blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

7 Sep 2019

Malas, Penyebab dan Cara Menanggulanginya

Malas, Penyebab dan Cara Menanggulanginya

Malas, Penyebab dan Cara Menanggulanginya  Mungkin ini semacam tulisan curhat, karena entah mengapa akhir-akhir ini semangat menulis saya menurun drastis.  Menulis hanya karena kewajiban dan dibayar, selabihnya kok jadi malas...huhuhu.  Apa kabar dengan resolusi 2019 menulis seminggu minimal 3 kali ?  Padahal sebentar lagi juga bakal ada acara resolusi resolusian lagi nih ..sudah bulan September kan ?

Pantes saja ada yang underestimate pada resolusi hahaha... Tapi tetep ga boleh menghakimi orang lain yang suka membuat resolusi atuh ya... Karena sedikit banyak mungkin itu ada artinya buat dia, jangan menilai orang lain dengan diri kita, karena tiap orang itu berbeda.  Eh jadi ngelantur... Lalu apa yang menyebabkan saya menjadi malas menulis ? Itulah yang sedang saya cari tahu, makanya saya menulis tulisan Malas, Penyebab dan Cara Menanggulanginya.

Butuh refreshing ?  Perasaan di bulan Agustus dan awal September saya cukup banyak jalan keluar, meski tidak jauh-jauh.  Tapi kalau dibilang kurang piknik tentu tidak.  Kurang ide ?  Tulisan traveling saya masih banyak yang belum ditulis.  Tempat  Wisata di Singapura, Melaka, dan Kuala Lumpur itu bisa jadi beberapa tulisan.  Tulisan pengalaman kamping kemarin juga menarik...  Tapi sampai saat ini semua tulisan itu belum muncul....huhuhu... Eh malah muncul tulisan Malas, Penyebab dan Cara Menanggulanginya  hihi,,,

Malas, Penyebab dan Cara Menanggulanginya
Baru saja kemping, jadi malas menulis bukan karena kurang piknik ya... :)


Saya yakin bukan saya saja sih yang pernah merasakan rasa malas ini, bukan tentang menulis saja pastinya.  Ada yang malas menghadapi hari esok..duh sudah senin lagi, duh sudah harus kerja lagi.. duh harus masak lagi... hahaha.... Lalu apa dong yang menyebabkan rasa malas itu?  Nah mungkin ini solusinya... Mengetahui tentang Malas, Penyebab dan Cara Menanggulanginya.

Ada banyak penyebabnya sih, yang saya tulis ini mungkin hanya beberapa ya...Mudah-mudahan setelah menggali penyebab kemalasan ini muncul, Ida yang semangat muncul lagi deh ,,hehe.. Emang Ida pernah semangat ya ? hahaha.... entahlah.... :)

Bentuk dan Sifat Kemalasan


Philip G Zimbardo dalam bukunya Psychology & Life menyebutkan tentang kemalasan yang dipicu oleh faktor eksternal disebut sebagai kemalasan state (keadaan) Seseorang menjadi malas karena faktor dari luar misalnya saja murid jadi malas belajar karena guru kesayangannya keluar dan tidak mengajar lagi, pengusaha malas berusaha lagi karena ditipu. Banyak yang jadi malas karena dompetnya kosong hihi.. dan kemalasan ini bersifat sementara.

Ada lagi kemalasan karena irama mood.  Mood ini merupakan perubahan intensitas perasaan yang biasa juga disebut siklus kehidupan (life cycle).  Kemalasan seperti ini dialami oleh hampir semua manusia di dunia ini.  Orang yang paling rajin pun terkadang bisa menghadapi saat-saat yang membuat rasa malas.  Yang membedakan bukan tentang pernah atau tidak pernahnya, tapi adalah apa yang dilakukan ketika saat buruk ini tiba.  Ada yang jalan-jalan, membaca, melamun, nonton dan lain sebagainya.

Yang terakhir kemalasan yang diciptakan oleh kita sendiri.  Malas seperti ini disebut trait yang artinya bawaan. Bukan semacam takdir atau bawaan lahir ya tapi maksudnya adalah kita sendiri yang memilih kita yang menciptakan kita adalah penyebabnya. Kemalasan ini sifatnya permanen.  Selama kita sendiri tidak berusaha mengubahnya maka akan menetap dalam diri kita.  

Malas, Penyebab dan Cara Menanggulanginya


Apa yang menyebabkan rasa malas itu muncul dalam diri kita ? Berikut ini beberapa penyebabnya :

Tidak Ada Target yang Jelas


Betul juga sih, tidak memiliki target berarti tidak ada yang ingin dicapai, jadi tidak ada usaha untuk mengejar sesuatu.  Mungkin ini ya, kenapa rasa malas menulis itu muncul.  Tanpa target orang akan menjalani kehidupan ini apa adanya saja.  Mengalir bagai air, entah mau dibawa kemana, ke sungai hayuk, ke laut hayuk, ke got yang bau busuk pun hayuk ,,, huhuhu... 

Jadi nih solusinya mungkin mulai saat ini harus mempunyai sebuah target yang jelas di dunia tulis menulis... ini untuk saya pribadi ya yang sedang malas menulis dan tidak produktif.  Mungkin teman-teman yang sedang malas hal yang lain bisa diterapkan pada bidang lain.

Menikmati Kemalasan


Terbiasa dalam kemalasan membuat kita merasa itu bukan suatu masalah dan bahkan kita akan menikmatinya sebagai suatu kebiasaan yang wajar.  Padahal sesungguhnya malas merupakan kebiasan yang buruk ya...?  Kalau kita sampai beranggapan itu hal yang wajar hati-hati saja karena itu bisa menurunkan kualitas hidup kita.  Pada akhirnya kita tidak memiliki lagi semangat di bidang yang membuat kita malas, berantakan tak memiliki arah yang jelas.

Filsafat Hidup yang Negatif


Banyak sekali kita menemukan filsafat hidup negatif ini misalnya saja, boro-boro yang halal yang haram juga susah.  Buat apa cape-cape kerja keras toh tidak kaya-kaya mendingan asal-asalan sajaBuat apa jadi sarjana, toh akhirnya nganggur jugaUntuk apa sekolah tinggi-tinggi toh perempuan nanti ke dapur juga.... Banyak kan... kata-kata negatif seperti ini?

Bukan semata tentang benar tidak kontennya tapi arahnya yang harus diwaspadai.  Sebaiknya kita berpikir yang lebih positif bagaimana caranya bisa jadi sarjana yang tidak nganggur. Bagaimana caranya tidak hanya bekerja keras tapi cerdas hingga menjadi kaya. Berpikir bahwa perempuan yang cerdas bisa menurunkan kecerdasannya dan mendidik anak dengan baik karena kecerdasannya....

Meski tidak memberikan jaminan tapi arahnya positif, energi dan dinamikanya positif.  Kita perlu menyadari terkadang memang ada ucapan yang benar tetapi tidak bersifat positif dan tidak bermanfaat.  

Kurang Motivasi dalam Hidup


Untuk semangat dalam menghadapi dan menjalani kehidupan kita memang membutuhkan motivasi.  Ada banyak cara memotivasi diri bisa dari dalam diri, keluarga, orang tua, teman, sahabat, pasangan hidup atau lingkungan.  Tetapi yang terpenting adalah dari dalam diri kita sendiri.  Tanpa memiliki kemampuan memotivasi diri maka hidup kita akan lebih banyak malasnya karena tidak ada yang diharapkan dan diinginkan.  

Tidak Mau Memilih yang Positif


Gaal usaha, gagal berkarir, gagal bercinta memang memicu kemalasan. Tetapi ini kemalasan sementara, yang membuatnya menjadi abadi adalah penolakan untuk bisa kembali bangkit.  Jika kita menolak bangkit atau move on maka kemalasannya akan bersifat abadi. Jika kita sudah memilih tetap menjadi pemalas maka tidak ada kekuatan apa pun yang akan bisa mengubah kita untuk tidak jadi pemalas.

Perilaku kemalasan ini lebih bersifat mekanisme mental bukan kesalahan sistem nilai yang dianut seseorang. Seorang dewasa tentu paham bahwa kemalasan bukan hal yang positif. Meski sudah tahu itu bukan hal positif tapi itu tidak lantas menjadikannya menjadi tidak malas.  Menurut Dietrich Bonhoeffer tindakan kita lebih banyak digerakan oleh kesadaran untuk bertanggung jawab.  Kalau kita menyadari tanggung jawab kita sebagai pelajar adalah belajar, maka tidak mungkin kita menjadi pelajar yang malas.  Kesadaran inilah yang memunculkan motivasi dan komitmen dari dalam diri atau intrinsik.

Tidak Disiplin dalam Hidup


Menjadi pribadi yang disiplin akan membuat kita bisa menjadi lebih baik dalam mengatur kehidupan kita.   Tidak disiplin bisa menyebabkan rasa malas itu muncul.  Seperti tidak disiplin dalam jam tidur akhirnya bangun kesiangan, atau badan tidak fit serta tidak semangat dalam memulai aktivitas,

Tidak Pandai Mengelola Ledakan Emosi


Ingin dipuji, malu, takut, tidak puas, marah, sedih  semua itu termasuk bentuk dari ledakan emosi. Ini bisa kita gunakan untuk mengusir kemalasan atau justru untuk menambah kemalasan.  Ledakan ini memang bagaimana kita menggunakannya bisa jadi positif bisa jadi negatif.  Untuk orang yang belum berhasil membangun pondasi personal yang kuat teknik ini sering bisa berhasil.  Sayangnya metode ini menjadi motivasi yang tidak kuat dan memiliki potensi menghasilkan penyimpangan.

Bagaimama Menanggulangi Rasa Malas ?



Sebetulnya masih banyak lagi penyebabnya, teman-teman yang sedang mengalami rasa malas bisa menggalinya sendiri.  Pemahaman atas penyebabnya inilah yang akan menaggulangi rasa malas tersebut.  Misalnya kurang motivasi jadi carilah motivasi yang membangkitkan semangat hingga rasa malas itu hilang dari dalam diri kita.  Bisa juga bertanya pada diri apa yang sebenarnya yang salah dalam diri kita, apakah kita melakukan sesuatu yang tidak kita sukai hingga tidak semangat?   apa yang kita mau ?

Jika sudah memiliki motivasi dan mengetahui apa kesalahan kita tentu pada akhirnya kita tahu apa yang harus kita lakukan...Maka lakukanlah ... Lakukan dengan penuh keyakinan dan semangat, jika kita sudah tahu yang salah perbaikilah.  Percayalah langkah kecil yang kita lakukan akan memberi perubahan besar pada diri.

See, saat memulai menulis ini saya dalam keadaan lemah semangat, alhamdulillah sekarang ada perubahan, walau masih belum signifikan.  Semoga terus lebih baik dan bersemangat... Mungkin benar ajian Bismillah paksakeun adalah obat yang mujarab juga...hahaha

Semoga tulisan Malas, Penyebab dan Cara Menanggulanginya ini bermanfaat ya teman-teman.  Tidak saja untukku tapi bagi yang membacanya, terutama bagi yang sedang dilanda rasa malas, ah semoga saja tidak ada yang lagi malas ya...  Semangaaat   :)


4 komentar :

  1. Tidak disiplin dan tidak ada target, jadinya malas wae buat nulis. Tiap mau nulis, malah mengkol main zuma. Mungkin harus diunisntall itu yaa

    BalasHapus
  2. Kalo saya mah malas karena kurang bobo, Teh...jadi harus dibobokeun :D

    Btw, tulisannya inspiratif, Teh jadi pengen nulis tentang ini juga :3

    BalasHapus
  3. Faktor U ( usia ) menjadi penyebab kemalasan juga

    BalasHapus
  4. Sampai sekarang saya masih merasakan malas untuk mengurus Skripsi saya... But setelah membaca blog ini saya semakin untuk membuang rasa malas hehe

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^