**/ Cerita Ida : Semarak Ulang Tahun Ke-4 Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) Kota Bandung

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

7 Mei 2019

Semarak Ulang Tahun Ke-4 Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) Kota Bandung

Semarak Ulang Tahun Ke-4 Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) Kota Bandung  Menjaga silaturahmi, perkuat jati diri perempuan Indonesia,  isi kegiatan KCBI dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat serta  meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.  Itulah empat  harapan dan do'a yang dipanjatkan Ibu Hj. Fatimah Alvalpo dalam acara Perayaan Hari Ulang Tahun KCBI Kota Bandung yang ke-4 yang diselenggarakan di Hotel Harris Ciumbuleuit Bandung Selasa, 30 April 2019.

Para pengurus KCBI, perwakilan KCBI Lombok dan perwakilan KCBI Perth berfoto bersama sebelum acara

Mengenal Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI)


Perayaan HUT KCBI ini berlangsung meriah sekali, beruntung bisa hadir di acara ini.  Bisa bertemu dengan perempuan-perempuan keren dari seluruh Indonesia.  Oya teman-teman mungkin ada yang belum mengenal apa itu KCBI.  KCBI adalah kepanjangan dari Komunitas Cinta Berkain Indonesia.  Belum terlalu familiar ya namanya, tapi ternyata komunitas ini sudah tersebar ke berbagai daerah di Indonesia bahkan beberapa negara di luar negeri.


Perkembangannya termasuk cukup pesat karena hanya dalam bilangan tahun, perwakilannya sudah tersebar di berbagai daerah dan luar negeri.  Perwakilan KCBI yang sudah terbentuk itu antara lain di  Kota di Bandung, Surabaya, Bogor, Malang Raya , Bali, Lombok NTB, Sumbawa Dombu, Jember di luar negeri  ada San fransisco, Perth, West Australia dan yang akan menyusul Singapura dan Kuala Lumpur dalam waktu yang tak lama lagi.  Sementara pusatnya ada di Kota Jakarta.

KCBI ini hadir dengan visi yang mulia yaitu memperkuat jati diri perempuan Indonesia dan mendorong peningkatan citra bangsa di dunia melalui budaya busana berkain atau sarung nusantara.  Visi ini diwujudkan melalui misi mensosialisasikan busana berkain atau sarung nusantra menjadi busana keseharian perempuan Indonesia, penuh kesantunan, sederhana, menarik dan nyaman memakainya.

Ibu Atalia bersama Ketua KCBI, Penasehat KCBI Bandung

Semarak Ulang Tahun KCBI Kota Bandung yang Ke-4


Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Lagu Indonesia Pusaka dan Lagu Mars KCBI perayaan acara ulang tahun KCBI bertema Mulasara Bodas Melati ini pun dimulai.  Para perempuan anggota KCBI pun tampak sudah memenuhi ruangan Ballroom Hotel. Tampak di meja 3 yang merupakan meja vip meja sudah terisi oleh Ibu Atalia yang merupakan istri dari Gubernur Jawa Barat, Ketua KCBI Kota Bandung Ibu Nina Garna, Ketua KCBI Pusat atau yang mewakili, Ketua KCBI Lombok, Sumbawa, Bali, Penasehat KCBI Ibu Heti Sunaryo dan Ibu Fatimah Alvalpo yang dikenal sebagai Bunda Empet harus  pulang lebih cepat karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan berlama-lama hadir.

Sambutan Ketua Pelaksana Ibu Selly Soulisa
Sambutan Ketua KCBI Kota Bandung Ibu  Nina Garna

Sambutan Wakil Ketua KCBI Pusat Ibu Diah Sudiro

Acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Ketua Panitia Ibu Selly Soulisa, Ketua KCBI Kota Bandung Ibu Nina Garna  dan Ketua KCBI Pusat yang diwakili wakil ketua KCBI Pusat Ibu Diah Sudiro.  Pada kesempatan itu juga Ibu Atalia Ridwan Kamil menyampaikan sambutannya.  Beliau menyampaikan harapannya kepada semua perempuan agar jangan pernah melupakan sejarah bangsa, jangan pernah melupakan tradisi budaya yang didukung dan disokong oleh mereka para pendahulu bangsa dengan sepenuh hati.  Bu Atalia menyampaikan harapannya juga agar kita semua selalu mencintai budaya bangsanya.

Ibu Atali bersama Ibu Nina Garna

Bu Atalia tampil cantik dengan kebaya putih kerudung merah dengan kain merah putih, batik Merak Ngibing dari Garut.  Beliau juga mengingatkan bahwa kita harus bangga karena dalam perjalanannya setiap wilayah di seluruh Indonesia sudah hampir 100 persen sudah memiliki batik khasnya masing-masing. Pada kesempatan itu Ketua KCBI Kota Bandung Ibu Nina Garna memberikan kenang-kenangan  Batik Komar kepada Ibu Atalia.

Penampilan Dangiang Prameswari

Acara selanjutnya dimeriahkan oleh penampilan dari ibu-ibu anggota KCBI yang tergabung dalam Dangiang Prameswari.  Perempuan-perempuan keren diantaranya ada Ibu Nina Garna yang ikut juga bermain kecapi.  Tembang-tembang sunda mengalun indahnya diiringi alunan irama pentatonis yang berasal dari kecapi dan suling menambah hangatnya suasana saat itu.

Suasana pun semakin ceria saat beberapa orang peserta yang hadir terpilih untuk mendapatkan doorprize dari para sponsor.  Satu demi satu peserta pun beruntung mendapatkan hadiah doorprize dari Batik Komar, ParcC, Altisa Dompet Garut, A'zura, Asyifa Collection, Laksmi Batik dan lain sebagainya.

Peragaan Busana Koleksi Ibu Heti Sunaryo dan Nina A'zura
Penampilan Voila Line Dance

Selanjutnya Peragaan Batik Jawa Barat koleksi dari Heti Sunaryo dan Nina A'zura.  Para peragawati yang terdiri dari para pengurus dan anggota KCBI berjalan di panggung bak peragawati profesional.  Diiringi lagu-lagu yang mengalun merdu membuat para penonton pun larut dalam lagu dan penampilan mereka.  Suasana semakin meriah saat Voila Line Dance dengan penampilan tari dan lagu yang semakin menghangatkan suasana.

Pengurus dan Perwakilan KCBI daerah melakukan prosesi potong tumpeng


Tibalah acara potong tumpeng, para pengurus KCBI dan perwakilan dari setiap daerah pun bersama-sama tampil ke depan melakukan prosesi acara potong tumpeng ini,  Usai prosesi potong tumpeng acara pun dilanjutkan dengan foto bersama.

Suasana kembali semarak saat lantunan lagu-lagu yang dibawakan oleh Absolute Band kembali menghimbur peserta sebagai penghantar acara ISHOMA.  Para peserta pun menikmati lagu-lagu sambil menikmati hidangan makan siang yang sudah disediakan.  Kemudian acara dihentikan sejenak memberi kesempatan kepada para peserta untuk istirahat, sholat dan makan.

 Iesye Asyifa berfoto bersama usai peragaan busana Asyifa Collection

Usai ISHOMA kembali panggung terisi oleh para peraga busana dari para anggota KCBI menampilkan busana-busana kain terbaik dari Asyifa. Mereka tampil anggun berkain penuh pesona dengan  diiringi alunan nada-nada lembut yang menghanyutkan.

Penampilan Seven Strings

Dari nuansa lembut suasa berubah ceria saat Seven Strings feat Ipan Coustic tampil menghibur.  Tujuh perempuan berkain kompak bermain biola dengan indahnya.  Ipan Coustic band jalanan yang sukses pun turut serta mengiringi mereka. Lagu-lagu lembut membawa suasa ke tahun 80 an, diantaranya ada lagu Falling in Love with You yang semuanya dibawakan dengan penuh penghayatan.

Shibotik Putri Komar

Selanjutnya Putri Komar dengan brandnya Shibotik menampilkan desain nya yang dibawakan oleh para peraga. Desain khas Putri Komar paduan teknik celup ikat dari Jepang dan teknik batik dari Indonesia yang modis, modern dan indah.

Para peserta semangat ikut bernyanyi bersama Ibu Teti Kadi


Acara ditutup dengan pembagian door prize dan penampilan Absolute Band yang membawakan berbagai lagu masa lalu.  Ibu Teti Kadi yang hadir pun didaulat untuk ikut menyanyikan lagu-lagu kenangan.  Para pengurus tampil bersama untuk bernyanyi dan bergerak sesuai irama lagu.  Suasana benar-benar ceria hampir semua peserta pun ikut bersama-sama menyanyikan lagu-lagu yang ditampilkan.

Di sela-sela keceriaan itu pembawa acara pun menutup acara setelah mengucapkan terima kasih kepada para sponsor acara seperti Bank BRI Asia Afrika, Wardah, Nico Coco, Komar Batik, Floral Green, Mandiri Prioritas, Heti Sunaryo, Al AMin Universal, A'zura, Harris Hotel, Sari Ater Hotel dan Resort, Apotik Damang Farma, Altisa Real Leather & Hand Made, Laksmi Batik, TTI, Asyifa Collection, Hj Retty Meiyani & Sahabat KCBI Jakarta dan lain-lain.

Keceriaan para peserta di penghujung acara


Selamat Ulang Tahun yang keempat KCBI Kota Bandung semoga sukses dan selalu menyebarkan manfaat untuk sesama... :) Semoga tulisan Cerita Ida berjudul Semarak Ulang Tahun Ke-4 Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) Kota Bandung ini semakin menguatkan kecintaan kita kepada budaya bangsa Indonesia ya teman-teman :)


21 komentar :

  1. Keren-keren ya ibu-ibu ini. Punya komunitas unik seperti ini. Di zaman modern kayak sekarang, penting banget melestarikan kebudayaan sendiri. Termasuk budaya cinta kain tradisional. Sayang banget gak bisa hadir di acara ini :(

    BalasHapus
  2. Aku beneran baru tahu komunitas cinta berkain teh unik banget ini komunitasnya :) semoga makin keren dan menyebarkan banyak manfaat

    BalasHapus
  3. Cantik-cantik ya motif kaiinya. Saya termasuk yang punya impian pengen punya koleksi kain. Cuma bingung bagaimana menyimpannya :D

    BalasHapus
  4. Euleuh2x mani gareulis pisan ibu2 komunitas KCBL ini. Pelestarizn satu budaya memaang hrs dijaga dan dan dicintai. Tanpa mencibtsi tak mungkin ada pelestarian apapun itu. Ibu2 dengan pakaian kain kebaya begini keliatan bertambah anggun lho.

    BalasHapus
  5. Di Surabaya juga rasanya ada ya Komunitas ini.
    Saya tuh suka salut sama perempuan yang menjaga fashion dirinya dengan kain. Aku susah lilit-lilitnya.

    BalasHapus
  6. Komunitas cinta berkain ini bagus yaa jadi melestarikan kebudayaan sendiri & bagusnya jadi syiar juga buat anak2 muda, juga generasi milenial kalau ini gak kalah kerennya. SelamatšŸ˜

    BalasHapus
  7. Baru tahu ada komunitas ini. Tapi aku dukung karena juga bagian untuk memperkenalkan dan menjaga kain Indonesia

    BalasHapus
  8. Aku baru tahu ada KCBI hehe. Bagus sekali komunitas ini membantu untuk menjaga kebudayaan Indonesia lewat kain. Sampai di luar negeri pun juga ada komunitasnya. Semoga KCBI makin dikenal ya dan makin banyak cabang di Indonesia maupun di negara lainnya

    BalasHapus
  9. cantik2 banget ya pakai kain. Rasanya anak-anak muda perlu jg dibuatkan komunitas seperti ini supaya mereka bangga akan kain-kain yang ada di Indonesia.

    BalasHapus
  10. Melihat ibu-ibu dengan kebayanya yang warna-warni rasanya bikin takjub mba...jadi salut dengan KCBI ini...semoga KCBI makin jaya, makin banyak ibu-ibu yang cinta dengan kebaya. Karena siapa lagi yang harus cinta pada warisan budaya bangsa Indonesia kalau bukan kita sendiri sebagai warganya...jangan sampai kemajuan teknologi membuat kita melupakan kebaya.... karena kebaya ini selain merupakan warisan nenek moyang juga menjadi simbul wanita Indonesia....jadi ingat RA Kartini .. di Bali tradisi berkebaya ini juga masih kental di kalangan para wanita, karena syarat mereka ke Pura adalah berkebaya....semoga tradisi berkebaya tetap lestari di kalangan masyarakat seluruh Indonesia....

    BalasHapus
  11. Kagum deh dengan ibu-ibu komunitas pecinta kain Nusantara. Fokus dengan pelestarian kain serta mengenakannya dalam momen tertentu yang pasti jadi perhatian banyak pihak untuk melakukan hal yang sama.

    BalasHapus
  12. dari fotonya aja udah menceminkan nama komunitasnya ya mba, itu pakaian yang dikenakan bener-bener cantik banget dan mewakili Indonesia banget. Aku sampe zoom in gambarnya loh, suka banget sama kain-kain yang dipakai para tamu undangan.

    BalasHapus
  13. Batik khas Jawa Barat memang beda yaa..
    Lebih berwarna....
    Karena koleksiku (turunan dari Ibu) semuanya batik khas Jawa Tengah, Jogjakarta dan Jawa Timur, Madura dan Surabaya.

    BalasHapus
  14. Duhh mojang priangan cantik-cantik banget sih,, aku suka banget sama istrinya kang Emil, cantik dan humanis banget dia.

    BalasHapus
  15. Ada ya komunitas Cinta Berkain, bagus juga sih buat melestarian wastra Indonesia juga ya mbak, apalagi tersebar sampai ke luar negeri juga membernya. Semoga di tahun keempatnya ini KCBI makin sukses

    BalasHapus
  16. Kain-kain yang dipake ibu-ibu ini cantik-cantik. Terutama yang dipake bu Cinta. Sukaaaa

    BalasHapus
  17. Masyaallah, kain yang dipake ibu2 ini cantik banget. Aku paling suka yg dipake Bu Atalia, manis warnanya. Asa wararaas liat Tety Kadi.

    BalasHapus
  18. ini mantap komunitasnya bisa membudayakan kain khas Indonesia supaya gak punah, lagian jaman sekarang kain lilit Indonesia udah bagus bagus

    BalasHapus
  19. Kain-kain tradisional yang ada di Indonesia tuh cantik-cantik looohh.. Bangga banget deh jadi warga negara Indonesia yang kaya akan beraneka ragam kebudayaan. Kalau misal lagi jalan ke luar negeri dan pake baju dari kain tradisional gini pasti keren banget.

    BalasHapus
  20. YA ampun ibu-ibunya cantik cantik banget mba. jujur aku baru tahu lho ada komunitas begini. makin bangga aku tuh. dan insya allah dukung juga

    BalasHapus
  21. Harus diakui Indonesia punya kain-kain tradisional yang cantik-cantik yaa, Mba. Dan saya baru tahu ternyata ada komunitas ibu-ibu cinta berkain ini :)

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^