngga pede karena pendek tapi alhamdulillah ada wedges hahhaha tfs ya teh semoga anaku tinggi kayak papinya aamiin

    BalasHapus
  28. Kasian sama anak2 stunting yg bs jadi bahan ledekan temen2 nya bahkan sampai ia jadi dewasa nanti.
    Semoga makin banyak orang tua yg sadar atas pentingnya 1000 hari pertama kehidupan

    BalasHapus
  29. Baru tau teh tentang stunting, jadi 1000 hari pertama ibu hamil nutrisinya bener-bener harus diperhatikan ya, pelajaran buat aku.

    BalasHapus
  30. stunting jadi menarik perhatianku, sayangnya telat taunya pas anak2 udah gedean. tapi jadi acuan kalau memilih pasangan jgn kelewat pendek dikhawatirkan pas anak-anak pernah stunting hehe

    BalasHapus
  31. Alhamdullilah banyak campaign mengenai generasi emas

    Dulu, sewaktu saya masih menyiapkan makanan untuk anak anak, panduan seperti itu masih minim. Konon pedoman di Posyandu juga belum diperbarui.

    BalasHapus
  32. Saya ini kayaknya dulunya stunting, tinggi badan nggak nambah-nambah. hahaha

    BalasHapus
  33. Oh, ya, Mbak. Mau tanya Panduan Gizi Seimbang di atas untuk anak-anak saja atau untuk orang dewasa juga, ya?

    BalasHapus
  34. Nah ketika tanda tanda Stunting itu ada harusnya orang tua udah ngeh ya. Semoga informasinya sampai ke semua lapisan masyarakat deh.

    BalasHapus
  35. Informasinya bermanfaat banget mba, walau saya belum nikah dan belum punya anak. Tapi setelah baca artikel diatas, jadi mulai mengerti bahwa pentingnya menjaga konsumsi untuk buah hati harusnya dipentingkan. Aplagi mengenai stunting, ini yg harus aku perhatiakan sedini mungkin jika sudah punya momongan. :)

    BalasHapus
  36. Masalah perkembangan yg optimal utk anak saat ini tengah menjadi perhatian untuk mencipta generasi emas yg penuh optimal. Oleh karenanya dibutuhkan kebutuhan serta pemenuhan gizi yg tepat dan seimbang

    BalasHapus
  37. Problem karena asupan gizi kurang tercukupi ternyata banyak, ya. Salah staunya itu stunting. Memang penting banget deh buat para ibu untuk selalu update ilmu tentang literasi gizi

    BalasHapus
  38. Penting bangat buat orang tua untuk memenuhi gizi anaknya supaya anaknya bisa tumbuh sehat dan teehindar dari stunting.

    BalasHapus
  39. Masih banyak ya masyarakat yang belum sadar akan bahaya stunting ini.Edukasi seperti ini demgan menyebarkan tulisan/status2 di sosial media memgenai stunting memang mengena banget. Smoga Indonesia bebas stunting

    BalasHapus
  40. stunting jadi masalah penting yang harus segera dituntaskan. Orang tua juga harus tahu dampak buruk stunting dan juga tahu bagaimana cara mengatasinya. Sumber zat gizi yang penting bagi pertumbuhan juga harus diinfokan supaya orang tua bisa memenuhinya

    BalasHapus
  41. Dua anak saya di rumah gak bertumbuh pendek sih. Cuma yaa itu..pada slim slim semua, padahal gendut gitu pas bayinya :( mau makan banyak kok ya tetap aja, soalnya pada aktif banget..jadi kayak habis makan banyak eh tenaganya kepakai lagi buat beraktivitas.

    BalasHapus
  42. Semoga anak2 jaman sekarang gak ada lagi yg sunting ya, karena informasi soal gizi gencar dimana2. Sosmed ada, televisi juga ada dan posyandu juga ada.

    BalasHapus
  43. Makasih sharenya mbak, info ini penting banget nih buat aku, belajar parenting emang bagusnya sebelum jadi orang tua yah, biar punya persiapan. semoga nanti aku bisa memenuhi segala kelengkapan gizi anak, biar gak stunting.

    BalasHapus
  44. Stunting berarti memberikan dampak terhadap anak bertubuh pendek. Informasi baru ini

    BalasHapus
  45. Senangnya banyak sekali program untuk persiapan Generasi Emas Indonesia ini...Semoga makin banyak yang peduli sehingga akan lahir generasi mumpuni yang sehat jiwa raga yang akan menjadi penerus bangsa ini

    BalasHapus
  46. Topik stunting ini semakin hot aja ya, Mbak. Bagus sih, sehingga masyarakata jadi lebih aware. Cuma mungkin butuh istilah yang lebih gampang diterima, soalnya kalau untuk orang awam, stunting itu masih agak susah dipahami. Tapi kalau dibilang kerdil juga kurang mewakili sih. Hahaha. Aku juga bingung istilah yang pas.

    BalasHapus
  47. 1000 hari pertama kehidupan ini pembahasan yg sering saya dengar dan menjadi garis besar mengenai pentingnya nutrisi yg tepat bagi anak. Semoga kesadaran seperti ini selalu ada bagi para orang tua

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^