blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

15 Jul 2023

Agar Hidup Kita Bahagia



Agar Hidup Kita Bahagia  Lama tidak menulis, dan untuk memulainya kembali terasa begitu sulit menerjang rasa malas ini.  Tapi bagaimana pun keadaannya saya adalah seorang blogger yang harus terus menulis.  Alhamdulillah hari ini bisa memaksakan diri menulis.  Dan itu sebuah prestasi yang harus saya apresiasi :D

Bagaimana keadaan teman-teman semua?  Semoga dalam keadaan yang terbaik ya.  Ramadan sudah berlalu, Syawal pun demikian tak terasa bahkan sekarang musim haji pun mulai usai.  Masya Allah senangnya yang sedang dipanggil berhaji tahun ini.  Semoga Allah SWT memudahkan kita semua untuk dipanggil juga ya teman-teman....

Tidak tahun ini, mudah-mudahan tahun depan.  Sekarang ada Haji Furoda, bila antrian masih panjang bisa ikut haji tanpa antri.  Mahal memang... ada yang sampai 400 jutaan, tapi Allah Maha Kaya, tinggal kita memantaskan diri saja untuk bisa dipanggil melalui haji khusus ini.

Jadi ingat nenekku yang bisa berhaji sampai tujuh kali.. Masya Allah.  Berhaji memang wajibnya hanya sekali tapi berhaji adalah undangan Allah SWT, kalau Dia yang Maha Bekehendak memanggil kita lebih dari sekali... Masya Allah :D

Jangan Takut tentang Rejeki

Jadi ingat juga tentang cerita temanku yang sudah bolak balik ke baitullah, saat dia berniat untuk tidak pergi dan memberikan jatahnya ke adiknya eh malah dia dipanggil juga untuk ke Baitullah dengan gratis tanpa harus mengeluarkan biaya sepeser pun bahkan dibayar karena menjadi Tour Leader.

Hidup memang sudah ada yang mengatur ya... hidup, mati, jodoh, rejeki semua sudah ada yang mengaturnya.  Teringat akan sebuah hadist tentang hal ini...

Ibnu Mas'ud ra, Nabi saw bersabda; .

Sesungguhnya Ruh Qudus (Jibril) telah membisikkan ke dalam batinku, bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara dalam mengais rezeki.

Masya Allah... jadi sebetulnya kita manusia tidak boleh khawatir tentang rejeki karena semua itu sudah Allah SWT atur.  Kita tinggal menjemputnya dengan cara yang halal, dengan cara yang terbaik. Karena mau dengan cara halal atau tidak rejeki kita tidak akan berubah jumlahnya.

Bedanya kalau dengan cara halal dan yang terbaik insya Allah menjadi rejeki yang berkah.  Rejeki yang berkah bermakna bahwa rejeki itu akan menambahkan kebaikan di dalam hidup kita (Ziyadatul Khair).  Akan menambah ketaatan kita kepada Allah SWT yang otomatis saat kita dekat dengan Allah SWT hidup kita menjadi lebih mudah dan lebih bahagia.

Ya dekat dengan Allah SWT akan memberikan kita kebahagiaan, karena hati kita akan menjadi lebih tenang karena kita bergantung pada yang Maha Kuasa.  Kebahagiaan bukan tentang memiliki banyak harta tapi bahagia adalah tentang hati, tentang perasaan yang kita miliki.

Kalau kita menjadikan harta sebagai sumber kebahagiaan adalah salah besar, karena berapa banyak di dunia ini orang kaya raya tapi hidupnya tidak bahagia.  Bahkan beberapa ada yang sampai bunuh diri padahal bergelimang harta dan kemewahan hidup.

Agar Hidup Kita Bahagia

Terlebih kalau mengingat hisab di yaumul akhir, saat dimana kita berharap hanya memiliki harta sedikit saja sehingga tidak melalui penghisaban yang panjang dan melelahkan.  Kalau selalu ingat akhirat sih, tak ada itu namanya cinta dunia.  Sepertinya ingatan akan akhirat ini harus terus dikekalkan dalam benak kita.

Saat selalu ingat akhir tentu kita akan menjadi pribadi yang lebih baik karena setiap saat waktu kita akan lebih dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.  Saat kita dekat dengan Allah SWT hidup kita akan jauh lebih bahagia karena hati kita menjadi tenang dan damai. 

Jadi sebenarnya inti dari kebahagiaan itu adalah saat kita dekat dengan yang memiliki kehidupan kita.  Bahagia tak perlu jauh-jauh kita cari.  Hidup kita banyak galaunya karena dunia mendominasi hati kita. Jadi sebenarnya Agar Hidup Kita Bahagia itu tidak sulit ya teman-teman, tinggal dekat dengan Allah SWT saja.  

Dan itu ada lho dalam Al Qur'an.  Kita tuh kadang terlalu banyak mencari referensi keluar sementara petunjuk hidup kita sendiri jarang kita baca, kita telaah, kita hayati maknanya.  Padahal petunjuk kehidupan semuanya ada di sini.  Ingin selamat dunia akhirat, ingin bahagia dunia akhirat tinggal mengikuti aturan Sang Pencipta dan semua ada dalam Al Qur'an.

Duh tulisannya kemana-mana ya... Jadi Mamah Idadeh lagi deh xixixi..... Padahal tadinya mau buat tulisan pengumuman bahwa blog Cerita Ida akan kembali hidup.  Insya Allah, semoga Allah SWT mudahkan niat baik ini.  

Insya Allah tulisannya akan lebih bermanfaat lagi bagi para pembaca setia Cerita Ida terlebih untuk diri saya pribadi.  Semoga tulisan ringan Agar Hidup Kita Bahagia ini bermanfaat untuk kita semua ya teman-teman. Salam.


2 komentar :

  1. Ada masa di mana aku terlalu fokus Ama kerjaan, demi bisa dpt cuan banyak mba. Tapi lupa siapa sebenernya yang memberi rezeki itu. Yg ada capek sendiri kan. Kerja banting tulang, dptnya memang banyak, tapi Krn kurang bersyukur, yg ada ngerasa masih kuraaaang aja.

    Sejak nikah aku ga mau kayak gitu lagi. Jadi lebih santai sbnrnya. Udah tau kemana harus 'memintanya' di saat butuh. Dan yg aku rasain jauh LBH bahagia kok . Udah sadar kalo rezeki ga akan mungkin tertukar, kalo rezeki bakal bertambah dengan kita semakin bersyukur dan berbagi .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah ... Alhamdulillah sudah sampai pada titik itu ya Mba .. :D

      Hapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^