**/ Cerita Ida : Mengapa Seorang Anak Perempuan Harus Dekat dengan Ayahnya ?

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

14 Des 2018

Mengapa Seorang Anak Perempuan Harus Dekat dengan Ayahnya ?


Mengapa Seorang Anak Perempuan Harus Dekat dengan Ayahnya ? katanya seorang anak perempuan itu harus dekat dengan ayahnya.  Apakah teman-teman pernah mendengar pernyataan seperti itu ?  Ternyata hal itu  benar bukan sekedar konon katanya.  Beberapa penelitian mengungkapkan kedekatan seorang anak perempuan dengan ayahnya ternyata berpengaruh pada kepribadian si anak tersebut.


Seorang Doktor dari Departemen Kesehatan Wanita dan Anak di Swedia yang bernama Dr, Anna Sarkadi mengemukakan hasil kajian selama 20 tahun tentang kedekatan antara anak dan anak perempuannya.  Terungkap bahwa anak perempuan yang memiliki kedekatan dan merasakan kasih sayang dari ayah cenderung memiliki kepribadian yang lebih baik seperti menjadi anak yang baik, yang tidak bermasalah dan mencapai hasil terbaik dalam bidang pendidikannya.

Untuk jangka panjangnya Doktor Sarkadi mengatakan bahwa "Wanita yang memiliki kedekatan dengan ayah akan lebih baik dalam menjalani hubungan dengan pasangannya kelak dan rasa kesejahteraan mental dan jasmani yang lebih besar pada usia 33 tahun jika anak memiliki hubungan baik dengan ayah mereka ketika berusia 16 tahun".

Ada beberapa hal yang terungkap mengapa seorang anak perempuan harus dekat dengan ayahnya, yaitu:


  • Seorang ayah adalah laki-laki pertama dalam hidup anak perempuannya
  • Ayah adalah sosok yang protektif, yang akan melindungi anak perempuannya, yang membuatnya aman dan nyaman
  • Ayah mencintai anak perempuannya lebih dari orang lain di dunia ini.
  • Ayah mengajari anak perempuannya untuk menjadi kuat dan lemah dalam waktu bersamaan dan itu adalah hal yang baik.
  • Ayah adalah role model bagi anak perempuannya.
  • Seorang anak perempuan akan selalu menjadi gadis kecil kesayangan ayahnya
  • Ayah dan anak perempuannya memiliki hubungan emosi yang sangat dekat



Saya termasuk anak yang beruntung, karena begitu dekat dengan bapak.  Mengenang masa kecil, membuat saya teringat akan suatu masa, dimana saya merasa menjadi seorang putri kecil yang begitu dimanja.  Bagaimana tidak... bapak adalah sosok ayah yang sangat memanjakan saya.  Waktu kecil dulu saya memang merasa dekat dengan bapak daripada ibu.  Walau hubungan dengan ibu pun dekat, tapi dengan bapak jauh lebih dekat.

Ada beberapa hal yang selalu terekam dalam memori bawah sadar, baik itu kisah ataupun kebiasaan-kebiasaan bapak, kebiasaan yang selalu saya ingat antara lain:


  • Di malam hari bapak selalu mampir ke kamar untuk menyelimuti saya.  Terkadang saya pura-pura tidur saat bapak memasuki kamar, ternyata bapak hanya ingin memastikan apakah saya tidur berselimut atau tidak.

  • Sering mengajak jalan-jalan berdua, paling sering ke Alun-Alun Bandung, kebetulan rumah saya waktu kecil dekat dengan Alun-Alun jadi tinggal berjalan kaki, atau terkadang naik motor.  Sore hari di Alun-Alun Bandung bermain air mancur, membeli tahu goreng, atau sekedar nongkrong duduk-duduk berdua di kursi beton di Alun-Alun Bandung menjadi sebuah kenangan tak terlupakan.

  • Sering juga saya kecil tidur berdua dengan bapak, bapak lah yang mengajarkan do'a-do'a sebelum tidur, atau sekedar mendongeng cerita sebelum tidur.

  • Bapak paling tidak bisa melihat saya menangis, jadi suka mengabulkan apa yang saya inginkan kalau saya menangis.  Tentu saja saya sering memanfaatkan hal itu sebagai senjata...heu...

  • Pulang sekolah sering dijemput bapak, pulangnya mampir ke tukang kupat tahu yang saya rasa  enak sekali.  Ternyata setelah saya menikah dan memiliki 5 anak Kupat Tahu Mangun Reja masih tetap sama tidak berubah rasa maupun bentuk jongkonya.  Beberapa kali saya menyempatkan makan di sini berdua suami hanya untuk mengenang kenangan manis itu.

  • Pernah malam-malam pergi ke bioskop berdua bapak, tapi karena bioskop gelap, saya menangis ingin pulang.  Bapak sempat marah, tapi kemudian akhirnya mengalah dan langsung pulang.

  • Saya pernah memecahkan meja marmer kesayangan bapak, sempat dag dig dug menunggu bapak pulang.  Ibu saya tidak marah, tapi sedikit 'mengancam' saya akan dimarahi bapa kalau beliau pulang.  Ternyata ketika beliau pulang melihat saya menangis ketakutan, bukannya marah, malah memberikan saya hadiah album foto bewarna merah, album foto itu masih saya simpan sampai saat ini.

  • Bapak adalah orang yang selalu telaten mengingatkan saya tentang kewajiban sholat, dan tak pernah bosan untuk selalu mengingatkan saya kehidupan di akhirat nanti.  Membelikan sepeda atau  jam tangan dengan syarat harus sholat terus tidak boleh bolong dalam satu bulan misalnya.


Begitulah kenangan-kenangan kecil bersama bapak, sayangnya ketika bapak meninggal saya tidak bisa menemaninya karena mengurus anak-anak di rumah.  Beruntungnya ketika bapak meninggal suami sempat melayaninya dengan telaten.  Ibu sempat memuji ketelatenan suami mendampingi bapak saat beliau sakit, menyuapinya dan melayaninya dengan penuh kasih sayang.  Saat bapak meninggal pun suamilah yang sedang menemani beliau di rumah sakit, sambil membacakan al qur'an untuknya.

Duh menuliskan semua ini membuat saya menangis, semoga bapak tenang di alam sana, diampuni segala dosanya diterima semua amalnya dan mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Nya. Aamiin Allohumma Aamiin.

Semoga tulisan Mengapa Seorang Anak Perempuan Harus Dekat dengan Ayahnya ?  Ini bermanfaat ya teman-teman... :)


3 komentar :

  1. Alhamdulillaah, saya juga beruntung bisa deket sama alm. bapak. Dan si teteh juga sekarang bisa deket sama bapaknya. Ternyata banyak ya manfaatnya. Saya baru tahu.

    BalasHapus
  2. wah saya belum nulis nih semoga nggak terbaperkan juga. Saya dekat banget dengan almarhum ayah saya juga.

    BalasHapus
  3. Sosok ayah adalah pacar pertama anak perempuan... sosok yang melindungi....

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^